TTIC Kementan Gelar Operasi Pasar Bawang Merah dan Bawang Putih Pada 46 Titik di Jakarta

Pilar Pertanian Jumat, 12/04/2019 01:35 WIB
TTIC Kementan Gelar Operasi Pasar Bawang Merah dan Bawang Putih  Pada 46 Titik di Jakarta Foto : Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi bersama Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik saat Pelepasan Operasi Pasar di TTIC, Jakarta.
Pilar Pertanian - Pelepasan Gelar Pangan Murah oleh Kementan dalam rangka stabilisasi harga bahan pangan pokok, khususnya meredam harga bawang merah dan bawang putih yang cenderung meningkat sejak awal Maret lalu, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menggelar operasi pasar yang dimulai pada hari ini dan dilakukan secara bertahap selama 5 hari (12 – 16 April 2019) di beberapa titik wilayah Jakarta.

"Operasi pasar ini perlu kami lakukan, karena melihat ada kecenderungan harga bawang merah dan bawang putih yang meningkat. Melalui operasi pasar, diharapkan harga bisa stabil dan kembali normal," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi saat melakukan pelepasan operasi pasar di Toko Tani Indonesia Centre (TTIC) Jakarta, Jum'at (12/04).

Selain di TTIC, OP yang dilakukan dengan menggandeng Gapoktan LUPM, PT. Food Station Tjipinang Jaya dan CV. Cahaya Bahari ini juga digelar di 46 lokasi diantaranya 39 pasar, 2 kecamatan, 3 kelurahan dan 1 perumahan di wilayah Jakarta. Operasi Pasar dilakukan di pasar eceran dan kecamatan/kelurahan di DKI yang harga bawangnya tinggi dan juga termasuk lokasi masyarakat menengah ke bawah sehingga diharapkan langsung menyentuh konsumen akhir dan tepat sasaran.

Bawang merah yang dijual kepada masyarakat sebanyak 10 ton dengan harga Rp 20.000,-/kg dan 10 ton bawang putih dengan harga Rp 23.500/kg. Selain itu juga 4 ton cabai merah keriting dengan harga Rp 18.000/kg. Volume pasokan komoditi yang dijual akan ditambah jika masih belum mencukupi tingkat permintaan masyarakat selama 5 hari dilaksanakan Operasi Pasar. Semua komoditi tersebut didatangkan langsung dari gabungan kelompoktani, sehingga harganya bisa lebih murah dibanding harga pasaran yang mencapai Rp 60.000/kg untuk bawang merah, Rp 55.000/kg bawang putih dan cabai merah Rp 25.000/kg.

Menurut Agung, Kementan memiliki instrumen dalam upaya stabilisasi harga pangan melalui Toko Tani Indonesia (TTI) dan TTI (Centre) yang berperan sebagai distribution center. TTI dan TTIC memiliki aktivitas menyalurkan bahan pangan pokok ke konsumen langsung dengan harga terjangkau, namun kualitasnya tetap terjaga. “Dengan demikian, Kementan melalui TTI/TTIC turut berperan dalam upaya pemerintah menjaga kestabilan harga bahan pangan pokok yang pada akhirnya berkontribusi menurunkan inflasi,” tegas Agung. (OIR)

Redaksi: redaksi[at]pilarpertanian.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]pilarpertanian.com
Baca Juga
Newsfeed
  • {{ idnTime(feeds.publishdate) }}
MOST POPULAR