Pangan Lokal, sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Pilar Pertanian Senin, 03/12/2018 05:53 WIB · 18 kali dilihat
Pangan Lokal, sangat baik untuk kesehatan tubuh. Foto. Suwandi Direktur Jenderal Hortikultura Kementan dalam sosialisasi manfaat pangan lokal

Pilar - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Hortikultura beberapa hari lalu di Bandung, Jumat (30/11) menggelar Sosialisasi Manfaat Pangan Lokal untuk Stamina Tubuh. Kegiatan ini bekerja sama dengan HanaRa Clinic. Hadir pada kegiatan ini Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi, Pengelola HanaRa Clinic, dr. Hanson Barki, seluruh pegawai Ditjen Hortikultura, pelaku usaha atau eksportir.

Dr. Hanson Barki menjelaskan cliniknya menggunakan teknologi yang disebut HanaRa Life Energy Pool dan Fountain untuk membangun stamina tubuh. Yakni teknologi air terkini yang dibuat sesuai prinsip Body Intelligence. Fasilitas penerima 3 kali penghargaan rekor dunia dari MURI ini baru ada di Bandung Indonesia dan merupakan fasilitas pertama di dunia. Digunakan HanaRa untuk mempercepat optimalnya pencapaian potensi tubuh.

"Organ vital pada tubuh manusia bisa mengganggu emosi. Kelima organ vital tersebut meliputi limpa, ginjal, liver, jantung, dan paru-paru, yang kondisinya sangat dipengaruhi asupakan makanan. Pangan lokal bisa membangun kerja yang positif kelima organ ini,"demikian dikemukan dr. Hanson.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran 1985 itu menerapkan metode pemeriksaan kinesiologi yang dikembangkan dr Goodheart. Dokter di Amerika Serikat itu mendeteksi lemahnya kelima organ vital kesehatan manusia dari gerakan ototnya. Pasien depresi juga begitu, solusinya bereskan dulu badannya.

"Foto selfie digunakan sebagai alat ukur objektif. Terdapat perbedaan signifikan saat dilakukan tes pada foto sebelum dan sesudah masuk HanaRa Life Energy Pool. Vibrasi tubuh yang nyaman sampai level meridian terekam di foto (red. sesuai presentasi ilmiah di kongres kedokteran dunia tahun 2015 )," terangnya.

"Tubuh memiliki sistim body intelligence, sehingga saat tangan kita menyentuh foto, tubuh langsung bisa merespon. Bila vibrasi meridian tubuh kita belum koheren akibat stres, tes akan melemah," tambahnya.

Namun demikian, dr. Hanson menuturkan hal ini berbeda dengan setelah berlatih. Apalagi di dalam fasilitas HanaRa Life Energy Pool dan Fountain, vibrasi meridian tubuh sudah mulai koheren sampai level meridian. Tandanya tubuh mulai nyaman, membuat tes menguat. Tubuh nyaman sampai level meridian, koherensi tubuh mulai tercapai.

"Organ-organ tubuh mulai mampu saling membantu satu sama lain dengan harmoni. Harmoninya tubuh menghasilkan penguatan potensi stamina, kerja dan penampilan yang dibutuhkan untuk sukses," tuturnya.

Dr. Hanson menyebutkan di HanaRa ada 3 pertanda saat potensi tubuh mulai menguat. Pertama, stamina. Ciri awal kalau meridian mulai pulih, stamina pulih, maka program di awal, meningkatkan stamina dulu.

"Jadi tanda yang membuktikan program pemulihan meridian berhasil dimulai adalah sekarang bisa naik tangga lebih banyak tanpa lelah," sebutnya.

"Kedua, produktivitas kerja. Kalau stamina sudah naik, baru produktivitas tubuh dan otak mulai naik," imbunya.

Ketiga, Inner beauty atau karisma. dr. Hanson menjelaskan setelah stamina dan produktivitas kerja naik, selanjutnya akan diikuti kinclongnya wajah hingga level HanaRa Glow. Level potensi tubuh yang mengembalikan daya tarik ke masa kecil dulu. Inner beauty atau karisma bayi dan anak kecil selalu berhasil menimbulkan rasa sayang pada mereka walaupun tanpa kosmetik.

"Inilah rahasia mempertahankan daya tarik alami hingga tua tanpa bedah atau obat. Levelnya bisa diukur dengan cek foto before after dengan test berdasarkan prinsip Body Intelligence," ucapnya.

Pada kegiatan ini, peserta diminta menunjuk sendiri wajah masing masing di foto. Saat menyentuh foto before, tes akan melemah. Karena vibrasi wajah yang masih belum nyaman terekam di foto. Dan sesuai prinsip, vibrasi itu menular, vibrasi foto wajah kita yang belum nyaman, membuat tidak nyaman hingga melemahkan tes siapapun yang menatap atau menyentuh fotonya.

"Sebaliknya, bila tubuh nyaman hingga level meridian, potensi mulai membaik. Tubuh mampu menularkan vibrasi nyaman ke sekitarnya. Membuat nyaman hingga menguatkan tes siapapun yang menatap atau menyentuh fotonya," ujar dr. Hanson.

Amir, salah seorang pegawai Ditjen Hortikultura Kementan mengatakan berkat rajin latihan menggunakan metode HanaRa yakni gerakan tubuh disertai konsumsi pangan lokal, kini mampu naik tangga 3 kali lipa lebih tinggi dari sebelumnya.

"Berkat rajin latihan, sekarang saya mampu naik tangga 3 kali lipat lebih tinggi dari sebelum latihan HanaRa. Padahal sebelumnya saya tidak kuat berjalan jauh apalagi naik turun tangga sampai ke lantai 4. Ini saya rasakan langsung dan saya lakukan setiap hari, saya bisa naik turun tangga gedung 4 tingkat," akuinya.

Hal yang sama diungkapkan seorang jurnalis, Syukron Jamal. Terapa HanaRa yang menggunakan pangan lokal ini membuat badan ketika jalan dan naik turun tangga berkali-kali tidak terasa capek. "Badan jadi enak, enteng, tidak terasa capek. Biasanya ngos-ngosan kalo naik turun tangga," ungkapnya.

Sementara itu, Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi mengatakan pengembangan pangan lokal dan bahkan ekspor ilmu pangan lokal akan menjadi program prioritas ke depannya. Upaya ini optimis bisa diwujudkan mengingat kualitas pangan lokal bisa dihasilkan petani dan ketersediaan lahan masih banyak yang belum dioptimalkan secara khusus untuk mengembangkan pangan lokal yang benar-benar untuk kesehatan tubuh.

"Program pengembangan pangan lokal khususnya untuk stamina ini sangat penting. Di samping memberikan dampak asupan makanan yang sehat, juga memberikan pendapatan yang tinggi untuk petani. Sebab, ke depan konsumsi pangan lokal untuk stamina akan menjadi incaran generasi milenial," ujar Suwandi.(RS).