Hanjeli Sebagai Potensi Pangan Lokal Indonesia, Mulai Dilirik Dikembangkan
Foto : Tanaman Hanjeli Menjadi Salah Satu Tanaman Pangan Alternatif yang Telah Lama Dikenal dan Dibudidayakan di Daerah Jawa Barat.

Hanjeli Sebagai Potensi Pangan Lokal Indonesia, Mulai Dilirik Dikembangkan

Pilarpertanian - Hanjeli, salah satu tanaman pangan alternatif yang termasuk ke dalam golongan tanaman serealia yang telah lama dikenal dan dibudidayakan di Indonesia khususnya di daerah Jawa Barat. Hanjeli berasal dari Asia Timur khususnya dari China dan telah banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat dan pangan fungsional. Hanjeli tersebar di Asia Tenggara terutama di Filipina, Myanmar, Thailand dan termasuk di Indonesia.


Hanjeli memiliki kemampuan adaptasi tumbuh yang baik dan memiliki toleransi dalam keadaan suhu rendah, minim air, tanah asam maupun basa sehingga cocok untuk dijadikan sebagai tanaman alternatif pada lahan yang kurang subur. Oleh karena itu, hanjeli memiliki potensi yang sangat besar sebagai pangan alternatif.


Menurut Guru Besar Fakultas Pertanian UNPAD, Tati Nurmala dalam acara Webinar Propaktani Episode ke 79 yang diselenggarakan atas kerja sama Ditjen tanaman Pangan dengan ISWI disiarkan secara langsung di Propakatani TV mengatakan, Hanjeli banyak dibudidayakan masyarakat terutama di daerah Jawa Barat sebagai tanaman selingan, yang ditanam tanpa menggunakan teknik budi daya intensif sehingga memudahkan petani.


Selain mudah dibudidayakan petani, hanjeli juga dapat dijadikan sebagai tepung yang menjadi bahan baku pembuatan kue serta dapat diolah menjadi beras. “Hanjeli ini cocok untuk penderita diabetes karena dapat menurunkan kasar gula darah, berat badan dan kolesterol,” sebut Warid Ali Qosim, Guru Besar Fakultas Pertanian UNPAD.



Pengembangan hanjeli tidak hanya pada budidayanya saja namun juga perlu dipikirkan dari aspek hilirnya. Dr. Nonon Saribanon mengatakan terdapat 2 cara dalam pengembangan Program Ekonomi Lokal Hanjeli. Yang pertama dengan perencanaan program yang melingkupi aspek pengkajian, penyusunan roadmap, pemetaan potensi dan inisiasi dengan stakeholders terkait. Yang kedua dengan implementasi program yakni dengan pendekatan partisipatif, penguatan kelembagaan, membangun kemitraan dan inovasi serta continual improvement.


Sementara di tempat terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan mengatakan, pengembangan hanjeli sebagai sumber pangan alternatif merupakan salah satu solusi yang bagus dalam peningkatan diversifikasi pangan lokal Indonesia. Hal ini sejalan dengan kebijakan Bapak Menteri Pertanian yang tertuang dalam Cara Bertindak ke 2 dari 5 Cara Bertindak Pembangunan Pertanian 2020 – 2024.


Pengembangan budi daya pangan lokal harus didukung karena memiliki keunggulan. “Saya tekankan pangan lokal karena pangan lokal memiliki potensi yang luar biasa. Pangan lokal jelas cita rasa dan asal usulnya, tanpa treatment. Unsurnya lebih fresh dibanding impor. Ayo kita sukai pangan lokal kita,” ucap Suwandi. Untuk diketahui, Kementan selama ini telah berupaya menjaga dan meningkatkan kualitas pangan Indonesia selain dari sisi kuantitas produksi.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Atasi Harga Pakan, DPR Minta Kemendag Jangan Gegabah Impor Jagung

Atasi Harga Pakan, DPR Minta Kemendag Jangan Gegabah Impor Jagung

Pilarpertanian – Rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Perdagangan (Mendag), M. Luthfi berlangsung panas saat membahas soal jeritan peternak atas anomali harga telur yang saat ini anjlok disaat harga jagung untuk pakan naik. Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun diminta untuk membuat terobosan, tidak hanya sekedar menulis surat ke kementerian lain atasi jeritan peternak ini. […]

Kementan Siap Tunjukkan Lokasi Stok Jagung

Kementan Siap Tunjukkan Lokasi Stok Jagung

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian menegaskan data stok jagung hingga 2,3 juta ton benar adanya di lapangan. Hal ini ditegaskan Direktur Serelia Ditjen Tanaman Pangan, Moh. Ismail Wahab merespon keraguan data stok jagung. Menurut Ismail, Kementan melakukan update data stok jagung secara reguler setiap minggunya. Bahkan ada dua unit kerja yang secara aktif melakukan, yaitu Badan […]

Rembug Paripurna KTNA 2021, Susun Visi 5 Tahun Ke Depan

Rembug Paripurna KTNA 2021, Susun Visi 5 Tahun Ke Depan

Pilarpertanian – Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional segera menggelar rembug paripurna organisasi sebagai penyegaran dan pergantian jajaran pengurus baru untuk 5 tahun ke depan. KTNA adalah organisasi yang lahir dari rahim petani pada tahun 1971 di Cihea, Cianjur, Jawa Barat. Sekjen KTNA nasional, H. Mohamad Yadi Sofyan Noor, SH. mengatakan, pergantian pengurus ini […]

Dean Novel : Jangan Membuat Kesimpulan Tentang Stok Jagung di Dalam Negeri Untuk Tujuan Impor Jagung

Dean Novel : Jangan Membuat Kesimpulan Tentang Stok Jagung di Dalam Negeri Untuk Tujuan Impor Jagung

Pilarpertanian – Pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Luthfi yang mengatakan bahwa stok jagung nasional saat ini dalam kondisi tidak tersedia mendapat beragam respon penolakan dari petani maupun pedagang jagung. Dean Novel Direktur PT Datu Nusra Agrobisnis (DNA), salah satu korperasi jagung di Nusa Tenggara Barat, saat diwawancara terkait hal ini pada hari Rabu (22/9) mengatakan […]

Pemerintah RI – Belgia Tandatangani Kerja Sama Peternakan

Pemerintah RI – Belgia Tandatangani Kerja Sama Peternakan

Pilarpertanian – Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI) Syahrul Yasin Limpo bersama Menteri Usaha Kecil, Wiraswasta, SME dan Pertanian Belgia David Clarinval, menandatangani Pernyataan Kehendak atau Letter of Intent (LoI) untuk penguatan kerja sama Peternakan di bidang kualitas dan keamanan kesehatan hewan, di kantor pusat Belgian Blue Group di kota Ciney, Provinsi Namur, Belgia pada Senin, […]

Ini Tips Dari Narji Agar Petani Milenial Berjaya di Bisnis Pertanian

Ini Tips Dari Narji Agar Petani Milenial Berjaya di Bisnis Pertanian

Pilarpertanian – Media sosial saat ini sangat penting keberadaannya bukan hanya di kalangan instansi pemerintah tapi juga sangat berarti bagi petani karena dapat menjadi peluang yang luar biasa dalam mendukung beragam kegiatan usahatani di era digitalisasi termasuk pada kegiatan bisnis pertanian yang dikelola oleh petani milenial. Hal itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Retno Sri […]

Produksi Jagung Cukup, Akademisi IPB: Jangan Sampai Impor Untuk Persiapan 2024

Produksi Jagung Cukup, Akademisi IPB: Jangan Sampai Impor Untuk Persiapan 2024

Pilarpertanian – Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi mensinyalir dengan kondisi produksi jagung dalam negeri saat ini dalam cukup untuk memenuhi kebutuhan, terjadinya anomali harga pakan ternak naik secara implisit memiliki kepentingan untuk dilakukan impor jagung. Pasalnya, mengacu data prognosa produksi jagung dengan kadar air 14% tahun 2021 sebesar 18,7 juta ton, kebutuhan setahun […]

Kementan Ajak Masyarakat Gencarkan Penganekaragaman Pangan

Kementan Ajak Masyarakat Gencarkan Penganekaragaman Pangan

Pilarpertanian – Salah satu masalah ketahanan pangan di Indonesia adalah pola konsumsi masyarakat yang masih bergantung pada komoditas tertentu, khususnya beras dan kurang konsumsi pangan sumber protein hewani, sayuran dan buah. “Untuk mengatasi masalah tersebut, kami mengajak masyarakat melakukan penganekaragaman pangan,” ujar Plt Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Sarwo Edhy, pada acara Serah Terima […]

Program Makmur, Memberi Solusi Tambahan Manfaat Bagi Petani

Program Makmur, Memberi Solusi Tambahan Manfaat Bagi Petani

Pilarpertanian – Program Makmur yang sebelumnya bernama “Agrosolution” merupakan sebuah program yang diyakini dapat memberikan banyak manfaat. M. Burmansyah, selaku PM Makmur, PT. PIHC dalam webinar Bimtek Propaktani episode 104 hari Kamis (16/9) mengatakan program ini dapat meningkatkan produktivitas, praktek pertanian unggul dan penggunaan pupuk non subsidi untuk membantu kebutuhan mereka. Burmansyah menjelaskan program ini […]