Perkuat SPI, Kementan Dorong Pengawasan Independen dan Mitigasi Risiko
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti Saat Menghadiri Pembukaan Workshop Sistem Pengendalian Internal di Balai Besar Pelatihan Pertanian, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat.

Perkuat SPI, Kementan Dorong Pengawasan Independen dan Mitigasi Risiko

Pilarpertanian - Penguatan Sistem Pengendalian Intern (SPI) menjadi langkah penting untuk menjaga akuntabilitas anggaran, mencegah penyimpangan, dan memastikan program berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan independen, pemetaan risiko, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan menjadi kunci tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab.


Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, saat membuka Workshop Sistem Pengendalian Internal di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026).


Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program Kementerian Pertanian harus dilakukan secara disiplin, transparan, dan akuntabel. Setiap anggaran negara harus tepat sasaran, memberikan manfaat nyata, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, pengawasan internal harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif.


Dalam arahannya, Idha menekankan bahwa SPI harus dijalankan secara independen dan objektif. Pelaksana pengendalian internal tidak boleh dipengaruhi kepentingan pimpinan unit kerja, tetapi harus berpegang pada fakta, bukti, dan ketentuan yang berlaku.



“Harus independen, tidak boleh hanya sesuai dengan pesanan kepala UPT. Tapi bekerja secara independen,” tegasnya.


Menurutnya, independensi menjadi fondasi agar pengawasan dapat mengungkap persoalan secara utuh dan menghasilkan perbaikan nyata. Setiap temuan perlu ditelaah hingga akar masalahnya diketahui, kemudian ditindaklanjuti sampai tuntas. Pengendalian internal tidak boleh berhenti pada kelengkapan dokumen atau penyelesaian administratif.


Idha juga menyoroti kedisiplinan penyusunan laporan pertanggungjawaban, terutama laporan perjalanan dinas. Laporan tersebut menjadi bukti pelaksanaan kegiatan sekaligus pertanggungjawaban penggunaan anggaran negara. Karena itu, setiap dokumen harus disusun tepat waktu, lengkap, akurat, dan dapat diverifikasi.


Laporan yang terlambat, tidak lengkap, atau tidak sesuai pelaksanaan kegiatan berpotensi menimbulkan persoalan saat pemeriksaan. Ia meminta seluruh jajaran menyelesaikan laporan segera setelah perjalanan dinas berakhir, dengan informasi yang benar dan didukung bukti memadai.


Selain ketertiban administrasi, penguatan SPI perlu didukung manajemen risiko yang konsisten. Setiap unit kerja harus mengidentifikasi dan memetakan potensi risiko berdasarkan kemungkinan dan dampaknya, kemudian menentukan langkah mitigasi yang sesuai. Kategori risiko hijau, kuning, dan merah dapat digunakan untuk menentukan prioritas penanganan dan kebutuhan pengawasan.


Pemetaan risiko juga perlu dievaluasi secara berkala, termasuk melalui pemantauan bulanan, agar potensi penyimpangan dapat diketahui sejak dini. Dengan demikian, pengendalian internal tidak hanya menemukan kesalahan setelah terjadi, tetapi juga mencegah masalah sebelum berdampak lebih besar.


Workshop yang berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 ini diselenggarakan Sekretariat BPPSDMP secara hibrid untuk meningkatkan kapasitas pelaksana pengendalian internal dan memperkuat koordinasi antarunit kerja di lingkungan BPPSDMP.


Kegiatan ini dihadiri Sekretaris BPPSDMP, Zuroqi Mubarok, serta sejumlah pejabat dan pelaksana pengendalian internal di lingkungan BPPSDMP.


Materi yang dibahas meliputi peningkatan kepatuhan dan ketertiban pertanggungjawaban keuangan, pencegahan korupsi, pengelolaan benturan kepentingan, manajemen risiko organisasi, penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi, serta penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).


Melalui penguatan SPI, BPPSDMP mendorong sistem pengawasan yang mampu memastikan kepatuhan, mengidentifikasi kelemahan pengendalian, dan mencegah terulangnya penyimpangan. Independensi pengawasan, ketertiban administrasi, dan mitigasi risiko yang terukur diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja seluruh jajaran.


Dengan pengendalian internal yang kuat, program dan penggunaan anggaran di lingkungan BPPSDMP diharapkan semakin efektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendukung pembangunan pertanian yang berorientasi pada hasil dan manfaat bagi masyarakat.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Pilarpertanian – Inovasi pembangunan pertanian tidak hanya diwujudkan melalui penerapan teknologi, tetapi juga melalui kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi petani. Salah satunya adalah penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen yang berlaku sejak 22 Oktober 2025. Kebijakan ini menjadi langkah pemerintah untuk menekan biaya produksi sekaligus memperkuat fondasi usaha tani dalam […]

Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, PVTPP Dampingi Pengembangan PM-AAS di Sukabumi, Produktivitas Padi Capai 11,2 Ton per Hektare

Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, PVTPP Dampingi Pengembangan PM-AAS di Sukabumi, Produktivitas Padi Capai 11,2 Ton per Hektare

Pilarpertanian – Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Kementerian Pertanian, terus mendorong penguatan produksi pangan melalui pendampingan kegiatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan pengembangan teknologi budidaya padi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Upaya ini menunjukkan hasil awal yang menjanjikan melalui panen perdana penerapan Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran. Pada […]

Percepat Tanam CSR Banyuasin, Kementan Perkuat Pengairan dan Brigade Pangan

Percepat Tanam CSR Banyuasin, Kementan Perkuat Pengairan dan Brigade Pangan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus mengoptimalkan lahan melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) untuk meningkatkan produksi padi dan mendukung swasembada pangan. Upaya ini diwujudkan melalui Gerakan Tanam CSR 2026 di Desa Karang Petani, Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (21/10/2026). Kegiatan ini mendorong pemanfaatan lahan baru agar segera ditanami. Di […]

Mentan Amran Sambut Wamentan Alim, Perkuat Transformasi Pertanian dan Swasembada Pangan

Mentan Amran Sambut Wamentan Alim, Perkuat Transformasi Pertanian dan Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet untuk memperkuat kerja bersama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan dan mendorong transformasi pertanian nasional. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat komoditas strategis, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Penyambutan berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (19/10/2026). Mentan […]

25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian

25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pembukaan Jambore dan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK-P4S) Nasional di Tasikmalaya, Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang […]

Deputi BI Apresiasi Mentan Amran, Sebut Panglima Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

Deputi BI Apresiasi Mentan Amran, Sebut Panglima Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

Pilarpertanian – Deputi Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono mengapresiasi kerja keras Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi nasional. Thomas menyebut Mentan Amran sebagai panglima pengendalian inflasi yang berperan besar dalam memastikan stabilitas harga pangan melalui kerja nyata di lapangan. Apresiasi tersebut disampaikan Thomas […]

Presiden Prabowo: Di Tengah Krisis Global, Indonesia Tetap Mampu Swasembada Pangan

Presiden Prabowo: Di Tengah Krisis Global, Indonesia Tetap Mampu Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan menjadi salah satu prestasi utama pemerintahannya dalam dua tahun terakhir. Di tengah ketidakpastian global dan ancaman krisis yang dapat mengganggu perdagangan internasional, Indonesia mampu menjaga ketersediaan pangan melalui penguatan produksi dalam negeri. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan Presiden […]

Workshop Kepemimpinan dan Kewirausahaan Dorong Generasi Muda Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

Workshop Kepemimpinan dan Kewirausahaan Dorong Generasi Muda Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

Pilarpertanian – Generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun pertanian modern, inovatif, dan berkelanjutan. Untuk mendorong peran tersebut, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), Kementerian Pertanian, menyelenggarakan Workshop on Empowering Young Leaders for a Sustainable Food and Agriculture Future di Auditorium PEPI, Tangerang, Rabu (14/10/2026), yang juga diikuti secara daring melalui Zoom Meeting. Menjadi bagian dari […]

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Pilarpertanian – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi periode percepatan pembangunan pertanian, terutama dalam memperkuat produksi dalam negeri, memperbaiki tata kelola pangan, dan meningkatkan keberpihakan kebijakan kepada petani. Salah satu capaian yang menonjol adalah percepatan target swasembada pangan, didukung kebijakan dari hulu hingga hilir. Tantangan yang dihadapi tidak […]