Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

15 October 2020

Kuatkan Akses Pangan Lokal untuk Diversifikasi Pangan

Kuatkan Akses Pangan Lokal untuk Diversifikasi Pangan
Foto : Pojok Pangan Lokal untuk Mendukung Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal oleh Kementerian Pertanian.

Pilarpertanian - Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak semua pihak untuk mengupayakan diversifikasi pangan sebagai salah satu strategi menjaga ketersediaan pangan, terlebih di masa pandemi ini. Karena itu, Kementerian Pertanian kian gencar mewujudkan percepatan diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan konsumsi pangan yang cenderung fokus pada satu komoditas sumber karbohidrat. Hal ini dibarengi dengan upaya peningkatan penyediaan dan konsumsi pangan lokal seperti jagung, ubi kayu, sagu, kentang, pisang dan talas.

Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi, capaian diversifikasi pangan adalah menurunnya konsumsi beras dan meningkatnya konsumsi pangan lokal sumber karbohidrat non beras.

“Meningkatnya konsumsi pangan lokal sumber karbohidrat non beras, itu ukurannya. Artinya, kalau itu meningkat, pasti konsumsi berasnya menurun” ungkap Agung, ketika dihubungi pada Rabu (14/10/2020).

Menurut Agung, upaya diversifikasi pangan juga harus diikuti perbaikan akses masyarakat terhadap produk pangan lokal non beras tersebut.

“Jadi dua hal kita lakukan, yaitu promosi dan memperbaiki akses. Akses ini bagaimana masyarakat mudah mendapatkan produk tadi. Kalau saya mau makan singkong misalnya, saya mudah mendapatkannya” ujarnya.

Untuk meningkatkan akses tersebut, beberapa hal yang menurutnya harus dilakukan, pertama mendorong tumbuhnya UMKM pangan lokal. Kedua, mempermudah akses dengan membuka pasar. Pembinaan UMKM dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi harus diikuti dengan membuka akses pasar, tambahnya.

Dia mengungkapkan bahwa sebagai salah satu upaya membuka akses pasar adalah menggandeng marketplace untuk meningkatkan penjualan produk petani dan UMKM serta memberi kemudahan konsumen dalam mengakses produk pangan lokal.

“Kita sediakan outlet pangan lokal di seluruh Pasar Mitra Tani/TTIC provinsi. Tapi tidak hanya itu, membuka akses banyak jalannya, termasuk melalui online atau media sosial,” pungkas Agung.(ND)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *