Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

15 November 2020

Bantuan Bibit Manggis dan Pupuk Organik untuk Kelompok Tani Di Banten

Bantuan Bibit Manggis dan Pupuk Organik untuk Kelompok Tani Di Banten
Foto : Bantuan Bibit Manggis untuk Kelompok Tani di Banten oleh Dinas Pertanian Kabupaten Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pilarpertanian - Sebanyak tiga kelompok tani (Poktan) di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten menerima bantuan bibit manggis dan pupuk organik.

Wahyu Widayanti, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang menuturkan pengembangan kawasan budi daya manggis Provinsi Banten tahun 2020 dipusatkan di desa Sindang Laut kecamatan Carita seluas 50 hektar.

“Pemerintah terus melakukan program kegiatan pengembangan budi daya manggis. Untuk provinsi Banten, tahun 2020 ini seluas 50 ha sumber dipusatkan di desa Sindang Laut kecamatan Carita,“ tutur Wahyu di Pandeglang, Senin (2/11)

Bantuan yang bersumber dari APBN TP TA. 2020 melalui program kegiatan pengembangan kawasan budi daya manggis diserahterimakan Dinas Pertanian Provinsi Banten melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang ke poktan Cipandan Jaya, Poktan Sinar Bukit dan Poktan Lebak Sari semuanya berlokasi di Desa Sindang Laut, pada Oktober lalu.

“Bentuk bantuan yang diberikan berupa 100 batang bibit manggis per ha, pupuk organik serbuk/ green star 20 pack per ha, pupuk semi organik/ NPK cair 10 botol per ha dan pupuk organik granular 2 ton per ha,“ terangnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu kabupaten sentra manggis di Provinsi Banten. Data BPS tahun 2019 menunjukkan kisaran jumlah populasi tanaman manggis 65.644 pohon produktif dan produktivitas antara 150 – 200 kilogram per pohon.

Populasi tanaman manggis tersebar di lebih dari tujuh kecamatan sentra seperti kecamatan Bojong, Carita, Cisata, Jiput, Cimanggu, Cikedal, Menes, Picung dan Cigeulis.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menekankan pentingnya upaya mempertahankan dan meningkatkan mutu serta kualitas komoditas pertanian yang dihasilkan. Hal ini merupakan bagian dari program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (GraTiEks) komoditas pertanian yang dicanangkannya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi memastikan bahwa BPPSDMP akan mengoptimalkan peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) di seluruh Indonesia mendukung GratiEks.

“Salah satu upaya BPPSDMP mendukung kebijakan Mentan adalah mengembangkan 2,5 juta petani milenial di seluruh Indonesia. Mereka tergolong unggul, dengan rata-rata berusia di bawah 40 tahun dan menjadi tumpuan masa depan pertanian Indonesia,“ pungkas Dedi.(ND)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *