Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

15 October 2020

Seribu Penyuluh Sumsel Dampingi Petani di Tiap Desa

Seribu Penyuluh Sumsel Dampingi Petani di Tiap Desa
Foto : Arahan Penyuluh Pertanian di Provinsi Sumatera Selatan kepada Petani untuk Menopang Ketahanan Pangan Daerah.

Pilarpertanian - Seribu penyuluh pertanian di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dikerahkan mendampingi dan mengawal petani di tiap desa, sesuai target Gubernur H Herman Deru bahwa “satu desa, satu penyuluh” untuk menopang ketahanan pangan daerah.

Sektor pertanian terbukti mumpuni menangkal dampak pandemi Covid-19. Penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II/2020, 16,24%, sementara sektor lain cenderung melemah, bahkan terpuruk terimbas penyebaran virus Corona.

Capaian sektor pertanian dikemukakan Presiden RI Joko Widodo, pekan lalu, melalui pertemuan virtual dari Istana Bogor. “Jaga dan jadikan momentum bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.”

Pemerintah daerah pun berbondong-bondong ‘back to agriculture’ lantaran pertanian bukan hanya penopang kebutuhan pangan, juga menentukan stabilitas nasional.

Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru bergerak cepat, dengan mengerahkan 1.000 penyuluh ke seluruh pelosok provinsi mendukung edukasi dan bimbingan bagi para petani dan masyarakat.

“Sekitar 1.000 penyuluh yang ahli di bidang pertanian dikerahkan untuk memperkuat lumbung pangan daerah. Mereka akan edukasi dan membimbing petani,” kata Herman Deru, belum lama ini.

Menurutnya, satu desa satu penyuluh menjadi target pemerintah provinsi [Pemprov]. Targetnya, para petani menguasai sektor hulu hingga hilir, sehingga kelak mereka menjadi pengusaha di lahannya sendiri.

“Sumsel cukup banyak wilayah potensial pertanian, salah satunya Banyuasin yang menduduki posisi ke empat sebagai lumbung pangan utama Indonesia,” katanya.

Hal itu sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa pangan adalah persoalan yang perlu dikerjakan secara bersama – sama.

“Kita harus sama – sama kerja di lapangan. Ada Pemda, kelompok tani, Kementerian dan BUMN dalam hal ini Bulog. Semua harus sinergi untuk kesejahteraan petani,” kata Mentan Syahrul di Sukabumi, Senin [12/10], saat meninjau Peternakan Yayasan Adzkia di Kecamatan Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat.

Menurutnya, pertanian terbukti sebagai sektor yang paling mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19, dan kinerja tersebut diharapkan memperkuat akselerasi pertanian dari hulu hingga hilir.

Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian – Kementerian Pertanian RI [BPPSDMP] kerapkali mengingatkan hal serupa saat menyambangi kepala daerah di seluruh Indonesia.

Dia mengingatkan bahwa Indonesia tidak dapat lagi mengandalkan pangan impor, “kita harus bisa menyediakan sendiri kebutuhan pangan tanpa tergantung negara lain.”

Dedi Nursyamsi mengingatkan tentang fungsi Balai Penyuluhan Pertanian sebagai ‘rumah penyuluh’ melaksanakan kelima fungsi Komando Strategis Pembangunan Pertanian [KostraTani]. Fungsi pusat data dan informasi, gerakan pembangunan pertanian, pembelajaran, konsultasi agribisnis, dan pengembangan jejaring dan kemitraan.

“Kostratani adalah menu lengkap pertanian. Hulu ke hilir. Apalagi di tengah pandemi Covid-19. Peran KostraTani lebih vital. Penyuluh tetap dan akan selalu menjadi ujung tombak pendampingan petani,” kata Dedi yang dilansir Pusat Penyuluhan Pertanian [Pusluhtan BPPSDMP].

Gubernur Herman Deru berharap, pertanian menjadi usaha ekonomi yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat.

“Kami berharap para petani di Sumsel makin meningkat kesejahteraannya. Sektor pertanian merupakan salah satu potensi yang harus dipertahankan dan terus dikembangkan,” katanya. [Hevy/LA/ND]

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *