Curah Hujan Tinggi: Kementerian Pertanian Kawal Produksi Cabai Bersama Pemerintah Daerah
Tanaman Cabai Mengalami Pembusukan Akibat Kondisi Cuaca Alam yang Ekstrem dan Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan

Curah Hujan Tinggi: Kementerian Pertanian Kawal Produksi Cabai Bersama Pemerintah Daerah

Pilarpertanian - Produksi cabai kerap berfluktuasi akibat kondisi cuaca alam. Faktor ini sangat berpengaruh di hampir semua produksi pertanian. Terlebih kadang kondisinya tidak sesuai dengan prediksi. OPT yang menyerang pertanaman cabai umumnya busuk buah dan layu fusarium. Jika terjadi hujan ekstrem bisa mengakibatkan bunga rontok yang berujung pada gagalnya menjadi buah. Selain itu gagal panen juga dapat disebabkan oleh tumbuhnya jamur seperti antraknosa dan phythoptora.


Dengan demikian perlu disiasati dengan penerapan teknologi yang tepat agar usaha pertanian tetap memberikan hasil yang menguntungkan. Keunikan kondisi alam ini diungkapkan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) agar tidak dijadikan kendala dalam menjaga produksi pangan tetap aman. Kerahkan segala upaya agar produksi terjaga, bermutu dan berkualitas. Dalam hal ini, teknologi rain shelter menjadi salah satu solusi untuk menjaga produksi dan produktivitas tanaman cabai di musim hujan.


Rain shelter merupakan atap sungkup dari plastik UV yang dipasang menggunakan kerangka bambu, besi dan sejenisnya di atas pertanaman cabai. Penggunaan rain shelter pada pertanaman cabai di musim hujan memberikan banyak manfaat di antaranya petani menjadi lebih tenang karena tanamannya terlindungi dari guyuran air hujan secara langsung sehingga bunga tidak rontok dan buah tidak busuk. Kelembapannya pun terjaga sehingga dapat mencegah serangan penyakit yang sangat ditakuti petani yakni antraknosa dan phythoptora,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam pesan suara, Senin (6/6).


Penggunakan rain shelter ini, terang Prihasto, pada umumnya sama dengan budidaya cabai biasa, namun disarankan dalam satu bedengan hanya satu baris tetapi jarak tanamnya lebih rapat. Tujuannya untuk mengurangi populasi hama thrips.



Salah satu kelemahan budidaya cabai dengan rain shelter memang serangan thrips nya lebih banyak makanya tetap perlu penyiraman dan 20 hari sekali plastik UV harus digulung. Pengendalian thrips lebih gampang dibandingkan antraknosa. Pengendalian thrips lebih mudah, disemprot dengan air biasa juga bisa sekaligus untuk penyiraman.


Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Tommy Nugraha menghimbau petani dapat menggunakan teknologi tersebut sehingga produksi tidak terkendala oleh musim. Dengan demikian, petani bisa menanam cabai tanpa khawatir merugi meskipun musim hujan.


“Untuk pengendalian OPT diharapkan petani menggunakan bahan pengendali OPT yang ramah lingkungan seperti trichoderma sp. dan perangkap likat. Penggunaan bahan pengendali ramah lingkungan terus disosialisasikan ke petani. Petugas POPT telah melatih petani cara membuat bahan pengendali ramah lingkungan,” jelas Tommy.


Curah hujan pada periode April-Mei 2022 cenderung lebih tinggi dibandingkan periode April-Mei 2021. Tercatat pada April 2021 curah hujan 194,8 mm dan April 2022 curah hujan 215,6 mm. Hal ini secara tidak langsung menyebabkan peningkatan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Phytophthora, sp penyebab penyakit busuk daun pada cabai dan juga penyakit antraknosa. Berdasarkan data dari Petugas Pengendali OPT (POPT) di daerah yang direkapitulasi oleh Direktorat Perlindungan Hortikultura, luas keadaan serangan OPT busuk daun dan antraknosa pada periode April-Mei 2022 meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2021. Pada April 2021, serangan OPT busuk daun seluas 16,23 hektare. Angka ini pada April 2022 naik menjadi 298,71 hektare. Sementara serangan antraknosa pada April 2021 seluas 1.294 hektare dan menurun pada 2021 seluas 1.122 hektare.


Terkait kondisi di lapangan di mana kondisi hujan yang belakangan secara intensif mengguyur sebagian besar sentra cabai, Kementerian Pertanian tengah berkoordinasi serius ke UPTD BPTPH (Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura) untuk melakukan tindakan pengendalian berupa gerakan pengendalian di wilayah yang terdampak menggunakan bahan pengendali yang ramah lingkungan. Kegiatan dimaksud antara lain penyemprotan menggunakan bahan pengendali ramah lingkungan berupa Plant Growth Promoting Rhizobacteria, aplikasi Trichoderma, pestisida nabati dan bahan pengendali ramah lingkungan lainnya. Selain itu, laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit dan Klinik PHT di tingkat kecamatan juga terus memproduksi bahan pengendali ramah lingkungan yang digunakan oleh Petugas POPT dalam membantu petani mengendalikan permasalahan OPT di lapangan.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Lewat TTIC, Ditjen Hortikultura Gelar Pasar Murah Cabai dan Bawang Merah

Lewat TTIC, Ditjen Hortikultura Gelar Pasar Murah Cabai dan Bawang Merah

Pilarpertanian – Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan) meresmikan pasar murah untuk komoditas bawang merah dan cabai di Toko Tani Indonesia Center (TTIC), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (19/6). Pasar murah ini direncanakan akan berlangsung mulai 19 – 25 Juni 2022 ke depan. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, gelaran pasar murah untuk kemoditas […]

Kementan Gelar Bawang Merah dan Cabai Murah Bantu Masyarakat

Kementan Gelar Bawang Merah dan Cabai Murah Bantu Masyarakat

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian mengadakan Gelar Bawang Merah dan Cabai Murah bertempat di Pasar Mitra Tani/Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Pasar Minggu, Jakarta, mulai 19 – 25 Juni 2022. Gelaran ini dibuka langsung oleh Menteri Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang dilanjutkan dengan penyerahan simbolis hasil pertanian dari petani ke Mentan sekaligus pemberian benih tanaman dari […]

Ini Cara Kenali dan Kelola Penyakit Terbawa Benih

Ini Cara Kenali dan Kelola Penyakit Terbawa Benih

Pilarpertanian – Patologi benih merupakan salah satu bidang ilmu dari penyakit tanaman (fitopatologi), didefinisikan sebagai studi tentang penyakit pada benih untuk mengetahui faktor penyebab penyimpangan fungsi benih. Uji kesehatan benih berperan penting dalam perbaikan mutu benih (seed improvement), perdagangan benih (seed trade), dan perlindungan tanaman (plant protection). Salah satu faktor penting yang menentukan tingkat hasil […]

Kementan Dukung Peningkatan Kapasitas Petani Subang Dalam Pengendalian Hama PBP

Kementan Dukung Peningkatan Kapasitas Petani Subang Dalam Pengendalian Hama PBP

Pilarpertanian – Serangan hama penggerek batang pada tanaman padi (PBP) pada musim tanam 2021/2022 dilaporkan mengalami kenaikan di wilayah Kabupaten Subang. Peningkatan serangan hama PBP terjadi di antara Maret sampai dengan April 2022. Lahan padi yang terserang dengan intensitas serangan yang tinggi dihadapkan dengan penurunan produksi. Merespon hal tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Subang memberikan perhatian […]

Dukung Stabilitas Harga Cabai Rawit, Kementan Bagikan Benih Gratis Untuk Masyarakat

Dukung Stabilitas Harga Cabai Rawit, Kementan Bagikan Benih Gratis Untuk Masyarakat

Pilarpertanian – Dalam rangka mendukung kestabilan harga serta persediaan cabai dan bawang merah, Kementan pada hari Minggu 19 Juni 2022, menggelar Acara Gelar Cabai dan Bawang Merah Murah, yang bertempat di TTIC Jakarta Selatan. Selain menggelar kegiatan tersebut, Kementan juga membagikan benih cabai Rawit Merah gratis kepada masyarakat setempat. Masyarakat yang berbelanja cabai merah akan […]

450 Ekor Sapi BULS Sidrap Mendarat di Jakarta Penuhi Stok Qurban

450 Ekor Sapi BULS Sidrap Mendarat di Jakarta Penuhi Stok Qurban

Pilarpertanian – Sebanyak 450 ekor sapi yang terjamin bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Minggu sore (19/6). Sapi ini merupakan milik PT Berdikari United Livestock (BULS) Sidrap, Sulawesi Selatan yang diberangkatkan melalui Pare-Pare untuk memenuhi kebutuhan hewan menjelang Idul Adha wilayah Jabodetabek dan Bandung Raya. “Alhamdulillah pada sore hari ini […]

Mentan Pastikan Pasar Murah di TTIC Dilakukan Secara Rutin

Mentan Pastikan Pasar Murah di TTIC Dilakukan Secara Rutin

Pilarpertanian – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memastikan kegiatan pasar murah di Toko Tani Indonesia Center (TTIC) merupakan kegiatan rutin yang biasa dilakukan setiap ada kenaikan harga bahan pokok. Terlebih menjelang perayaan hari besar seperti Idul Adha mendatang. “Sebenarnya apa yang kita lakukan ini adalah aktivitas rutin dalam menghadapi dinamika-dinamika harga pada kebutuhan […]

PPID Ditjen Hortikultura Berkomitmen Penuh Meningkatkan Pelayanan PPID

PPID Ditjen Hortikultura Berkomitmen Penuh Meningkatkan Pelayanan PPID

Pilarpertanian – Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto bersama Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) lingkup Direktorat Jenderal Hortikultura menandatangani komitmen bersama keterbukaan informasi publik pada 17-18 Juni 2022. Penandatanganan ini disaksikan oleh Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian serta Komisi Informasi Pusat. Pada sambutannya, Prihasto menyampaikan bahwa saat ini dunia, termasuk Indonesia memasuki […]

Mentan SYL di Sambangi Mendag Zulhas di Kantor Kementan, Bahas Pangan Hingga Perlindungan Petani

Mentan SYL di Sambangi Mendag Zulhas di Kantor Kementan, Bahas Pangan Hingga Perlindungan Petani

Pilarpertanian – Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan memastikan kolaborasi membangun pangan nasional dengan Kementerian Pertanian akan dilakukan secara intens. Menurutnya, Kemendag dan Kementan harus berada di garda depan dalam melakukan perlindungan terhadap petani dan pedagang kecil. “Tidak boleh ada gap (celah pemisah) antara Kementerian, Kami sudah biasa telpon-telpon, sudah beres,” ujar Zulhas, sapaan karib Zulkifli […]