Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

21 June 2019

BKP Kementan Gandeng Dinas Ketahanan Pangan Jambi Stabilkan Harga Cabe

BKP Kementan Gandeng Dinas Ketahanan Pangan Jambi Stabilkan Harga Cabe

Pilarpertanian - Pilar Pertanian – Dalam upaya menjaga stok dan stabilitasi harga pangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) tidak hanya fokus pada pengendalian harga di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), tetapi juga dibeberapa daerah lainnya, misalnya di provinsi Jambi yang baru-baru ini dilakukan. 
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Untuk mengendalikan harga cabe di Jambi, kami melakukan stabilitasi harga bersama-sama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi. 
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Jadi, kami tidak fokus hanya di Jabodetabek,” ujar Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Risfaheri yang ditemui dikantornya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Menurut Risfaheri, pihaknya meminta Toko Tani Indonesia Center (TTIC) yang dikelola Dinas Ketahanan Pangan Jambi, agar melakukan action.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Untuk stabilitasi harga cabe ini, kami minta TTIC di Jambi agar melakukan penjualan langsung kepada masyarakat, sehingga harganya diharapkan bisa normal kembali,” tambah Risfaheri.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Apa yang diharapkan Risfaheri langsung direspon, dengan mengelar pangan murah yang dilakukan TTIC di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan Kamis (20/6) lalu.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Melalui gelar pangan murah, khususnya cabe, untuk mempengaruhi pasar setempat agar harga  cabe di pasar Jambi menjadi turun.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Respon cepat yang dilakukan oleh Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Amir Hasbi untuk menstabilkan harga cabe di wilayahnya sangat di apresiasi BKP Kementan.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Berdasarkan pantauan harga cabai merah keriting di Pasar Angso Duo Jambi telah menembus angka Rp. 65.000/kg dan Dinas Ketahanan Pangan Prov. Jambi  melalui TTIC langsung merespon dengan menjual cabe seharga  35.000/kg.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Gati Nikensari selaku Kepala Bidang Distribusi  menjelaskan kenapa TTIC bisa menjual harga lebih murah karena cabai didatangkan langsung dr petani dari Kabupaten Kerinci sebagai sentra produksi dengan harga 35.000/kg dengan bantuan distribusinya dari BKP Kementan. Dua kuintal cabe merah keriting, dalam waktu singkat habis ludes terjual.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Niken menambahkan bahwa Gelar Pangan Murah Cabe ini akan terus dilakukan sampai ada penurunan harga cabe yang signifikan di pasar Jambi. 
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Gelar Pangan Murah berikutnya akan dilaksanakan berkeliling ke lingkungan RT/RW, lingkungan perkantoran serta ke perumahan-perumahan dengan menggunakan mobil. Dengan demikian penjualan langsung ke konsumen akhir dan masyarakat merasakan cabe dengan harga wajar,” tambah Niken.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Pada bagian lain, Risfaheri menghimbau kepada seluruh dinas provinsi yang menangani ketahanan pangan melalui TTIC, agar cepat tanggap dalam mengantisipasi lonjakan harga pangan seperti cabe merah, bawang merah, bawang putih, telur ayam atau daging ayam. 
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Jika ada indikasi harga komoditas pangan naik, segera lakukan Operasi Pasar (OP) maupun Gelar Pangan Murah (GPM), sehingga tidak terjadi gejolak harga pangan,” pungkas Risfaheri.(DYN)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *