Kementan dan Kemenperin Terus Kembangkan IKM Hilirisasi Pangan
Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kemenperin, Achmad Sufiardi dalam Acara Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Propaktani Episode 483 Secara Daring.

Kementan dan Kemenperin Terus Kembangkan IKM Hilirisasi Pangan

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengembangkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) hilirisasi pangan. Ini mengingat IKM memiliki peran yang strategis dalam perekonomian nasional, di mana dari jumlah unit usaha yang berjumlah 3,4 juta unit dan merupakan lebih dari 90 persen dari unit usaha industri nasional.


Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BBSPJIA) Kemenperin, Achmad Sufiardi menuturkan Kementan telah meluncurkan program Propaktani yang merupakan program pengembangan kawasan tanaman pangan berbasis korporasi. Propaktani merupakan pola pertanian baru dengan perbaikan pada aspek manajemen yang juga dapat memperkuat IKM berbasis tanaman pangan.


“Propaktani memiliki tujuan untuk efisien input, meningkatkan produktivitas dan hasilnya produk berdaya saing. Berkat keberadaan Propaktani yang kuat, IKM berbasis tanaman pangan tertentu baik di dalam maupun luar kawasan dapat tumbuh dan berkembang,” kata Achmad dalam acara Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) Propaktani Episode 483, kemarin Rabu (7/6/2022).


“Propaktani ini adalah contoh program yang mengintegrasikan tidak hanya pertanian dengan perindustrian, tapi juga perlu melibatkan berbagai pihak seperti perbankan, koperasi, BUMN,” sambungnya.



Disamping itu, IKM juga memiliki ragam produk yang sangat banyak, mampu mengisi wilayah pasar yang luas dan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat luas, serta memiliki ketahanan terhadap berbagai krisis yang terjadi. Dengan karakteristik tersebut, maka tumbuh dan berkembangnya IKM akan memberikan andil yang sangat besar dalam mewujudkan ekonomi nasional yang tangguh dan maju yang berciri kerakyatan.


Kepala Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi dan Kebijakan Jasa Industri, BSKJI, Kemenperin, Heru Kustanto menjelaskan program Penguatan Industri Melalui Optimalisasi Teknologi (PINOTI) sebagai pendukung penciptaan wirausaha industri baru untuk pengembangan industri kecil menengah. PINOTI adalah program yang dikembangkan oleh Kementerian Perindustrian melalui Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) untuk memperkuat kemampuan perusahaan industri baru, khususnya IKM melalui optimalisasi teknologi.


“Program ini memberikan memberikan fasilitasi penguatan industri melalui diagnosis dan penyelesaian permasalahan teknologi yang dihadapi perusahaan industri baru, pendampingan penyelesaian permasalahan industri serta fasilitasi lainnya,” jelas Heru.


“Untuk realisasinya, website PINOTI telah mencapai 40 persen dan telah terdata 20 wirausaha baru berpotensi 15 industri diarahkan untuk mendaftar melalui website PINOTI,” tambahnya.


Sementara itu, terkait pengembangan inkubator bisnis teknologi untuk IKM pangan, Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada K/L Masyarakat dan UMKM, BRIN, Dadan Nugraha menuturkan IKM baru perlu Inkubasi Bisnis Teknologi karena salah satu kelemahan umum pada IKM adalah kurangnya inovasi dan akses terhadap teknologi IKM-perusahaan rintisan. Umumnya memiliki sumber daya yang sangat terbatas dengan agenda pengembangan produk dan bisnis yang syarat ketidakpastian.


“Beberapa tipe masalah yang dihadapi bukan masalah business as usual lisensi, HKI, investor modal usaha, dll. Sebagian besar founder PR adalah pemula dalam dunia bisnis dengan skill manajemen yang kurang terlatih,” jelasnya.


Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan Kementan terus mendorong pengembangan hilirisasi pertanian guna mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern sehingga sektor pertanian semakin kuat sebagai penopang pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan dan nasional, terutama di tengah tantangan global. Seluruh pangan lokal seperti jagung, ubi jalar dan lain-lain semuanya mempunyai manfaat yang luar biasa.


“Dengan kreativitas, semua bagian dapat diolah menjadi produk pertama, sampingan, dan sisanya pun bisa dijadikan kompos. Kunci keberhasilan komoditas pangan lokal diminati industri yakni melakukan market driven, yakni bagaimana merekayasa sedemikian rupa pangan lokal menjadi lifestyle yang diminati konsumen terutama kaum milenial,” terangnya.


“Apabila dari sisi market driven didorong, maka petani akan senang karena produknya dibeli dan dipasarkan dengan baik,” pinta Suwandi.(BB)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Mentan SYL Hadir di Buleleng, Tindak Lanjuti Reforma Agraria

Mentan SYL Hadir di Buleleng, Tindak Lanjuti Reforma Agraria

Pilarpertanian – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa, 21 Juni 2022. Di sana, Mentan meninjau pelaksanaan inseminasi buatan (IB) bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal Moeldoko. IB sendiri merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian dalam rangka meningkatkan populasi nasional melalui optimalisasi penggunaan bibit pejantan unggul sehingga kebutuhan […]

Mentan SYL di Sambangi Mendag Zulhas di Kantor Kementan, Bahas Pangan Hingga Perlindungan Petani

Mentan SYL di Sambangi Mendag Zulhas di Kantor Kementan, Bahas Pangan Hingga Perlindungan Petani

Pilarpertanian – Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan memastikan kolaborasi membangun pangan nasional dengan Kementerian Pertanian akan dilakukan secara intens. Menurutnya, Kemendag dan Kementan harus berada di garda depan dalam melakukan perlindungan terhadap petani dan pedagang kecil. “Tidak boleh ada gap (celah pemisah) antara Kementerian, Kami sudah biasa telpon-telpon, sudah beres,” ujar Zulhas, sapaan karib Zulkifli […]

Kementan Dukung Peningkatan Kapasitas Petani Subang Dalam Pengendalian Hama PBP

Kementan Dukung Peningkatan Kapasitas Petani Subang Dalam Pengendalian Hama PBP

Pilarpertanian – Serangan hama penggerek batang pada tanaman padi (PBP) pada musim tanam 2021/2022 dilaporkan mengalami kenaikan di wilayah Kabupaten Subang. Peningkatan serangan hama PBP terjadi di antara Maret sampai dengan April 2022. Lahan padi yang terserang dengan intensitas serangan yang tinggi dihadapkan dengan penurunan produksi. Merespon hal tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Subang memberikan perhatian […]

Kementan Dorong Korporatisasi Pertanian Berbasis Pesantren

Kementan Dorong Korporatisasi Pertanian Berbasis Pesantren

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong korporatisasi pertanian berbasis pesantren untuk meningkatkan rantai pasok produk pertanian Tanah Air. Sebagai salah satu pusat kegiatan pendidikan, pesantren dinilai juga dapat memainkan perannya dalam pengembangan pertanian, yakni pemberdayaan petani, santri dan masyarakat sehingga melahirkan rantai pasok yang bermanfaat bagi perekonomian sekitar pesantren. Pondok Pesantren Fathul Ulum Jombang […]

Ini Cara Kenali dan Kelola Penyakit Terbawa Benih

Ini Cara Kenali dan Kelola Penyakit Terbawa Benih

Pilarpertanian – Patologi benih merupakan salah satu bidang ilmu dari penyakit tanaman (fitopatologi), didefinisikan sebagai studi tentang penyakit pada benih untuk mengetahui faktor penyebab penyimpangan fungsi benih. Uji kesehatan benih berperan penting dalam perbaikan mutu benih (seed improvement), perdagangan benih (seed trade), dan perlindungan tanaman (plant protection). Salah satu faktor penting yang menentukan tingkat hasil […]

Mentan SYL Ajak Negara-Negara di Dunia Tekan Food Loss and Waste

Mentan SYL Ajak Negara-Negara di Dunia Tekan Food Loss and Waste

Pilarpertanian – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengajak Negara-negara di dunia untuk menerapkan konsep pengurangan food loss and waste (FLW). FLW sendiri adalah suatu konsep untuk mengurangi makanan yang terbuang secara percuma terhadap ketersediaan pangan yang ada. “Besarnya potensi penurunan FLW yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber ketersediaan pangan menjadi alasan mengapa aspek ini […]

Gelar Seminar Nasional, Mahasiswa Polbangtan Siap Berkembang Melesat dengan IoT

Gelar Seminar Nasional, Mahasiswa Polbangtan Siap Berkembang Melesat dengan IoT

Pilarpertanian – YOGYAKARTA – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang gelar Seminar Nasional dengan Tema Thrive With IOT : Future Agriculture. Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut Dies Natalis Ke-4 Polbangtan Yogyakarta-Magelang ini jua bertujuan meningkatkan wawasan mahasiswa dam civitas akademika Polbangtan Yogyakarta Magelang akan perkembagan pertanian di era maraknya penggunaan IoT. Menteri Pertanian Syahrul […]

Kementan : Keberhasilan Vaksinasi PMK Butuh Partisipasi Aktif Peternak

Kementan : Keberhasilan Vaksinasi PMK Butuh Partisipasi Aktif Peternak

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak peternak berpartisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) darurat untuk mencegah penyebaran PMK di Indonesia. “Untuk mencapai keberhasilan vaksinasi, diperlukan keterlibatan dan dukungan semua pihak, terutama seluruh peternak di Indonesia,“ ujar Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementan, Kuntoro Boga Andri saat memberikan keterangan pers […]

Harga Cabai Melonjak, Kementan Pasti Bergerak

Harga Cabai Melonjak, Kementan Pasti Bergerak

Pilarpertanian – Melonjaknya harga cabai sejak awal Juni lebih disebabkan oleh produktivitas pertanaman yang menurun sebagai dampak cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan yang masih tinggi di sepanjang tahun sejak Oktober 2021 hingga Juni 2022. Berdasarkan data BMKG, curah hujan pada periode April-Mei 2022 cenderung lebih tinggi dibandingkan periode April-Mei 2021. Hal ini secara tidak […]