KINERJA SIWAB HINGGA 2018

Pilar Pertanian Rabu, 07/11/2018 04:48 WIB · 62 kali dilihat
KINERJA SIWAB HINGGA 2018 Foto. Jenis Sapi Yang Berkembang Biak di Indonesia

Pilar – Program inisiatif Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sejak Oktober 2016 itu membuahkan hasil nyata. Dalam Program SIWAB Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil menekan angka impor daging. Hal tersebut terlihat dari data tren penurunan angka impor daging sapi nasional, setidaknya sejak 2016. Data yang dirangkum oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian menunjukkan, realisasi Impor daging pada tahun 2016 sebanyak 147.851 ton, sementara pada 2017 turun menjadi sebanyak 120.789 ton.

Selain itu, impor daging pada 2018 hingga 30 Juni realisasi baru mencapai 69.168 ton atau baru mencapai 61 persen dari prognosa impor daging tahun 2018 sebesar 113.510 ton. Itu artinya, dari data tersebut, apabila impor daging 2018 tidak melebihi prognosa, maka impor daging mengalami tren penurunan dari 2016 hingga 2018.

Kinerja nasional Upsus Siwab tercatat dari data yang sudah masuk dalam sistem iSIKHNAS (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Terintegrasi) telah mencapai angka yang menggembirakan. Angka kelahiran pada Upsus Siwab tahun 2017 tercatat sebanyak 911 ribu ekor, sedangkan tahun 2018 (per 24 September 2018) tercatat sudah sebanyak 1,18 juta ekor pedet yang lahir.

Berdasarkan realisasi pelaksanaan Upsus SIWAB pada tahun 2017, capaian IB nasional adalah sebanyak 3.976.470 ekor atau 99,41% dari target 4 juta ekor. Dari sini capaian kebuntingan sapi nasional terdata sebanyak 1.892.462 ekor atau 63,08% dari target 3 juta ekor. Sedangkan kelahiran sapi pun berhasil terakselerasi menjadi 911.135 ekor. Secara keseluruhan populasi sapi tahun 2017 sebanyak menjadi 18.539.000 ekor.

Tahun 2018 ini, pemerintah menargetkan kebuntingan sebanyak 2,1 juta ekor dari 3 juta akseptor sapi/kerbau. Berdasarkan data kumulatif sejak 1 Januari hingga 13 Agustus 2018 capaian IB nasional adalah sebanyak 2.855.153 ekor dengan total akseptor sebanyak 2.792.644 ekor atau 93,09% dari target akseptor 3 juta ekor akseptor tshun 2018.

Untuk capaian kebuntingan nasional periode pada periode yang sama tercatat sebanyak 1.193.106 ekor 56,81% dari target kebuntingan tahun 2018 sebanyak 2,1 juta ekor. Sedangkan kelahiran telah mencapai 804.753 ekor atau 47,90% dari target kelahiran tahun 2018 sebanyak 1,68 juta ekor.

Selain itu, Upsus SIWAB juga berhasil menambah peningkatan lapangan kerja tenaga teknis bidang peternakan seperti inseminator dan paramedik di pedesaan sebanyak menjadi 8.000 orang. Disamping itu telah meningkatkan minat dan motivasi masyarakat dalam usaha peternakan sapi dengan adanya insentif pelayanan.

Berdasarkan struktur anggaran tahun 2017, target akseptor sebanyak 4 juta ekor. Dikelompokkan dalam dua sistem perkawinan yaitu IB sebanyak 3 juta ekor dan INKA sebanyak 1 juta ekor. Selanjutnya, dari target akseptor tersebut diharapkan dapat diperoleh kebuntingan sebanyak 3 juta ekor.

Dari target perkawinan yang ditetapkan sekitar 4 juta ekor, hingga Agustus diperoleh capaian 58,3%. Jika berdasarkan target perkawinan IB sebanyak 3 juta ekor maka capaian yang telah diraih sebesar 78,2%. Sedangkan realisasi kebuntingan kumulatif yang sudah diperiksa periode Januari- Agustus mencapai 795.583 ekor atau 40,8% dari target 1.947.691 ekor (8 bulan).

Capaian kebuntingan kumulatif Januari-Agustus terdapat enam provinsi yang memiliki kinerja baik, bahkan melampaui target bulanan yaitu Bangka Belitung (178,3%), DKI Jakarta (166,7%), Nusa Tenggara Timur (142,7), Riau (135,1%), Kalimantan Utara (115,8%) dan Kepulauan Riau (103,7%). Terdapat 16 provinsi yang capaiannya masih di bawah 50%.(BS)