Kementan Percepat Tanam CSR 2026, Pastikan Lahan Segera Produktif
Kegiatan Tanam Serempak di Desa Padang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Kementan Percepat Tanam CSR 2026, Pastikan Lahan Segera Produktif

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian mempercepat penanaman pada lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2026 untuk memastikan lahan yang telah dikonstruksi dan diolah segera produktif. Percepatan ini penting agar investasi pemerintah dalam pembukaan lahan baru memberikan manfaat nyata bagi petani, meningkatkan indeks pertanaman (IP), dan memperkuat produksi pangan nasional.


Upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Serempak yang dipusatkan di Desa Padang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan tanam nasional dengan target 10.000 hektare pada lokasi CSR 2026 di berbagai wilayah Indonesia.


Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, didampingi Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Andi Amal Hayat Makmur, dan Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, serta jajaran pemerintah daerah, Brigade Pangan, kelompok tani, dan petani.


Gerakan Tanam Serempak menjadi langkah Kementerian Pertanian untuk memastikan lahan yang telah dibuka melalui program CSR segera dimanfaatkan. Setelah konstruksi dan pengolahan lahan selesai, kesiapan air, benih, pupuk, serta sarana produksi lainnya perlu dipastikan agar penanaman dapat segera dilakukan.



Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa percepatan tanam harus dimulai sejak proses konstruksi agar lahan yang selesai dibangun tidak terlambat dimanfaatkan. Ia menekankan pentingnya pengawalan kesiapan lahan dan sarana produksi sejak awal sehingga penanaman dapat segera dilakukan setelah lahan siap.


“Saya sangat mengharapkan dan menyarankan ketika progres konstruksi sudah 80 persen atau 90 persen, lakukan pendampingan intensif dan siapkan semuanya,” tegas Arsanti.


Arsanti juga menekankan pentingnya memastikan penyelesaian konstruksi sesuai ketentuan kontrak agar lahan yang dibangun benar-benar siap diolah dan segera ditanami. Kesiapan lahan, ketersediaan sarana produksi, serta dukungan pengairan perlu dipastikan agar program CSR memberikan manfaat nyata bagi petani.


Terkait keterbatasan air, Arsanti mendorong koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) atau Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mengoptimalkan sumber air yang tersedia. Pompanisasi dari sumber air terdekat dan pembangunan infrastruktur pengairan sesuai kebutuhan juga dapat menjadi solusi bagi lahan yang mengalami kekurangan air.


“Jadi sebetulnya solusinya sudah ada, hanya kemudian seberapa cepat kita bisa merealisasikannya di lapangan,” ujarnya.


Arsanti menegaskan bahwa gerakan tanam harus menghasilkan dampak nyata bagi petani, bukan sekadar kegiatan simbolis. Karena itu, sinergi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk mengatasi kendala di lapangan, termasuk persoalan air dan pupuk, serta memastikan hasil panen petani memiliki akses penyerapan.


“Kami sangat mengharapkan ini bukan sekadar kegiatan seremonial,” tegasnya.


Peningkatan indeks pertanaman juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan investasi pemerintah melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan CSR. Arsanti menyebutkan, di sejumlah wilayah, indeks pertanaman telah mencapai 300 sehingga petani dapat menanam padi hingga tiga kali dalam setahun. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lahan dan air yang lebih baik dapat meningkatkan intensitas tanam.


Untuk program Oplah 2026, Arsanti menyampaikan target seluas 298.000 hektare atau sekitar 300.000 hektare. Dengan peningkatan indeks pertanaman, lahan tersebut diharapkan dapat ditanami lebih dari dua kali, bahkan hingga tiga kali sesuai kondisi wilayah.


Selain mempercepat penanaman, Kementerian Pertanian juga mendorong penguatan Brigade Pangan sebagai bagian dari regenerasi petani dan pengembangan usaha pertanian. Arsanti berharap Brigade Pangan tidak hanya berfokus pada budidaya padi, tetapi juga mengembangkan usaha dari hulu hingga hilir, seperti jasa alat dan mesin pertanian (alsintan), pengolahan gabah menjadi beras, serta diversifikasi usaha lainnya.


“Ke depan, kita akan mendorong agar kegiatan usaha Brigade Pangan ini semakin baik lagi. Kita akan menjadikan di setiap kabupaten atau kota, Brigade Pangan ini sebagai badan hukum atau badan usaha,” kata Arsanti.


Penguatan kelembagaan Brigade Pangan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus membuka peluang usaha bagi generasi muda di sektor pertanian. Dengan dukungan teknologi, sarana produksi, dan pengembangan usaha, Brigade Pangan diharapkan tumbuh menjadi kelembagaan yang mandiri dan berkelanjutan.


Gerakan Tanam Serempak ini merupakan kegiatan pertama pada periode tanam Oktober 2026 hingga September 2027. Kalimantan Selatan dipilih karena memiliki areal CSR yang telah siap ditanami dalam luasan yang memadai untuk memulai gerakan tersebut.


Melalui koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Brigade Pangan, petani, dan pemangku kepentingan terkait, Kementerian Pertanian mendorong agar lahan CSR segera produktif dan mendukung peningkatan produksi pangan. Pengawalan sejak konstruksi hingga panen menjadi kunci agar program ini memberikan manfaat nyata bagi petani dan memperkuat swasembada pangan berkelanjutan.(BB)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP September 2026 Tembus 131,11

Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP September 2026 Tembus 131,11

Pilarpertanian – Nilai Tukar Petani (NTP) nasional mencetak rekor tertinggi pada September 2026, menembus 131,11 atau naik 1,49 persen dibandingkan Agustus 2026. Kenaikan ini menunjukkan harga yang diterima petani tumbuh lebih cepat daripada biaya yang harus mereka keluarkan. Gabah, karet, cabai rawit, dan kelapa sawit menjadi komoditas utama yang mendorong penguatan tersebut. Deputi Bidang Statistik […]

Upaya Pengembangan Kopi Sumba Barat Daya Diperkuat melalui Pendaftaran Varietas Lokal

Upaya Pengembangan Kopi Sumba Barat Daya Diperkuat melalui Pendaftaran Varietas Lokal

Pilarpertanian – Upaya pengembangan potensi varietas lokal kopi di Kabupaten Sumba Barat Daya terus diperkuat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Budidaya Kopi yang dilaksanakan di Desa Laga Lete, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya. Dalam kegiatan tersebut, Nani Suwarni, Pemeriksa PVT Ahli Madya, menyampaikan materi mengenai kebijakan dan mekanisme pendaftaran varietas lokal, khususnya […]

Mentan Amran Berikan Beasiswa untuk 20 Mahasiswa Palestina, Dorong Kerja Sama Pendidikan dan Pertanian

Mentan Amran Berikan Beasiswa untuk 20 Mahasiswa Palestina, Dorong Kerja Sama Pendidikan dan Pertanian

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyepakati pemberian beasiswa bagi hingga 20 mahasiswa Palestina sebagai bentuk dukungan konkret Indonesia terhadap generasi muda Palestina. Kesepakatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama Indonesia dan Palestina di bidang pendidikan, pertanian, serta sosial dan keagamaan. Kesepakatan itu disampaikan Mentan Amran saat menerima Utusan Khusus […]

Mentan Amran Ajak Masyarakat Toraja Kembangkan Komoditas Unggulan Daerah

Mentan Amran Ajak Masyarakat Toraja Kembangkan Komoditas Unggulan Daerah

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat Toraja untuk mengambil bagian dalam memperkuat sektor pertanian nasional melalui pengembangan komoditas unggulan daerah. Pemerintah siap mendukung pengembangan kopi, jambu mete, kelapa, kakao, hingga lada agar potensi pertanian setempat dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menghadiri Musyawarah […]

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membeberkan skema pembiayaan pengembangan industri bioetanol nasional yang akan melibatkan BUMN, swasta, dan masyarakat. Pemerintah menyiapkan kepastian lahan dan legalitas kawasan, sementara rakyat didorong menjadi bagian dari ekosistem usaha agar manfaat ekonomi pengembangan bioetanol dapat dirasakan secara luas. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai Rapat Program Khusus […]

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Emrus: Mentan Amran Satu-satunya Menteri Berkinerja Terbaik

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Emrus: Mentan Amran Satu-satunya Menteri Berkinerja Terbaik

Pilarpertanian – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendapat sorotan positif dari pakar komunikasi politik Emrus Sihombing. Dalam evaluasinya terhadap kinerja kabinet, Emrus menilai Kementerian Pertanian sebagai satu-satunya kementerian yang menunjukkan kinerja baik dan menonjol. “Menteri yang bagus kinerjanya belum tampak, kecuali […]

Jaga Produksi Pangan, Kementan Optimalkan Ratusan Pompa Air di Tegal

Jaga Produksi Pangan, Kementan Optimalkan Ratusan Pompa Air di Tegal

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat mitigasi kekeringan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, melalui optimalisasi pompanisasi untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Langkah ini dilakukan guna membantu petani mempertahankan produktivitas lahan dan menekan risiko kehilangan hasil panen di tengah ancaman El Nino. Melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan telah mendistribusikan 627 […]

Mentan Temui 1.000 Petani Indramayu, Selesaikan Masalah Petani Sebelum Demo

Mentan Temui 1.000 Petani Indramayu, Selesaikan Masalah Petani Sebelum Demo

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Amran menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (24/9) pagi. Pertemuan tersebut berlangsung sebelum para petani melakukan aksi demonstrasi bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional. Mentan Amran langsung menemui para petani setelah mendengar kedatangan mereka seusai salat subuh. Ia memilih berdialog […]

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan yang berhasil menggagalkan upaya importasi ilegal beras dan garam. Menurut Mentan Amran, penindakan tersebut menjadi langkah penting untuk melindungi 115 juta petani Indonesia sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. “Pak Menkeu, Pak Dirjen, mewakili petani 115 juta orang saya […]