Geliat Pengembangan Pepaya Merah Delima di Kabupaten Kebumen

Pilar Pertanian Selasa, 20/11/2018 06:50 WIB · 49 kali dilihat
Geliat Pengembangan Pepaya Merah Delima di Kabupaten Kebumen Foto. Pepayah Merah Delima di Kab.Kebumen mulai bangkit.

Pilar - Pepaya Merah Delima pernah menjadi buah andalan di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah yang pernah berjaya dan menjadi komoditas ekspor. Di wilayah sepanjang pantai selatan Kab. Kebumen hingga Kab. Cilacap, dengan mudah dijumpai hamparan pertanaman pepaya, karena lahan dan agroekosistemnya sangat mendukung untuk tumbuh optimal tanaman pepaya.

Namun, pada tahun 2013, serangan penyakit jamur yang sangat cepat menyebar, menyebabkan penurunan produksi yang drastis akibat kematian tanaman yang sudah berproduksi, bahkan hingga saat ini masih menjadi momok bagi sebagian petani untuk menanam pepaya. Sekarang mulai bangkit kembali.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Kebumen, Pujirahayu mengatakan bahwa saat ini luas pertanaman pepaya di Kab. Kebumen sekitar 100 ha yang tersebar di wilayah bagian selatan.

Seiring dengan pencanangan tahun perbenihan nasional 2018 oleh Kementerian Pertanian, dimulai tahun 2017 hingga tahun 2018, BPTP Balitbangtan Jateng, Badan Litbang Pertanian menginisiasi kegiatan produksi benih pepaya merah delima (medel), di Kelompok tani Karangrejo Kec. Mirit. Pepaya tersebut adalah varietas unggul baru (VUB) hasil peneliti Balitbu Tropika Solok Sumatera Barat.

Pada tahun 2017, BPTP Balitbangtan Jateng telah memproduksi belin pepaya medel sebanyak 20.950 bibit yang telah didistribusikan kepada kelompok tani di Kab. Banyumas sebanyak 3000 bibit, Kab. Batang sebanyak 1500 bibit dan selebihnya dikembangkan di Kab. Kebumen.

Dan pada tahun 2018, diproduksi kembali sebanyak 15.000 benih yang telah dibagikan kepada kelompok tani di wilayah Kab. Cilacap dan Kab. Kebumen. Ruslan, anggota kelompok tani Karangrejo, Desa Petikusan, Kec. Mirit, salah satu petani penerima bantuan benih pepaya medel pada tahun 2017, sudah menanam sebanyak 700 pohon di lahan pasir sejak Desember 2017, dan pada bulan September 2018 sudah mulai panen. Selama dua bulan panen, sudah diperoleh hasil Rp. 30 juta. Keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi petani-petani lainnya untuk mengembangkan pepaya medel dan memupus ketakutan adanya serangan penyakit yang sempat menghabiskan tanamannya.

Melihat produksi yang tinggi dan harga yang kompetitif dari pepaya medel, Kadistan dan Pangan Kab. Kebumen Pujirahayu merasa optimis bahwa pengembangan pepaya di Kab. Kebumen akan bangkit kembali, dan berharap agar kelompok tani difasilitasi untuk dapat memproduksi benih secara mandiri serta penguatan kelembagaannya mendukung percepatan pengembangan pepaya yang tidak hanya di wilayah selatan namun juga di wilayah bagian utara Kab. Kebumen.

Gayungpun bersambut, agar petani dapat memproduksi benih pepaya medel secara mandiri, BPTP Balitbangtan Jateng menyelenggarakan bimbingan teknis teknologi produksi benih pepaya medel kepada 40 petani dari empat kecamatan di Kab. Cilacap dan 30 petani daei tiga kecamatan di Kab. Kebumen, yang notabene petani peserta terswbut adalaj penerima bantuan benih pepaya medel tahun 2017 dan 2018. Tidak tanggung-tanggung, sebagai narasumber sihadirkan secara langsung peneliti pepaya dari Balitbu Tropika. Selain pemaparan materi teknologi produkai benih secara detail, juga dilakukan kunjungan lapanh dimulai denhan pemangauan perkembangan benih, pengamatan dan penjelasan pengendalian OPT, serta identifikasi dan karakterisasi calon induk benih.

Kepala BPTP Balitbangtan Jateng Harwanto menyampaikan harapannya agar Kab. Kebumen menjadi pioner sekaligus sentra pengembangan pepaya medel di Jawa Tengah, serta tumbuh kelompok tani penangkar baru untuk mencukupi benih secara mandiri untuk memenuhan pengembangan pepaya lebih lanjut.(RS)