Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Polbangtan Yogyakarta Magelang Berinvestasi di Bursa Saham Indonesia

Pilar Pertanian Jumat, 11/01/2019 11:12 WIB
Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Polbangtan Yogyakarta Magelang Berinvestasi di Bursa Saham Indonesia Foto : Mahasiswa Polbangtan Yogyakarta Sedang Memantau Bursa Saham Indonesia
Pilar Pertanian - Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, ikut berpartisipasi dalam kegiatan berinvestasi di bursa saham Indonesia. Dengan menyisihkan uang saku bulanan, para mahasiswa ikut terlibat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia.

Disela-sela kesibukan kuliah, para mahasiswa memantau peluang investasi saham dengan menggunakan perangkat elektronik laptop dan smartphone.

"Dengan memiliki saham atas suatu perusahaan, berarti kita telah memiliki hak kepemilikan atas perusahaan tersebut. Nantinya, pada akhir tahun periode pembukuan perusahaan kita juga berhak atas keuntungan perusahaan dalam bentuk dividen. Selain dari hak kepemilikan perusahaan dan pembagian keuntungan, pergerakan harga saham juga menjadi sumber keuntungan lain, jika kita memposisikan diri sebagai trader saham," ujar Siria Emelti, mahasiswa Polbangtan semester 7.

Kegiatan berinvestasi saham dapat memberikan imbal hasil yang menarik. Contohnya, pada tahun 2009 harga saham PT. Unilever seharga Rp9.200,00 dan sekarang 9 Januari 2019 seharganya melambung diatas Rp46.000,00. Jadi, jika kita berinvestasi pada tahun 2009 maka imbal hasilnya dalam 9 tahun bertumbuh sekitar 500%.

Ini bisa jadi karena PT. Unilever produknya banyak bangat disekitar kita. Contoh lainnya tuk perusahaan bidang pertanian, yaa PT. BISI yang banyak kita pakai produknya dalam budidaya tani. Pada tahun 2013, harganya sekitar Rp400,00 dan pada hari ini harganya sekitar Rp1.500,00 setelah 5 tahun. Harga sahamnya bertumbuh hampir 400%.

Yosua Kon Putra, selaku koordinator kegiatan tersebut, memamparkan “Kegiatan berinvestasi sangat membantu mahasiswa untuk menabung mengumpulkan modal yang nanti bisa digunakan untuk berwirausaha pertanian. Disini, kita dilatih untuk menjadi seorang investor,” ujarnya.

Ia juga mengajak mahasiswa-mahasiswanya yang lain untuk menabung saham secara rutin dan berkala, walau dengan jumlah Rp10ribuan. Selain memposisikan diri sebagai investor, mahsiswa Polbangtan Yogyakarta juga berani mengambil posisi sebagai trader saham agar memiliki passive income lebih besar ketimbang menjadi investor saham.

Sebagai trader saham, mahasiswa yang sudah berinvestasi di ursa shama Indonesia di push untuk memperkuat analisa teknikal dalam melihat peluang pergerakan harga saham tiap detiknya.

Dalam rangka memasuki masa revolusi 4.0, dunia pendidikan ditantang utk mengembangkan pembelajaran kultur jaringan, termasuk Polbangtan Yogyakarta. (bs)

Redaksi: redaksi[at]pilarpertanian.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]pilarpertanian.com
Baca Juga
Newsfeed
  • {{ idnTime(feeds.publishdate) }}
MOST POPULAR