Kementan Dorong Kemitraan Petani dengan Stakeholder Agensia Hayati
Foto : Kemitraan Petani P4 dengan PT Prima Agrotech di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Kementan Dorong Kemitraan Petani dengan Stakeholder Agensia Hayati

Pilarpertanian - Semakin kesadaran masyarakat akan kesehatan tubuh dan lingkungan, maka semakin tinggi pula tuntutan penggunaan bahan-bahan yang alami, ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam memproduksi tanaman pangan. Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengembangkan inovasi pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, dengan menggunakan bahan-bahan yang dapat di persawahan.


Salah satu kegiatan yang dilakukan Kementan adalah Pemberdayaan Petani dalam Pemasyarakatan PHT (P4). Kegiatan P4 ini dilakukan dibeberapa provinsi sentra tanaman pangan di Indonesia.


“Kita harus mewariskan tanah-tanah yang subur untuk anak cucu kita, oleh karena itu, kita harus berupaya untuk dapat mewariskan tanah yang subur tersebut”, ucap Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Mohammad Takdir Mulyadi saat memberikan sambutan dalam acara Kemitraan Petani P4 dengan PT Prima Agrotech Jumat (22/10/2021) di Kabupaten Lombok Timur.


Takdir menambahkan ke depan kita ingin melihat pembangunan pertanian yang berkelanjutan, dengan budi daya ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan untuk mengendalikan OPT.



Program P4 mendorong pemberdayaan petani menghasilkan sendiri bahan untuk pengendalian Hama dan Penyakit (OPT). Dalam kegiatan P4 peserta akan dibekali pengetahuan untuk membuat isolat agensia pengendali hayati (APH) dari hasil eksplorasi (pencarian) di lahan mereka sendiri.


“Bahan-bahan yang sudah dihasilkan dari program P4 dapat dimanfaatkan juga oleh petani-petani lainnya, termasuk juga memitrakan petani dengan stakeholder agar produk-produk yang dihasilkan oleh petani dapat berlanjut dan bermanfaat”, tambahnya.


Di tempat yang sama, Gunawan Direktur PT Prima Agrotech menyambut baik upaya dari petani untuk bermitra dengan perusahaan yang dipimpinnya. “Untuk saat ini memang belum banyak agensia hayati yang bisa kami mitrakan, namun kami akan terus berupaya untuk mendampingi petani bisa menghasilkan isolat yang baik untuk dimanfaatkan oleh petani lainnya” tuturnya.


Gunawan menjelaskan kunci dari isolat agensia hayati yang baik ada 3 hal yaitu viabilitas, virulensi dan kemurniannya. Sebagai bentuk keseriusan kemitraan PT Prima Agrotech dengan petani P4, Gunawan juga menyerahkan bantuan berupa empat chest freezer untuk 4 (empat) kelompok pelaksana kegiatan P4 di provinsi Nusa Tenggara Barat. Selain di Provinsi NTB, PT. Prima Agrotech juga telah bermitra dengan poktan P4 di Provinsi Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.


Herman Sopian, Ketua Kelompok Tani Lombok Organik menyampaikan ungkapan rasa terima kasihnya kepada pemerintah karena sudah disertakan dalam program P4. Menurutnya, program P4 sangat baik dalam mensosialisasikan secara luas kepada petani untuk menggunakan agensia hayati.


“Sekarang ini kami sebagai petani milenial sudah sangat menyadari pentingnya menggunakan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan di persawahan kami” tuturnya.


Herman menambakan tidak mau mencemari lahan persawahan dengan menggunakan bahan kimiawi yang dapat merusak lingkungan, khususnya tanah dan air di sawah.


“Semoga semakin banyak program seperti ini (P4) yang diberikan oleh pemerintah kepada petani, agar pertanian Indonesia ke depannya semakin baik”, ungkap Herman.


Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi terus berkomitmen mendorong dan mendukung kegiatan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) berbasis alami dengan menggunakan agens hayati sebagai bahan pengendaliannya.


“Dengan semakin meningkatnya kesadaran petani terhadap pentingnya budi daya tanaman sehat dan pengendalian OPT berbasis ramah lingkungan, diharapkan kesejahteraan petani turut meningkat karenanya. Hal ini, sesuai arahan Mentan SYL agar terus berinovasi dalam menjaga produksi pangan dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, karena petani merupakan ujung tombak ketahanan pangan negara.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Presiden Minta Petani Gunakan Mekanisasi Pertanian

Presiden Minta Petani Gunakan Mekanisasi Pertanian

Pilarpertanian – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi sarana dan prasarana Pertanian yang dimiliki Kementan. Hal ini disampaikan Presiden saat mencoba mesin traktor khusus penanaman jagung di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Menurut Presiden, penanaman jagung dengan memanfaatkan teknologi dan mekanisasi perlu diperluas dan dikenalkan kepada para petani Indonesia. Apalagi penggunaan traktor planter jagung sangat mudah karena […]

Kementan Fasilitasi Pembentukan Korporasi Pertanian

Kementan Fasilitasi Pembentukan Korporasi Pertanian

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus memperkuat sektor pertanian di tengah dampak pandemi Covid-19 agar pangan tidak bergantung pada impor dan mampu berdaulat pangan di negeri sendiri. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah pengembangan kelembagaan petani berbentuk korporasi berbasis kawasan yang difasilitasi melalui pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) untuk mewujudkan pertanian yang mandiri, maju dan modern. […]

Kunyit Si Penyumbang Devisa, Produksinya Aman untuk Kebutuhan Dalam Negeri

Kunyit Si Penyumbang Devisa, Produksinya Aman untuk Kebutuhan Dalam Negeri

Pilarpertanian – Terhitung semenjak Covid-19 merebak, orang mencari kunyit sebagai alternatif pengobatan sekaligus untuk menjaga daya tahan tubuh. Tanaman ini juga dikenal sebagai bumbu dapur yang banyak diminati pasar dalam negeri maupun luar negeri. Penjualannya tidak hanya sebatas produk segar namun juga dalam bentuk simplisia. Sentra terbesar kunyit tersebar di Jawa Timur (53,5 %), Jawa […]

Terus Tingkatkan Produksi, Kementan Gunakan Benih Unggul Bersertifikat

Terus Tingkatkan Produksi, Kementan Gunakan Benih Unggul Bersertifikat

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus melakukan upaya dalam pencapaian sasaran produksi tanaman pangan. Salah satu upaya dalam pencapaian sasaran produksi tanaman pangan adalah melalui peningkatan produktivitas diantaranya dengan penggunaan benih varietas unggul bersertifikat. Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementan, Takdir Mulyadi menjelaskan penggunaan benih varietas unggul bersertifikat yang dibarengi dengan penerapan teknologi yang tepat telah terbukti […]

Mentan SYL Pimpin Patroli Laut Awasi Pangan Berbahaya

Mentan SYL Pimpin Patroli Laut Awasi Pangan Berbahaya

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memimpin patroli laut di perairan Jakarta Utara, Kamis, 25 November 2021. Dalam kegiatan ini Mentan berpatroli bersama dengan anggota Polairud Mabes Polri untuk memastikan pengawasan keluar masuknya produk pangan nasional sebelum tiba di gudang karantina Pelabuhan Tanjung Priok. “Patroli ini untuk memastikan berbagai aktivitas kita dalam rangka […]

Potensi Singkong di Flores, Pengungkit Kesejahteraan Petani Nusa Tenggara Timur

Potensi Singkong di Flores, Pengungkit Kesejahteraan Petani Nusa Tenggara Timur

Pilarpertanian – Pemerintah melakukan upaya percepatan diversifikasi pangan salah satunya dengan pengolahan singkong menjadi bahan pangan bernilai ekonomis. Menurut Ketua Koperasi Produsen Mitra Tani Sejahtera Tommy Djari, potensi tersebut dapat membangun kemitraan dalam mengembangkan singkong. Tommy yang juga pelaku usaha ini semakin tertarik dengan singkong karena kondisi tanah dan alam di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara […]

Kementan Dorong Singkong Sebagai Pangan Alternatif

Kementan Dorong Singkong Sebagai Pangan Alternatif

Pilarpertanian – Ubi kayu merupakan salah satu komoditi tanaman pangan yang kaya akan manfaat. Ubi kayu atau sering disebut juga singkong, kini tidak hanya untuk pangan pokok, tapi bahan baku pakan ternak, kosmetik, farmasi, hingga energi. Singkong diperkenalkan dan ditanam di Indonesia oleh bangsa Portugis pada abad ke 16 dan pada tahun 1810 pemerintah Hindia […]

Kementan: Stok Jagung Nasional Diperkuat Di Sentra Produksi

Kementan: Stok Jagung Nasional Diperkuat Di Sentra Produksi

Pilarpertanian – Tanaman jagung merupakan jenis tanaman pangan yang tumbuh di banyak wilayah di Indonesia. Dengan berbagai jenisnya, jagung menjadi sumber pakan, konsumsi dan bahan baku industri. Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan tren kebutuhan jagung nasional terus meningkat untuk kebutuhan berbagai kebutuhan, utamanya untuk pakan ternak, industri pangan dan konsumsi. Karenanya pemerintah secara serius […]

Mentan : Kita Harus Berani Melompat untuk Genjot Ekspor

Mentan : Kita Harus Berani Melompat untuk Genjot Ekspor

Pilarpertanian – Meski pandemi, pertanian tetap berproduksi dan berkontribusi dalam neraca perdagangan. Nilai ekspor sektor pertanian relatif tumbuh positif setiap bulannya, bahkan dari tahun lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pada saat melepas ekspor pertanian senilai 568,7 miliar rupiah di Pelabuhan Peti Kemas JICT Tanjung Priok (25/11). “Tak tanggung-tanggung ekspor kali […]