Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

15 February 2020

Wapres Pacu Peremajaan Sawit Rakyat

Wapres Pacu Peremajaan Sawit Rakyat
Foto : Produksi Kelapa Sawit yang Dihasilkan oleh Petani Swadaya Melalui Progran Peremajaan Sawit Rakyat (PSR)

Pilarpertanian - Pilar Pertanian – Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan optimalisasi untuk sawit rakyat guna peningkatan produksi kelapa sawit yang dihasilkan oleh petani swadaya melalui program peremajaan sawit rakyat (PSR) atau replanting sawit.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Program PSR tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi kelapa sawit petani dan memberikan hasil yang optimal hingga mencapai 8 ton/ha/tahun.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Saya melihat dari data produktivitas kelapa sawit kita masih tergolong rendah, yaitu 3,7 ton. Melalui program replanting ini diharapkan produksi dapat meningkat,” ujar Ma'ruf saat menerima Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) di Jakarta.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Ma'ruf menambahkan bahwa dalam peningkatan produksi, Pemerintah juga memberikan program kemudahan pembiayaan.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Ia mengungkapkan bahwa petani dapat memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS).
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Program PSR dapat memanfaatkan KUR. Tahun ini bunganya hanya 6 persen dan Pemerintah memberikan kemudahan dengan penyesuaian periode waktu KUR, yaitu 4 tahun,” tambahnya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
APKASINDO dalam pembinaan petani sawit tersebar di 22 provinsi dan 117 kabupaten. Untuk ke depannya Wapres berharap pemerintah dapat meningkatkan penyediaan bibit unggul, dan kemudahan petani untuk mendapatkannya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Kita harapkan ada peningkatan kualitas produksi kelapa sawit agar didapat harga jual yang tinggi dan merata di semua daerah,” ujar Ma'ruf.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Dikesempatan yang sama, Mentan Syahrul mengatakan jika Wapres memintanya untuk melakukan komunikasi komprehensif dalam penanganan budidaya replanting sawit.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Ia mengungkap jika ada beberapa kendala yang terjadi sehingga membuat program sawit rakyat tidak berjalan optimal sehingga dibutuhkan tahapan untuk memastikan penanganan program sawit rakyat itu berjalan dengan baik.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Tidak hanya mencoba masuk dalam pendekatan replanting atau menanam sawit dan memeliharanya tapi bagaimana sampai pada titik bagaimana mengolahnya seperti apa di tingkat rakyat, mulanya di tingkat industri, ini tentu saja bagian-bagian yang harus dipikirkan bersama,” ujarnya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Untuk penanganan PSR, Mentan membutuhkan sebuah proses, membutuhkan agenda yang cepat bisa dilakukan untuk menangani seperti apa sih masalah yang utama. Ia juga mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini menghadirkan Agriculture War Room (AWR) dalam memantau pembangunan pertanian yang real time.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Ini langkah kami untuk mengupdate data pertanian. Semua potensi bisa kita lihat dari sini kita akan optimalisasikan, diharapkan ini dapat menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan pelaku pertanian di lapangan,” kata Syahrul.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Teknologi AWR berisi himpunan data mengenai produksi pangan, stok pupuk subsidi, luas lahan sawah, masa panen dan lainnya yang dapat tersaji cepat dan setiap waktu.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Dikesempatan yang berbeda, pakar teknologi informatika sekaligus mantan Rektor Institut Perbanas, Marsudi Wahyu Kisworo mengatakan bahwa Pemanfaatan serta penggunaan teknologi Agriculture War Room (AWR) dapat berpengaruh membentuk pengelolaan pertanian Indonesia yang 'smart farming'.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Zaman revolusi industri 4.0 kini, semua bisa direkayasa teknologi. Tidak lagi manual, misalnya sektor pertanian hanya tergantung pada kondisi alam,” ujarnya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Menurut Marsudi, manfaat dari 'smart farming AWR' tersebut tampak pada tersusunnya data pertanian yang valid. Sehingga laporan perkembangan diterima berbasis data.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Selain itu, AWR bakal menarik minat generasi milenial menekuni pertanian sebab telah beradaptasi dengan modernisasi zaman.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Smart farming itu tercipta dari bagaimana keadaan pertanian, pangan kita, lahan sawah yang ada, dapat terpantau cepat berdasarkan data. Bukan lagi klaim atau melihat alam,” tukasnya.(DYN)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *