DPR RI Apresiasi Langkah Kementan Tingkatan Kedelai Nasional
Foto : Kegiatan Focus Group Discussion Membangun Sinergitas Menuju Swasembada Kedelai Nasional oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

DPR RI Apresiasi Langkah Kementan Tingkatan Kedelai Nasional

Pilarpertanian - Endang S. Thohari anggota DPR RI komisi 4 mendukung Langkah pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi kedelai nasional. Endang menjelaskan kedaulatan pangan menurut undang-undang negara harus menjadi hal mutlak bagi rakyatnya.


“Ketersediaan dan kecukupan pangan, kemudian keterjangkauan harga, pemenuhan konsumsi, keamanan mutu dan gizinya harus jadi perhatian pemerintah (Kementan)” tuturnya.


Sebagai mitra dari Kementan, DPR akan terus mengawasi dan mengawal program dari Kementan agar tepat sasaran khususnya peningkatan produksi kedelai. Hal ini sudah dibuktikan dengan adanya panen kedelai di kabupaten Cianjur bantuan Kementan melalui Direktorat Jenderal Tanaman pangan.


“Saya berharap ada bimbingan dan pengawalan dari Ditjen TP dan Balitbang Kementan agar produksi kedelai di Cianjur bisa meningkat lebih dari sekarang yang hanya 1,5 Ton/ Hektar” tegasnya.
Endang menambahkan memang permasalahan lesunya produksi kedelai nasional adalah harga jual, ketersediaan benih, biaya produksi yang mahal dan keterbatasan lahan.



Endang mencatat ada 7 daerah sentra penghasil kedelai nasional seperti Jawa Timur, Jawa barat, Jawa Tengah, NTB, Lampung, Sulut, dan Sulsel. Dengan membangun cluster-cluster sentra kedelai bantuan, Kementan bisa terfokus dan tepat sasaran. 


Endang berharap adanya insentif dan keberlanjutan program kedelai untuk daerah sentra tersebut sehingga petani kembali bersemangat menanam kedelai.


Senada dengan Endang, pakar sekaligus praktisi kedelai, Atris Suyantohadi dari universitas Gajah Mada menyatakan dukungannya dengan program yang diadakan oleh Ditjen TP. Saat ini petani di daerahnya Bantul Provinsi DIY sudah mulai kembali menanam kedelai karena harga jual kedelai saat pandemic Covid 19 seperti sekarang menembus angka Rp. 10.000 / Kg.


“Alhamdulilah pandemic Covid-19 membawa berkah baik harga kedelai, hanya yang kurang adalah sosialisasi ke para petani bahwa harga jual sudah membaik,” ucap Atris saat menghadiri Webinar Propaktani di Bogor Jumat Sore(15/10).
Atris menjelaskan kenaikan harga ini harus menjadi acuan bahwa kedelai lokal kita mampu bangkit dan memenuhi kebutuhan pasar. Stigma bahwa kedelai lokal tidak bisa bersaing dengan Impor adalah salah, ini dibuktikan mampu masuknya produk-produk kedelai lokal yang dihasilkan UKM ke manca negara.


Keberhasilan kedelai di Bantul tidak lepas dari peran Kementan, perbankan dan Bupati dan Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang turun langsung menangani dan stake holder yang akan menampung hasil kedelai petani.


Atris berharap tren positif ini dapat terus terjaga sehingga petani bersemangat kembali menanam kedelai untuk menjaga tradisi dan kearifan lokal sekaligus meningkatkan kesehjahteraan petani Indonesia.


Sementara itu, Suwandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan mengatakan hasil FGD dari para pakar, peneliti, petani dan stake holder menjadi hal penting dalam pemetaan regulasi tahun depan.
“Program peningkatan produksi kedelai nasional ini butuh dukungan banyak pihak seperti di parlemen (DPR RI), Pemda Provinsi dan Kabupaten, petani, peneliti dan stake holder”. Suwandi optimis jika semua pihak mau bekerja sama bukan tidak mungkin Swasembada kedelai bisa tercapai. Ketergantungan akan kedelai impor bisa dikurangi.


Sebagai dukungan Kementan telah menganggarkan untuk program peningkatan kedelai tahun 2021. Total bantuan kedelai seluruh Indonesia seluas 144.000 Ha berupa benih, pupuk NPK, pupuk organik, pestisida dan saprodi pendukung lainnya.


“Arahan dari bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) kami akan terus all out mendukung para petani untuk meningkatkan produksi kedelai nasional” tegasnya. (ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Mentan : Kita Harus Berani Melompat untuk Genjot Ekspor

Mentan : Kita Harus Berani Melompat untuk Genjot Ekspor

Pilarpertanian – Meski pandemi, pertanian tetap berproduksi dan berkontribusi dalam neraca perdagangan. Nilai ekspor sektor pertanian relatif tumbuh positif setiap bulannya, bahkan dari tahun lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pada saat melepas ekspor pertanian senilai 568,7 miliar rupiah di Pelabuhan Peti Kemas JICT Tanjung Priok (25/11). “Tak tanggung-tanggung ekspor kali […]

Mentan SYL Pimpin Patroli Laut Awasi Pangan Berbahaya

Mentan SYL Pimpin Patroli Laut Awasi Pangan Berbahaya

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memimpin patroli laut di perairan Jakarta Utara, Kamis, 25 November 2021. Dalam kegiatan ini Mentan berpatroli bersama dengan anggota Polairud Mabes Polri untuk memastikan pengawasan keluar masuknya produk pangan nasional sebelum tiba di gudang karantina Pelabuhan Tanjung Priok. “Patroli ini untuk memastikan berbagai aktivitas kita dalam rangka […]

Kementan Fasilitasi Pembentukan Korporasi Pertanian

Kementan Fasilitasi Pembentukan Korporasi Pertanian

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus memperkuat sektor pertanian di tengah dampak pandemi Covid-19 agar pangan tidak bergantung pada impor dan mampu berdaulat pangan di negeri sendiri. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah pengembangan kelembagaan petani berbentuk korporasi berbasis kawasan yang difasilitasi melalui pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) untuk mewujudkan pertanian yang mandiri, maju dan modern. […]

Kementan Dorong Singkong Sebagai Pangan Alternatif

Kementan Dorong Singkong Sebagai Pangan Alternatif

Pilarpertanian – Ubi kayu merupakan salah satu komoditi tanaman pangan yang kaya akan manfaat. Ubi kayu atau sering disebut juga singkong, kini tidak hanya untuk pangan pokok, tapi bahan baku pakan ternak, kosmetik, farmasi, hingga energi. Singkong diperkenalkan dan ditanam di Indonesia oleh bangsa Portugis pada abad ke 16 dan pada tahun 1810 pemerintah Hindia […]

Kementan: Stok Jagung Nasional Diperkuat Di Sentra Produksi

Kementan: Stok Jagung Nasional Diperkuat Di Sentra Produksi

Pilarpertanian – Tanaman jagung merupakan jenis tanaman pangan yang tumbuh di banyak wilayah di Indonesia. Dengan berbagai jenisnya, jagung menjadi sumber pakan, konsumsi dan bahan baku industri. Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan tren kebutuhan jagung nasional terus meningkat untuk kebutuhan berbagai kebutuhan, utamanya untuk pakan ternak, industri pangan dan konsumsi. Karenanya pemerintah secara serius […]

Perhelatan ODICOFF : Kementan Jajaki Kerja Sama Pengembangan Bawang Bombai Indonesia-Belanda

Perhelatan ODICOFF : Kementan Jajaki Kerja Sama Pengembangan Bawang Bombai Indonesia-Belanda

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melakukan kunjungan ke berbagai negara dalam rangka mendorong ekspor produk pertanian. Gelaran kunjungan yang bertajuk One Day with Indonesian Coffee, Fruits and Floriculture (ODICOFF) diharapkan mampu mendorong ekspor dan pengenalan produk pertanian secara global, sesuai dengan program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) yang digaungkan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo. […]

Presiden Minta Petani Gunakan Mekanisasi Pertanian

Presiden Minta Petani Gunakan Mekanisasi Pertanian

Pilarpertanian – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi sarana dan prasarana Pertanian yang dimiliki Kementan. Hal ini disampaikan Presiden saat mencoba mesin traktor khusus penanaman jagung di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Menurut Presiden, penanaman jagung dengan memanfaatkan teknologi dan mekanisasi perlu diperluas dan dikenalkan kepada para petani Indonesia. Apalagi penggunaan traktor planter jagung sangat mudah karena […]

Potensi Singkong di Flores, Pengungkit Kesejahteraan Petani Nusa Tenggara Timur

Potensi Singkong di Flores, Pengungkit Kesejahteraan Petani Nusa Tenggara Timur

Pilarpertanian – Pemerintah melakukan upaya percepatan diversifikasi pangan salah satunya dengan pengolahan singkong menjadi bahan pangan bernilai ekonomis. Menurut Ketua Koperasi Produsen Mitra Tani Sejahtera Tommy Djari, potensi tersebut dapat membangun kemitraan dalam mengembangkan singkong. Tommy yang juga pelaku usaha ini semakin tertarik dengan singkong karena kondisi tanah dan alam di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara […]

Kunyit Si Penyumbang Devisa, Produksinya Aman untuk Kebutuhan Dalam Negeri

Kunyit Si Penyumbang Devisa, Produksinya Aman untuk Kebutuhan Dalam Negeri

Pilarpertanian – Terhitung semenjak Covid-19 merebak, orang mencari kunyit sebagai alternatif pengobatan sekaligus untuk menjaga daya tahan tubuh. Tanaman ini juga dikenal sebagai bumbu dapur yang banyak diminati pasar dalam negeri maupun luar negeri. Penjualannya tidak hanya sebatas produk segar namun juga dalam bentuk simplisia. Sentra terbesar kunyit tersebar di Jawa Timur (53,5 %), Jawa […]