Kabupaten Lamongan Siap Ekspor Jagung ke Malaysia

Pilar Pertanian Selasa, 28/03/2017 08:35 WIB · 3493 kali dilihat
Kabupaten Lamongan Siap Ekspor Jagung ke Malaysia

Pilar-Kabupaten Lamongan Jawa Timur siap ekspor jagung ke Malaysia. Hal ini disampaikan oleh Bupati Lamongan H.Fadeli ketika mengajak utusan Menteri Pertanian Malaysia melihat pengembangan tanaman jagung di Desa Banyubang Kec.Solokuro, Senin (27/3/2017).

Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Pertaniannya telah mengutus 6 orang delegasi dari MARDI (Malaysian Agricultural Research and Development Institute) melakukan study banding dan pembicaraan dengan Bupati Kab.Lamongan dan Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) tentang rencana impor benih dan jagung untuk makanan ternak, dari tanggal 26 s/d 29 Maret 2017.

Pimpinan delegasi Malaysia Mohd Rashid Rabu, Deputy Director MARDI Malaysia kagum melihat kejayaan pengembangan jagung di Kab. Lamongan dengan tingkat produktivitas bisa mencapai 10 ton jagung pipil per-hektar.

Di Malaysia tanaman jagung tidak begitu luas. "Ada sedikit tanaman jagung manis untuk konsumsi. Sedangkan untuk kebutuhan makanan ternak seratus persen di impor dari Brazil, Argentina dan India", jelasnya.

"Malaysia mengimpor jagung setiap tahun sekitar 4 juta ton", ungkapnya.

Setelah melihat kejayaan Lamongan mengembangkan jagung, Mohd Rashid akan membawa laporan ini keperingkat atas. Tentu ini akan menjadi pembicaraan bagaimana kerjasama ini dapat diwujudkan.

"Hal yang sangat memungkinkan, impor jagung dari Indonesia atas dasar negara serumpun dan persahabatan antar negara-negara ASEAN.

"Walaupun impor jagung di lakukan oleh pihak swasta (privat) Malaysia, tapi jika lebih menguntungkan dan kualitasnya bagus, kenapa harus impor jauh dari Brazil dan Argentina", katanya.

Inilah yang perlu kita sampaikan kepada pihak importir jagung Malaysia. Insya Allah, dalam laporan kami kepada Menteri Pertanian Malaysia akan mengajak beliau dapat berkunjung ke Lamongan untuk menyaksikan panen raya jagung di Desa Banyubang akhir April 2017. Kita juga berupaya agar pihak swasta dan importir jagung Malaysia dapat ikut serta berkunjung, sehingga harapan kita semua seperti yang disampaikan oleh Bapak Bupati H.Fadeli dapat segera kita wujudkan, ungkap Rashid.

Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesi (APJI), Sholahuddin mengatakan tahun 2017 ini dari Lamongan bisa ekspor jagung ke Malaysia sekitar 500 ribu ton. Dan ini bisa ditingkatkan karena potensi lahan cukup luas dan petani Lamongan sudah pengalaman menanam jagung. Bahkan dengan modernisasi penanaman jagung, produktivitas jagung di Lamongan bisa ditingkatkan lagi lebih dari 10 ton/ha. Setiap tahun bisa tanam jagung dua kali, ungkap Sholahuddin (RS)