Prospek Bisnis Sorgum sebagai Komoditi Pangan unggulan dan Bahan Bioenergi
Foto : Webinar peluang budi daya dan prospek bisnis sorgum sebagai komoditi pangan unggulan

Prospek Bisnis Sorgum sebagai Komoditi Pangan unggulan dan Bahan Bioenergi

Pilarpertanian - Sorgum merupakan salah satu komoditas potensial yang dapat dikembangkan mendukung program diversifikasi pangan dan energi di Indonesia. Sebagai sumber pangan, sorgum mempunyai beragam zat antioksidan, mineral, protein dan serat penting. Sorgum mempunyai potensi untuk mensubtitusi kebutuhan bahan bakar fosil serta industri tambang. Tingginya permintaan di tingkat global juga merupakan potensi bagi Indonesia untuk mengisi kebutuhan bioenergi dunia.


Dr. Ir. P. Harsono, M.P., C.R.A.,C.R.P. Doktor Fakultas Pertanian UNS menyampaikan, Kenapa harus memilih sorgum? Karena kebutuhan pangan nasional harus tercukupi. Tidak hanya mengandalkan dari kalori, beras dan jagung. Kenyataannya kebutuhan pangan nasional belum aman seperti beras dan jagung dibeberapa provinsi, contohnya pada tahun 2018 menurut data ABS 2,3jt Ton kita masih mengimpor beras.


“Beras impor bisa digantikan misalnya, dengan program diversifikasi pangan supaya tidak hanya terpusat pada beras dan jagung sebagai sumber makanan pokok. Pada tahun 2020 beras sudah mulai defisit di 7 provinsi, jagung 11 provinsi. ” tambahnya.


Ia juga menyampaikan bahwa sudah selayaknya melirik komoditas sorgum ini yang terbukti mempunyai kandungan protein lebih tinggi dari jagung dan beras. terkait dengan lahan kering yang tersedia 80 juta hektare, baru 10% dimanfaatkan untuk tanaman pangan. Dengan kebutuhan konsumsi yang terus berjalan sorgum dijadikan komoditi unggul.



Sorgum juga mempunyai multi manfaat yaitu, kebutuhan pangan hijauan, pangan, biofuel energi terbarukan dan industri. limbah perasan batang untuk partikel board, baglog jamur tiram. Limbah malainya untuk kerajinan sapu, akarnya berpotensi sebagai bioherbisida karena kandungan sorgoleonenya.


Sorgum sebagai pangan fungsional sebagai sumber karbohidrat, protein, mineral, vitamin, asam lemak essensia, serat, antioksidan (tanin, antosianin, flavonoid, polisakanol, fitosterol) juga dapat mencegah penyakit degeratif; kanker, diabetes, jantung.


Sorgum juga dengan mudah dibudidayakan contohnya pada lahan kering, lahan kritis pasca tamba, lahan kawasan pesisir, dan lahan masam. Host Arbuscular Mycorrhizal Fungi, input Saprotan rendah, dapat di ratoon. Sorgum juga bisa dipanen sebanyak 3 kali.


Fungsi dari tanaman sorgum, yang pertama dari biji 40-100gr/btg sampai 4,5 ton/ha bisa menghasilkan tepung pengganti terigu(maks. 40%) + pakan ternak, pengganti beras(protein, kalsium dan besi lebih tinggi, dan bioetanol. Yang kedua dari daun 200-400gr/btg sampai 8,16ton/ha dapat digunakan pakan ternak, lalu yang ketiga yaitu batang 200-400 gr/btg sampai 30-5-ton/ha dapat menghasilkan bioetanol, bioetanol + pakan ternak, Pakan ternak hijauan, pulp kertas, dan partikel board. (MA)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Hadapi Era Pasar Bebas Pemerintah Ajak Stakeholder Perkuat Penerapan Standar Mutu Produk dan Olahan Pangan

Hadapi Era Pasar Bebas Pemerintah Ajak Stakeholder Perkuat Penerapan Standar Mutu Produk dan Olahan Pangan

Pilarpertanian – Memasuki era pasar bebas, penerapan standar dan mutu di bidang pangan wajib diterapkan dari hulu sampai hilir. Saat ini setiap pangan yang diedarkan di wilayah NKRI yang diproduksi dalam negeri atau impor untuk diperdagangkan dalam bentuk kemasan berlabel wajib memiliki ijin edar. Ijin Edar yang dimaksud seperti PAST (Pangan Segar Asal Tumbuhan), PASH […]

Teknis Pengendalian OPT Ramah Lingkungan di Kampung Cabai

Teknis Pengendalian OPT Ramah Lingkungan di Kampung Cabai

Pilarpertanian – Ada empat fokus perhatian Kementerian Pertanian dalam membangun komoditas hortikultura yaitu meningkatkan daya saing produksi, produktivitas, akses pasar, dan dukungan logistik. Budidaya yang dikembangkan juga merupakan sistem modern yang ramah lingkungan serta mendorong peningkatan nilai tambah produk untuk kesejahteraan petani. Hal tersebut diharapkan dipahami dan dikuasai oleh para petani. Oleh karena itu Kementerian […]

Perkuat Leadership Indonesia, Mentan SYL Teken MoU Dengan FAO

Perkuat Leadership Indonesia, Mentan SYL Teken MoU Dengan FAO

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melangsungkan pertemuan dengan Direktur Jenderal (Dirjen) FAO, Qu Dongyu di sela-sela rangkaian pertemuan Menteri Pertanian negara G-20. Hasil pertemuan tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penguatan Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) di bidang pertanian dan ketahanan pangan. “Sebagai negara agraris dan salah satu negara pengekspor terbesar […]

Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bantu Petani Membeli Alsintan dan Merevitalisasi Penggilingan Padi Kecil dan Mikro

Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bantu Petani Membeli Alsintan dan Merevitalisasi Penggilingan Padi Kecil dan Mikro

Pilarpertanian – Program bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang selama ini digencarkan Kementerian Pertanian, terbukti mampu menaikkan level mekanisasi Indonesia. Namun kedepannya, dalam rangka kemandirian petani, secara bertahap mengurangi bantuan alsintan dan mendorong petani/kelompoktani memanfaatkan fasilitas pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian untuk membeli alsintan. Dengan adanya andil dari petani dalam pembelian alsintan akan menimbulkan […]

Dalam Pertemuan G20, Indonesia  Dukung Pertanian Afrika Capai Target SDGs

Dalam Pertemuan G20, Indonesia Dukung Pertanian Afrika Capai Target SDGs

Pilarpertanian – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak negara G20 meningkatkan peran sektor pertanian berkelanjutan dalam pencapaian Sustainable Development Goals terutama untuk Afrika. Dukungan untuk kawasan Afrika melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas petani dalam meningkatkan produksi pertanian dapat menciptakan ketahanan pangan global. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menekankan negara G20 harus memegang peran penting […]

Rembug Paripurna KTNA di Usia Emas

Rembug Paripurna KTNA di Usia Emas

Dengan usia 50 Tahun yang tentunya sudah cukup dewasa, tetap mampu berperan terus dalam memotivasi semangat para Petani-Nelayan untuk tetap berproduksi.

AWG G20 tahun 2022, Indonesia Siap Menjadi Ketua

AWG G20 tahun 2022, Indonesia Siap Menjadi Ketua

Pilarpertanian – Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan kesiapan Indonesia menjadi ketua Kelompok Kerja Pertanian (Agriculture Working Group) G20 di tahun 2022. Hal tersebut disampaikan Mentan pada pertemuan menteri pertanian negara G20 pada tanggal 17-18 September 2021 di Florence, Italia. “Indonesia berharap dapat membahas isu pertanian lebih mendalam pada pertemuan tahun depan yang mengangkat […]

Tingkatkan Nilai Tambah Olahan Cabai dengan Metode Pengeringan

Tingkatkan Nilai Tambah Olahan Cabai dengan Metode Pengeringan

Pilarpertanian – Kementerian pertanian mendukung penuh upaya peningkatan nilai tambah produk Hortikultura melalui penggunaan teknologi peningkatan mutu, product development dan pemanfatan teknologi. Naiknya nilai tambah produk hortikultura diyakini mampu menyokong perekonomian nasional salah satunya dengan menumbuhkan UMKM yang diharapkan mampu menaikkan posisi petani dan pelaku usaha hortikultura. Mendukung hal tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura dalam berbagai […]

Kementan Dukung Perluasan Akses Pasar Internasional Ekspor Buah

Kementan Dukung Perluasan Akses Pasar Internasional Ekspor Buah

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan ekshibisi potensi buah segar Indonesia ke pasar Eropa. Buah segar memang menjadi satu diantara 5 komoditas Indonesia yang dibawa ke Brussel Belgia untuk dipamerkan dalam event Discover Indonesian Super Foods and Drinks. Mengenai hal ini, Indonesia sejak lama dikenal sebagai pemasok buah segar ke pasar mancanegara. Hal ini seperti […]