PPVTPP Kementan Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan SOP dan SPP Pelepasan Varietas Tanaman
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian Leli Nuryati (sebelah kanan) Saat Menghadiri Forum Konsultasi Publik Standar Pelayanan Publik dan Standar Operasional Prosedur Pelepasan Varietas Tanaman di Kantor PPVTPP, Jakarta.

PPVTPP Kementan Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan SOP dan SPP Pelepasan Varietas Tanaman

Pilarpertanian - Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian (PPVTPP Kementan) menggelar Forum Konsultasi Publik/Public Hearing Standar Pelayanan Publik (SPP) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelepasan Varietas Tanaman. Kegiatan ini dihadiri perwakilan unit kerja lingkup Kementan, asosiasi produsen benih, pelaku usaha perbenihan, serta penyelenggara pemuliaan tanaman secara luring dan daring.


Kepala Pusat PVTPP, Leli Nuryati mengatakan forum konsultasi publik merupakan amanah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik serta Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 yang mewajibkan setiap penyelenggara pelayanan publik menyusun standar pelayanan dan melakukan evaluasi secara berkala, sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun. Transformasi tata kelola perizinan di sektor pertanian saat ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.


“Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pertanian telah menetapkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 34 Tahun 2025 tentang standar kegiatan usaha dan/atau standar produk dan jasa dalam penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko sektor pertanian,” demikian dikatakan Leli saat memberikan sambutan pada forum konsultasi tersebut di Kantor PPVTPP, Jakarta, Kamis (7/5/2026).


Lebih lanjut Leli menegaskan pelepasan varietas tanaman memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan industri benih nasional dan peningkatan produktivitas pertanian. Benih unggul menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan hasil produksi, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan iklim.



“Tentunya hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian bahwa benih unggul merupakan fondasi utama dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Ketersediaan varietas unggul yang berkualitas dan mudah diakses petani menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas serta daya saing sektor pertanian nasional,” tegasnya.


“Pelepasan varietas tanaman bukan sekadar proses administrasi, tetapi bentuk jaminan negara bahwa varietas yang diedarkan telah melalui pengujian dan memiliki keunggulan untuk mendukung produktivitas pertanian nasional,” pinta Leli.


Layanan Pelepasan Varietas


Leli mengungkapkan layanan pelepasan varietas tanaman tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif dan teknis, tetapi juga berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian nasional, inovasi pemuliaan tanaman, perlindungan konsumen, serta kepastian usaha bagi industri perbenihan. Oleh karena itu, penyelenggaraan layanan harus dilakukan secara transparan, terstandar, efisien, dan akuntabel.


“Dalam forum ini dijelaskan bahwa SPP dan SOP layanan pelepasan varietas tanaman dan pendaftaran varietas hortikultura telah disusun mencakup seluruh komoditas, baik tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, tanaman pakan ternak, maupun layanan pelepasan PRG (produk rekayasa genetik,- red),” ungkapnya.


Leli menambahkan penyusunan SOP, SPP, dan Service Level Agreement (SLA) bukan sekadar memenuhi ketentuan regulasi, tetapi juga untuk memastikan kepastian waktu layanan, kejelasan alur kerja, standar mutu yang terukur, serta mekanisme evaluasi yang akuntabel. Seluruh proses pelayanan juga terus diarahkan menuju sistem terintegrasi berbasis OSS Risk Based Approach (OSS-RBA).


“SPP tidak disusun sendiri oleh pemerintah, tetapi harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, terutama pengguna layanan. Karena itu, kami sangat mengharapkan masukan dan saran konstruktif dari seluruh stakeholder demi penyempurnaan layanan ke depan,” tuturnya.


Leli pun membeberkan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) layanan pelepasan varietas tanaman pada Triwulan I 2026 sebesar 3,79 atau setara 94,66 dengan kategori mutu pelayanan A, melampaui target sebesar 3,77. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kualitas layanan berada pada kategori sangat baik dan telah memenuhi harapan pengguna layanan.


“Kami menyadari masih terdapat hal-hal yang perlu disempurnakan, khususnya pada aspek waktu layanan dan sistem online. Untuk itu, kami memohon dukungan seluruh stakeholder agar kualitas pelayanan terus meningkat,” ucapnya.


Melalui forum ini, seluruh masukan dari peserta akan dihimpun sebagai bahan penyempurnaan SOP dan SPP sebelum ditetapkan secara resmi.(PW)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Kementan: Digitalisasi Perizinan Pestisida Harus Beri Kepastian bagi Industri

Kementan: Digitalisasi Perizinan Pestisida Harus Beri Kepastian bagi Industri

Pilarpertanian – Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian, Indra Zakaria Rayuzman, menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan produk pestisida yang beredar memenuhi persyaratan mutu sekaligus memberikan pelayanan perizinan yang cepat, transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Hal itu disampaikan Indra saat membuka Pameran dan Seminar APROPI AgrochemBIZ Show […]

Wamenkum: Beras Fortifikasi Bermasalah Rugikan Konsumen, Korporasi Bisa Dijerat

Wamenkum: Beras Fortifikasi Bermasalah Rugikan Konsumen, Korporasi Bisa Dijerat

Pilarpertanian – Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej menyebut temuan dugaan ketidaksesuaian beras fortifikasi dengan informasi pada label kemasan memiliki indikasi dugaan tindak pidana penipuan. Hal tersebut disampaikan berdasarkan hasil penelitian dan kajian yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional bersama Satgas Pangan. Edward mengatakan dugaan tindak pidana tersebut sebagaimana diatur […]

NTP Petani Tembus Rekor 129,19, Ekonomi Petani Makin Menguat

NTP Petani Tembus Rekor 129,19, Ekonomi Petani Makin Menguat

Pilarpertanian – Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Agustus 2026 mencapai 129,19, meningkat 1,05 persen dibandingkan Juli 2026 yang berada pada level 127,84. Capaian tersebut menjadi level tertinggi dan menunjukkan penguatan posisi ekonomi petani seiring harga yang diterima petani tumbuh lebih tinggi dibandingkan biaya yang harus dibayarkan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan peningkatan […]

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mulai membuka pendataan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) untuk penyaluran pupuk bersubsidi Tahun Anggaran 2027 pada Selasa, 22 September 2026. Dalam proses ini, Kementan memperketat validasi data agar penerima dan kebutuhan pupuk benar-benar sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Pemutakhiran data mencakup identitas petani, luas dan lokasi lahan, komoditas […]

Ratas di Istana, Mentan Amran Perkuat Produksi Pertanian Dukung Kemandirian Energi

Ratas di Istana, Mentan Amran Perkuat Produksi Pertanian Dukung Kemandirian Energi

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan produksi pangan nasional, khususnya beras terus dijaga untuk mempertahankan ketahanan pangan dan keberlanjutan swasembada. Pada saat yang sama, sektor pertanian juga siap mendukung agenda kemandirian energi nasional melalui pengembangan energi berbasis sumber daya domestik. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) di Istana […]

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membeberkan skema pembiayaan pengembangan industri bioetanol nasional yang akan melibatkan BUMN, swasta, dan masyarakat. Pemerintah menyiapkan kepastian lahan dan legalitas kawasan, sementara rakyat didorong menjadi bagian dari ekosistem usaha agar manfaat ekonomi pengembangan bioetanol dapat dirasakan secara luas. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai Rapat Program Khusus […]

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi bagi Brigade Pangan Model dan Penanggung Jawab (LO) Brigade Pangan Kabupaten/Kota yang berlangsung di BBPMKP Ciawi, Bogor, pada 15–17 September […]

Drone Turun ke Sawah Konawe, Kementan Uji Pertanian Modern untuk Kejar Swasembada Pangan

Drone Turun ke Sawah Konawe, Kementan Uji Pertanian Modern untuk Kejar Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus mempercepat swasembada pangan melalui optimalisasi lahan, peningkatan indeks pertanaman (IP), serta penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian. Langkah tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Bersama di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Desa Meraka, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (14/9/2026). Kegiatan tanam dilaksanakan pada hamparan lahan CSR seluas 112 hektare. Pada […]

Terharu dengar Kisah Maba Unismuh yang Ditinggal Ayah Sejak Kecil, Mentan Amran Langsung Beri Bantuan

Terharu dengar Kisah Maba Unismuh yang Ditinggal Ayah Sejak Kecil, Mentan Amran Langsung Beri Bantuan

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terharu mendengar kisah Harlen, mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) yang menjalani hidup sebagai piatu dan telah ditinggal ayah sejak kecil. Di tengah keterbatasan, Harlen tetap berjuang melanjutkan pendidikan dan tinggal di asrama karena tidak sanggup membayar biaya kos. Mentan Amran yang mendengar kisah tersebut langsung memberikan […]