Ekspor CPO Tumbuh 5,49 Persen, Mentan Amran Dorong Sawit Indonesia Naik Kelas Lewat Hilirisasi
Ekspor Crude Palm Oil dan Produk Turunannya Tumbuh 5,49% Sepanjang Januari Hingga Juli 2026.

Ekspor CPO Tumbuh 5,49 Persen, Mentan Amran Dorong Sawit Indonesia Naik Kelas Lewat Hilirisasi

Pilarpertanian - Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya tumbuh 5,49 persen sepanjang Januari–Juli 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut memperkuat kontribusi komoditas sawit dalam ekspor pertanian sekaligus menunjukkan besarnya potensi komoditas perkebunan Indonesia di pasar global.


Pertumbuhan ekspor tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah memperkuat sektor sawit dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan produktivitas perkebunan, peremajaan tanaman dan penggunaan benih unggul hingga pengembangan industri pengolahan. Langkah tersebut terus didorong untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperbesar nilai tambah komoditas sawit di dalam negeri.


Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk memperkuat posisi sawit di pasar dunia karena merupakan salah satu produsen sawit terbesar. Karena itu, peningkatan produksi harus dibarengi dengan hilirisasi agar ekspor tidak hanya bertumpu pada bahan mentah.


“Indonesia ini salah satu produsen sawit terbesar dunia. Ini kekuatan kita. Jangan hanya ekspor bahan mentah, tetapi kita dorong hilirisasi supaya nilai tambahnya semakin besar,” ujar Mentan Amran.



Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penguatan ekspor sawit berlangsung sejalan dengan pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia. Sepanjang Januari–Juli 2026, nilai ekspor nonmigas mencapai US$160,01 miliar atau meningkat 5,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara total ekspor Indonesia mencapai US$167,03 miliar atau tumbuh 4,43 persen.


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan penguatan harga komoditas global turut mendorong kinerja ekspor, khususnya kelompok komoditas pertanian. Minyak sawit menjadi salah satu komoditas yang mengalami peningkatan harga.


“Pada Juli tahun 2026, secara umum harga komoditas di pasar global menunjukkan peningkatan secara year on year. Kenaikan harga secara tahunan terjadi pada kelompok pertanian, energi, logam mulia, dan juga logam dan mineral. Peningkatan harga komoditas pertanian utamanya didorong oleh peningkatan harga minyak sawit,” ujar Ateng dalam penyampaian Berita Resmi Statistik BPS awal September lalu.


Penguatan ekspor minyak sawit juga tercermin pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati atau HS15 yang menjadi salah satu komoditas pendorong ekspor nonmigas. Di sisi lain, sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan 7,16 persen sepanjang Januari–Juli 2026.


Mentan Amran mengatakan pertumbuhan ekspor tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat industri pengolahan berbasis pertanian. Menurutnya, semakin banyak komoditas yang diolah di dalam negeri, semakin besar pula peluang menciptakan nilai tambah sebelum produk memasuki pasar internasional.


“Yang paling penting adalah bagaimana nilai tambah itu kembali kepada petani dan pekebun. Produktivitas kita tingkatkan, kemudian hilirisasi kita dorong. Jadi dari hulu sampai hilir harus kuat,” katanya.


Untuk memperkuat sektor sawit, pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas melalui peremajaan tanaman, penggunaan benih unggul dan perbaikan budidaya. Penguatan di tingkat hulu tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan industri pengolahan di tingkat hilir agar produk pertanian Indonesia semakin kompetitif.


Peluang pasar ekspor juga terus terbuka. Tiongkok menjadi salah satu tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia, dengan nilai mencapai US$40,62 miliar sepanjang Januari–Juli 2026 atau meningkat 18,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kelompok lemak dan minyak hewani/nabati yang mencakup produk berbasis sawit turut menjadi bagian dari perdagangan tersebut.


Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan produksi dan hilirisasi memiliki ruang yang besar untuk meningkatkan peran komoditas pertanian dalam perdagangan internasional. Indonesia tidak hanya memiliki peluang untuk memperbesar volume ekspor, tetapi juga meningkatkan kualitas dan nilai ekonomi produk yang dipasarkan ke luar negeri.


Mentan Amran menegaskan penguatan ekspor pada akhirnya harus memberikan manfaat yang lebih besar bagi pelaku usaha di sektor pertanian, khususnya petani dan pekebun.


“Pertanian harus menghasilkan, harus memberikan nilai tambah. Kita ingin produk pertanian Indonesia semakin banyak masuk pasar dunia dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi petani,” tegasnya.


Pertumbuhan ekspor CPO dan produk turunannya sebesar 5,49 persen menjadi salah satu gambaran menguatnya kontribusi sawit terhadap perdagangan Indonesia. Pemerintah terus mendorong agar momentum tersebut diperkuat melalui peningkatan produktivitas dan hilirisasi, sehingga Indonesia semakin kompetitif sebagai produsen sekaligus eksportir produk pertanian bernilai tambah.(BB)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian

25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pembukaan Jambore dan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK-P4S) Nasional di Tasikmalaya, Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang […]

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Pilarpertanian – Inovasi pembangunan pertanian tidak hanya diwujudkan melalui penerapan teknologi, tetapi juga melalui kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi petani. Salah satunya adalah penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen yang berlaku sejak 22 Oktober 2025. Kebijakan ini menjadi langkah pemerintah untuk menekan biaya produksi sekaligus memperkuat fondasi usaha tani dalam […]

Deputi BI Apresiasi Mentan Amran, Sebut Panglima Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

Deputi BI Apresiasi Mentan Amran, Sebut Panglima Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

Pilarpertanian – Deputi Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono mengapresiasi kerja keras Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi nasional. Thomas menyebut Mentan Amran sebagai panglima pengendalian inflasi yang berperan besar dalam memastikan stabilitas harga pangan melalui kerja nyata di lapangan. Apresiasi tersebut disampaikan Thomas […]

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Kementan Perkuat Kebijakan Pro-Petani dan Peran Penyuluh

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Kementan Perkuat Kebijakan Pro-Petani dan Peran Penyuluh

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kebijakan yang berpihak kepada petani untuk meningkatkan produksi, kesejahteraan, dan mempercepat swasembada pangan nasional. Selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, transformasi pertanian dilakukan melalui pembenahan pupuk bersubsidi, penguatan harga hasil panen, modernisasi pertanian, dan optimalisasi lahan. Capaian dan kebijakan tersebut dibahas […]

Perkuat SPI, Kementan Dorong Pengawasan Independen dan Mitigasi Risiko

Perkuat SPI, Kementan Dorong Pengawasan Independen dan Mitigasi Risiko

Pilarpertanian – Penguatan Sistem Pengendalian Intern (SPI) menjadi langkah penting untuk menjaga akuntabilitas anggaran, mencegah penyimpangan, dan memastikan program berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan independen, pemetaan risiko, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan menjadi kunci tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab. Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, […]

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Pilarpertanian – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi periode percepatan pembangunan pertanian, terutama dalam memperkuat produksi dalam negeri, memperbaiki tata kelola pangan, dan meningkatkan keberpihakan kebijakan kepada petani. Salah satu capaian yang menonjol adalah percepatan target swasembada pangan, didukung kebijakan dari hulu hingga hilir. Tantangan yang dihadapi tidak […]

Mentan Amran Sambut Wamentan Alim, Perkuat Transformasi Pertanian dan Swasembada Pangan

Mentan Amran Sambut Wamentan Alim, Perkuat Transformasi Pertanian dan Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet untuk memperkuat kerja bersama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan dan mendorong transformasi pertanian nasional. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat komoditas strategis, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Penyambutan berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (19/10/2026). Mentan […]

Mentan Amran: Kebijakan Presiden Prabowo Dongkrak Daya Beli Petani Lampung

Mentan Amran: Kebijakan Presiden Prabowo Dongkrak Daya Beli Petani Lampung

Pilarpertanian – Kebijakan Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian mulai menunjukkan dampak terhadap daya beli petani di Lampung. Penurunan harga pupuk bersubsidi, penguatan harga komoditas, hingga penghentian impor singkong disebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus menggerakkan ekonomi di wilayah perdesaan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, arah kebijakan Presiden […]

Presiden Prabowo: Di Tengah Krisis Global, Indonesia Tetap Mampu Swasembada Pangan

Presiden Prabowo: Di Tengah Krisis Global, Indonesia Tetap Mampu Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan menjadi salah satu prestasi utama pemerintahannya dalam dua tahun terakhir. Di tengah ketidakpastian global dan ancaman krisis yang dapat mengganggu perdagangan internasional, Indonesia mampu menjaga ketersediaan pangan melalui penguatan produksi dalam negeri. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan Presiden […]