Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

30 July 2018

Sistem Pertanian Korporasi Resmi Dibangun di Karawang

Sistem Pertanian Korporasi Resmi Dibangun di Karawang

Pilarpertanian - Pilar – Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi, Kementerian Pertanian, Ir. Hari Priyono, MSi pembukaan workshop sekaligus penandatanganan perjanjian kerjasama Pengembangan Demfarm Pertanian Korporasi Terpadu dan Berkelanjutan di Jayakerta, Karawang di Bogor, 29 Juli 2018.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Dalam sambutannya, mengatakan bahwa sistem pertanian korporasi dapat mejadi pilihan lebih baik karena merupakan sistem yang berorientasi agribisnis melalui konsolidasi lahan menjadi satu hamparan tetapi kepemilikan lahan masing – masing petani tetap terjamin.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Menurut untuk mendukung pertanian korporasi, Kementerian Pertanian juga sudah membangun beberapa fasilitas pendukung seperti bangunan bendungan parit, longstorage, gedung pengolahan padi modern, dan beberapa alat mesin pertanian modern” ujarnya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Hari berharap bantuan tersebut dapat menginisiasi terbentuknya pertanian korporasi dan tetap dapat dilaksanakan hingga lima tahun mendatang hingga petani mampu melaksanakan dan mengelola sistem secara mandiri.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Dalam workshop tersebut Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr menyampaikan bahwa pada tahun ini Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian akan melakukan normalisasi dan pembangunan saluran irigasi yang akan mampu mengairi 400 hektar sawah di lokasi demfarm tersebut.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang melalui Kepala Dinas Pertanian , Ir. Hanafi menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pengembangan sistem pertanian korporasi yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang yaitu melalui diberlakukannya peraturan daerah terkait Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) untuk mempertahankan Kabupaten Karawang sebagai lumbung pangan Provinsi Jawa Barat” ujar Hanafi.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Selain Tim Demfarm dari Indonesia, acara workshop juga dihadiri oleh Tim Demfarm dari Taiwan Economic Trade Office (TETO) yang diwakili oleh Wu Ching Ching. Dia menyampaikan dukungan terhadap pengembangan demfarm yang sedang berjalan saat ini.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
TETO kata Wu mengirimkan 7 tim ahli irigasi Taiwan untuk membantu memberikan saran agar mempermudah kegiatan tersebut”. (LR)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *