Akumulasi Kenaikan PDB Pertanian 2013 - 2018 Capai Rp 1.375,2 Triliun

Pilar Pertanian Jumat, 11/01/2019 11:22 WIB · 44 kali dilihat
Akumulasi Kenaikan PDB Pertanian 2013 - 2018 Capai Rp 1.375,2 Triliun Foto. Kuntoro Boga Andri Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

Pilar - Selama empat tahun kepemimpinan Jokowi – JK, sektor pertanian memiliki peran sentral dan bahkan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Selama periode 2013-2018, akumulasi tambahan nilai PDB Sektor pertanian yang mampu dihasilkan mencapai Rp1.375,2 Triliun.

"Bila kita akumulasikan penambahan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2014 hingga 2018 terhadap tahun 2013, terdapat akumulasi sebesar Rp 1.375,2 triliun. Bahkan nilai PDB Sektor Pertanian tahun 2018 meningkat signifikan sebesar 47,1 persen dibandingkan tahun 2013" Demikian disampaikan Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Kuntoro Boga Andri, saat dihubungi via telepon, Kamis (10/1).

Peningkatan PDB Pertanian, menurut Boga, tidak bisa dilepaskan dari lonjakan nilai investasi pertanian selama empat tahun terakhir. Secara kumulatif, total investasi pada tahun 2013 – 2018 mencapai Rp 270,1 triliun. Investasi pada tahun 2018 sendiri mencapai Rp 61,6 triliun. Nilai ini meningkat 110,2 persen dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp 29,3 triliun.

"Minat investasi di sektor pertanian memang terus meningkat. Pemerintah mengeluarkan paket kebijakan sehingga bisa menarik para investor. Bahkan investor yang selama ini belum pernah masuk ke subsektor hulu pertanian, sekarang menjajaki peluang investasi di subsektor hulu pertanian," terang Boga.

Dalam hal investasi, Kementan memiliki tugas sebagai fasilitator sehingga investor bisa mendapatkan informasi yang jelas, mulai dari lokasi, ketersediaan lahan yang sesuai, dan tidak melanggar peraturan yang berlaku. Boga menuturkan upaya Kementan menciptakan iklim yang kondusif bagi investor ini sebagai bagian dari langkah mengurangi impor.

"Investasi diarahkan untuk bermitra dengan masyarakat lokal sehingga tidak hanya produksi pertanian yang meningkat, tapi petani dan masyarakat lokal turut terangkat kesejahteraannya," tandasnya.

Peningkatan investasi pertanian turut diikuti kenaikan nilai ekspor pertanian selama empat tahun terakhir. Total nilai ekspor selama kurun waktu 2015 – 2018 sebesar Rp 1.764 triliun. Pada tahun 2018, ekspor pertanian tercatat mencapai RP 499,3 Triliun.

"Kenaikan nilai ekspor, terutama tahun ini, tidak sekedar menandakan bahwa produksi pertanian kita meningkat, tapi sekaligus membuktikan bahwa kualitas produk kita sudah memenuhi standar pasar internasional," ungkap Boga. ( RS).