Mentan Amran Sambut Wamentan Alim, Perkuat Transformasi Pertanian dan Swasembada Pangan
Pilarpertanian - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet untuk memperkuat kerja bersama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan dan mendorong transformasi pertanian nasional. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat komoditas strategis, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Penyambutan berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (19/10/2026). Mentan Amran menegaskan bahwa kehadiran Wamentan Alim menjadi penguatan bagi Kementan dalam mengawal kesinambungan program swasembada pangan sekaligus mempercepat transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju modern.
“Alhamdulillah, sekarang pertanian kita semakin kuat. Insyaallah swasembada pangan, khususnya beras, berkelanjutan di 2026. Ini sejarah baru. Dengan hadirnya Dr. Alim sebagai Wamentan, kita ingin memperkuat transformasi pertanian dari tradisional ke modern. Beliau memiliki latar belakang akademisi, sehingga kita harapkan kolaborasi dengan perguruan tinggi semakin kuat, terutama untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, dan meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Mentan Amran.
Mentan Amran mengatakan, transformasi pertanian harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Langkah pertama yang telah dijalankan selama ini adalah menentukan komoditas unggulan berdasarkan potensi dan keunggulan komparatif setiap wilayah, kemudian memperkuat produksi, memberdayakan masyarakat, serta membangun rantai pasok yang terintegrasi.
“Komoditas apa yang menjadi unggulan kita, apa keunggulan komparatifnya, bagaimana budayanya. Setelah itu kita tetapkan komoditasnya, berdayakan masyarakat, dan bangun dari hulu sampai hilir. Itu solusi permanen ke depan. Ujungnya bagaimana mensejahterakan masyarakat, menekan kemiskinan dan pengangguran, serta menjaga stabilitas harga. Tidak ada kata lain, transformasi,” tegasnya.
Mentan Amran mencontohkan pengembangan padi melalui program peningkatan produktivitas dan optimalisasi lahan. Menurutnya, peningkatan hasil panen perlu dikawal dengan penguatan irigasi, pompanisasi, serta pendampingan hingga tingkat petani. Produktivitas yang meningkat diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat produksi komoditas strategis lain.
“Kita sudah jalankan berbagai program peningkatan produktivitas. Sekarang yang penting bagaimana kita kawal bersama, termasuk dengan perguruan tinggi. Kalau produktivitas padi meningkat dan lahan bisa dioptimalkan, kita punya ruang untuk memperkuat komoditas lain. Jadi program yang sudah berjalan jangan diganggu, tetapi dilanjutkan dan diperkuat,” ujar Mentan Amran.
Selain padi, Kementan juga mendorong pengembangan kedelai, bawang putih, jagung, dan komoditas strategis lainnya. Mentan Amran menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi dan penerapan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan petani, sehingga peningkatan produksi dapat dilakukan secara efisien dan berkelanjutan.
“Untuk kedelai, orientasinya bagaimana kita mengurangi dan menghentikan ketergantungan impor. Bawang putih juga menjadi komoditas yang kita dorong. Kita libatkan kampus, kita lihat hasil risetnya, kemudian kita kembangkan dan terapkan di lapangan. Kalau program ini berjalan baik, dampaknya besar bagi produksi dan kesejahteraan petani,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran meminta Wamentan Alim untuk memperkuat sinergi dengan seluruh jajaran Kementan dan menjalankan arah kebijakan yang telah ditetapkan bersama. Ia menegaskan bahwa penguatan kepemimpinan harus diikuti dengan kerja nyata dan pengawalan program hingga ke lapangan.
“Pak Wamen, kita kolaborasi dan sinergi. Apa yang sudah menjadi arah kebijakan kita, itu yang kita jalankan bersama. Saya minta seluruh jajaran mendukung dan bekerja dengan baik. Kita harus pastikan program ini sampai ke bawah, dirasakan petani, dan memberikan hasil nyata. Kalau kita kompak, saya yakin swasembada pangan bisa kita jaga dan transformasi pertanian bisa kita percepat,” harapnya.
Sementara itu, Wamentan Alim menyatakan siap mendukung arah kebijakan Mentan Amran dengan mengedepankan pendekatan berbasis pengetahuan, data, dan riset. Ia juga menegaskan bahwa petani harus menjadi pusat dari seluruh program pertanian, sehingga keberhasilan kebijakan diukur dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Wamentan Alim menyebut dirinya datang dengan semangat belajar dan bekerja bersama jajaran Kementan yang telah lebih dahulu memahami kondisi lapangan.
“Saya datang ke rumah besar ini dengan satu sikap untuk belajar dan bekerja. Saya sadar Bapak dan Ibu sudah lama berada di garis depan, memahami kondisi lapangan, anggaran, dan denyut nadi petani. Karena itu, saya ingin lebih banyak mendengar. Tugas kita jelas, yaitu mendukung arah yang sudah ditetapkan Pak Menteri dan memastikan swasembada pangan berjalan berkelanjutan,” kata Wamentan Alim.
Ia menambahkan, pengalaman akademik yang dimilikinya akan dimanfaatkan untuk memperkuat jembatan antara perguruan tinggi dan Kementan, terutama dalam menerjemahkan hasil riset menjadi kebijakan dan teknologi yang dapat diterapkan petani.
“Dari kampus saya ingin membawa pendekatan berbasis pengetahuan, data, dan riset. Saya juga ingin menjadi jembatan antara Kementerian Pertanian dan perguruan tinggi, antara hasil penelitian dan sawah petani kita. Prinsipnya, petani harus menjadi pusat dari seluruh kerja kita. Setiap program harus kita ukur dari apakah petani merasakan manfaatnya. Integritas juga menjadi fondasi penting karena kepercayaan publik yang sudah dibangun harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Dengan penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan petani, Kementan berkomitmen menjaga keberlanjutan swasembada pangan sekaligus memperkuat transformasi pertanian nasional.(PW)


