Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

07 January 2017

Pemberdayaan Masyarakat Miskin di Daerah Perbatasan Melalui Replikasi READ.

Pemberdayaan Masyarakat Miskin di Daerah Perbatasan Melalui Replikasi READ.

Pilarpertanian - Pilar Pertanian – Program Pemberdayaan Perdesaan dan Pembangunan Pertanian (Rural Empowerment and Agricultural Development) merupakan program yang dipersiapkan dan dirumuskan bersama antara International Fund for Agricultural Development (IFAD) dan pemerintah Indonesia. Sedangkan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP) Kementerian Pertanian bertindak sebagai Lead Program Agency (LPA) 

READ yang mendapat dana hibah dari IFAD bertujuan untuk pemberdayaan pemduduk miskin perdesaan di daerah-daerah terpencil dan  terisolir. Tahun pertama 2009 sampai 2014,  dilaksanakan di provinsi Sulawesi Tengah yang meliputi 5 kabupaten yaitu Kab.Buol, Perigi Moutong, Banggai, Tolitoli dan Poso. 

Setelah berjalan 5 tahun berjalan, program READ    berhasil mengurangi masyarakat miskin di daerah tersebut, sehingga pemerintah  mereplikasi program tersebut dengan menggunakan APBN, disebut Replikasi Program READ. 

Program Replikasi READ dimulai tahun 2015 di laksanakan di provinsi Kalimantan Barat yaitu daerah yang berbatasan dengan Malaysia dan di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan dengan Negara Timor Leste.

Di Provinsi Kalbar meliputi Kabupaten Sambas dan Sanggau, dengan jumlah desa sebanyak 13 desa (Kalimantan, Malek, Matang Danau, Mentibar, Nibung, Sebubus, Tanah Hitam, Temajuk, Pala Pasang, Suruh Tembawang, Lubuk Sabuk, Sotok, Laut Muara). 

Di Provinsi NTT meliputi  Kabupaten Belu dan Kupang, dengan jumlah desa sebanyak 17 desa (Nunuanah, Kifu, Netemnanu Selatan, Netemnanu Utara, Nualain, Loonuna, Sisi Fatuberal, Debululik, Silawan, Tulakadi, Takirin, Fatubaa, Bauho, Naekasa, Lookeu, Bakustulama, Rinbesihat).  

Menurut Kepala Badan P PSDMP, Pending Dadih Permana,  program ini akan fokus pada peningkatan hasil produksi pertanian. Untuk itu diperlukan komitmen yang kuat  dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Fasilitator Desa (FD) di tingkat desa, tegasnya.

Dia mengharapkan kepada para penyuluh yang bertugas di daerah perbatasan untuk meningkatkan kompetensinya, kesabaran, ketelitian dan komitmennya untuk membimbing para petani peserta program READ. Sebab, bertugas diperbatasan banyak tantangan, jauh dari akses komunikasi 

dan transportasi, ungkapnya. 

Tahun 2017 ini adalah tahun terakhir dari Program Replikasi READ , Oleh sebab itu, dia minta dukungan dari pemerintah daerah untuk mensinergikan dan mensinkronkan program di daerahnya dan kesiapan dalam penanganan pasca program sebagai langkah strategi penyapihan program (exit program).

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *