Genjot Pemenuhan Benih Kedelai Di Sumatera, Kementan Lakukan Pendampingan Intensif Petani Tebo
Foto : Gerakan Tanam Benih Sumber Kedelai Hasil Kerja Sama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Genjot Pemenuhan Benih Kedelai Di Sumatera, Kementan Lakukan Pendampingan Intensif Petani Tebo

Pilarpertanian - Kedelai sebagai salah satu sumber protein, banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia sebagai bahan pangan dan industri. Banyaknya kebutuhan kedelai sejumlah 610.000 ton pada tahun 2021 belum diimbangi dengan produksi dalam negeri. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai lembaga pembina petani menargetkan penanaman kedelai seluas 500.000 ha. Untuk mendukung kesuksesan program, perlu didukung penyediaan benih kedelai secara insitu terutama di wilayah sentra produksi. Ziadi selaku Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo menyampaikan bahwa berbagai program pengembangan kedelai telah dilaksanakan di Kabupaten Tebo.


Kegiatan lahan replanting sawit telah ditumpangsarikan dengan jagung atau kedelai, supaya tidak merugi selama 3 tahun menunggu tanaman berproduksi. “Saya selalu menghimbau kepada petani Tebo agar mereka mendukung setiap program pemerintah karena kontribusi Tebo terhadap produksi kedelai nasional cukup tinggi” imbuhnya.


“Kabupaten Tebo memiliki kearifan lokal, dimana satu – satunya daerah yang menanam kedelai sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun” ungkap Ahmad Mausul, Kepala Dinas Pertanian Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi. “Dari 3.200 ha program reguler dan 1.000 ha program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dilaksanakan di Kabupaten Merangin, Sarolangun, Bungo, Tebo dan Tanjungjabung Timur hampir seluruh kebutuhan benih dipenuhi dari Tebo” tambahnya.


Sementara itu Direktur Perbenihan, Muhammad Takdir Mulyadi berharap agar Provinsi Jambi dapat menjadi daerah sentra produksi kedelai terutama untuk mensupply wilayah Sumatera, apalagi Kabupaten Tebo yang memiliki potensi produktivitas kedelai mencapai 2 ton/ha. Dukungan alam dan sumber daya di Tebo, tentu saja merupakan nilai positif dalam pengembangan kedelai sehingga optimal hasilnya.



“Program pengembangan kedelai harus kita dukung baik melalui bantuan pemerintah maupun swadaya, karena dengan kemandirian produksi kedelai terutama ketersediaan benih kedelai secara insitu menjadi jaminan usaha budi daya kedelai akan terus berlangsung dan pada akhirnya kita dapat memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri” pungkasnya.


Kegiatan Perbanyakan Benih Sumber Kerja Sama antara Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) merupakan salah satu upaya Kementan untuk terus menjaga ketersediaan benih sumber kedelai. Kegiatan ini dilaksanakan pada 3 provinsi yaitu Provinsi Riau, Jambi dan Jawa Barat pada lahan seluas 38 hektar dengan pengawalan dan pendampingan secara intensif baik dari petugas lapang maupun BPTP dengan aplikasi teknologi tepat guna dan menerapkan inovasi dalam proses penanganan pasca panen. Dimana masa kadaluarsa benih kedelai sangat pendek hanya mencapai 3-4 bulan, hal ini tentu saja perlu diberikan perlakuan khusus untuk memperpanjang masa simpan dan menjaga vigor benih sehingga tetap tumbuh dengan baik.


Pada kesempatan tersebut, Kementan melakukan gerakan tanam sebagai salah satu upaya untuk memberikan motivasi bagi petani dengan perhatian dan kehadiran dari pejabat yang berwenang di bidang pertanian. Selain itu juga dilaksanakan Bimbingan Teknis yang menghadirkan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi (Salwati), Kepala UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Perbenihan Tanaman Jambi (Taufik), dan Perwakilan UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Jambi (Indra) sehingga dapat menyalurkan ilmu dan teknologi baru sehingga dapat diterapkan dalam proses budi daya.


Parmanto sebagai Ketua Kelompok Tani Mekar Sari di Desa Sumber Sari Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Kita sangat mendukung program ini, karena kami jadi semakin mengerti teknologi yang tepat untuk menghasilkan benih kedelai bermutu dan dapat beredar di pasar bebas” ujarnya.


Ditempat terpisah, Suwandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan menyatakan bahwa program pengembangan kedelai terus kita galakkan di seluruh Indonesia baik produksi untuk benih maupun konsumsi. “Kita harus mandiri, ke depan jangan lagi bergantung dari negara lain. Karena kedelai ini tanaman hebat, justru dengan menanam kedelai bisa menyuburkan tanah dan mengikat Nitrogen di udara bebas” tekannya. “Harga kedelai saat ini juga sangat bagus, peluang pasarnya luar biasa, jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak tanam kedelai kan” pungkasnya.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Kunyit Si Penyumbang Devisa, Produksinya Aman untuk Kebutuhan Dalam Negeri

Kunyit Si Penyumbang Devisa, Produksinya Aman untuk Kebutuhan Dalam Negeri

Pilarpertanian – Terhitung semenjak Covid-19 merebak, orang mencari kunyit sebagai alternatif pengobatan sekaligus untuk menjaga daya tahan tubuh. Tanaman ini juga dikenal sebagai bumbu dapur yang banyak diminati pasar dalam negeri maupun luar negeri. Penjualannya tidak hanya sebatas produk segar namun juga dalam bentuk simplisia. Sentra terbesar kunyit tersebar di Jawa Timur (53,5 %), Jawa […]

Polbangtan Kementan Angkat Program Lumbung Mataraman di Ajang SEAVEG 2021

Polbangtan Kementan Angkat Program Lumbung Mataraman di Ajang SEAVEG 2021

Pilarpertanian – YOGYAKARTA – Rangkaian kegiatan International Symphosium 2021 Southeast Asia Vegetable (SEAVEG) telah resmi ditutup, Jumat (19/11) petang. Acara penutupan tersebut sekaligus mengumumkan deretan peraih penghargaan kategori the outstanding oral and poster presentation. Salah satu penerimanya adalah Polbangtan Yogyakarta Magelang (YoMa), UPT di bawah BPPSDMP Kementan. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pertanian membutuhkan […]

Presiden Minta Petani Gunakan Mekanisasi Pertanian

Presiden Minta Petani Gunakan Mekanisasi Pertanian

Pilarpertanian – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi sarana dan prasarana Pertanian yang dimiliki Kementan. Hal ini disampaikan Presiden saat mencoba mesin traktor khusus penanaman jagung di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Menurut Presiden, penanaman jagung dengan memanfaatkan teknologi dan mekanisasi perlu diperluas dan dikenalkan kepada para petani Indonesia. Apalagi penggunaan traktor planter jagung sangat mudah karena […]

Mentan : Kita Harus Berani Melompat untuk Genjot Ekspor

Mentan : Kita Harus Berani Melompat untuk Genjot Ekspor

Pilarpertanian – Meski pandemi, pertanian tetap berproduksi dan berkontribusi dalam neraca perdagangan. Nilai ekspor sektor pertanian relatif tumbuh positif setiap bulannya, bahkan dari tahun lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pada saat melepas ekspor pertanian senilai 568,7 miliar rupiah di Pelabuhan Peti Kemas JICT Tanjung Priok (25/11). “Tak tanggung-tanggung ekspor kali […]

Mentan SYL Pimpin Patroli Laut Awasi Pangan Berbahaya

Mentan SYL Pimpin Patroli Laut Awasi Pangan Berbahaya

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memimpin patroli laut di perairan Jakarta Utara, Kamis, 25 November 2021. Dalam kegiatan ini Mentan berpatroli bersama dengan anggota Polairud Mabes Polri untuk memastikan pengawasan keluar masuknya produk pangan nasional sebelum tiba di gudang karantina Pelabuhan Tanjung Priok. “Patroli ini untuk memastikan berbagai aktivitas kita dalam rangka […]

Kementan: Stok Jagung Nasional Diperkuat Di Sentra Produksi

Kementan: Stok Jagung Nasional Diperkuat Di Sentra Produksi

Pilarpertanian – Tanaman jagung merupakan jenis tanaman pangan yang tumbuh di banyak wilayah di Indonesia. Dengan berbagai jenisnya, jagung menjadi sumber pakan, konsumsi dan bahan baku industri. Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan tren kebutuhan jagung nasional terus meningkat untuk kebutuhan berbagai kebutuhan, utamanya untuk pakan ternak, industri pangan dan konsumsi. Karenanya pemerintah secara serius […]

Perhelatan ODICOFF : Kementan Beri Wacana Kerja Sama Pengembangan Bawang Bombai Indonesia-Belanda

Perhelatan ODICOFF : Kementan Beri Wacana Kerja Sama Pengembangan Bawang Bombai Indonesia-Belanda

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melakukan kunjungan ke berbagai negara dalam rangka mendorong ekspor produk pertanian. Gelaran kunjungan yang bertajuk One Day with Indonesian Coffee, Fruits and Floriculture (ODICOFF) diharapkan mampu mendorong ekspor dan pengenalan produk pertanian secara global, sesuai dengan program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) yang digaungkan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo. […]

Kementan Panen Ubi Jalar Bibit Unggul Varietas Rancing di Kabupaten Bandung

Kementan Panen Ubi Jalar Bibit Unggul Varietas Rancing di Kabupaten Bandung

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Bumi Mazarie serta Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung dan Peneliti dari Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran serta perwakilan dari Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang bersama seluruh petani ubi jalar dari Kecamatan Baleendah dan […]

Tanam Jagung di Jeneponto, Presiden Jokowi Tegaskan Kebutuhan Nasional Bisa Dipenuhi Petani Lokal

Tanam Jagung di Jeneponto, Presiden Jokowi Tegaskan Kebutuhan Nasional Bisa Dipenuhi Petani Lokal

Pilarpertanian – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengikuti kegiatan tanam jagung pada hamparan seluas 1.000 hektare di Kelurahan Tolokota, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Presiden optimistis dengan semakin banyaknya petani lokal yang menanam jagung, kebutuhan jagung nasional bisa terpenuhi. “Hari ini saya bersama Menko Perekonomian, Menteri Pertanian, Gubernur […]