Pemerintah Pastikan Pupuk Subsidi Tersedia, Dukung Kelancaran Musim Tanam 2026
Pemerintah Memastikan Ketersediaan Pupuk Bersubsidi untuk Kelancaran Musim Tanam 2026 dan Menjaga Produktivitas Pertanian Nasional.

Pemerintah Pastikan Pupuk Subsidi Tersedia, Dukung Kelancaran Musim Tanam 2026

Pilarpertanian - Pemerintah memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk mendukung kelancaran musim tanam 2026 sekaligus menjaga produktivitas pertanian nasional. Dari alokasi nasional sebesar 9,55 juta ton, realisasi penyaluran hingga 5 November 2026 telah mencapai 7,22 juta ton atau 75,60 persen, dengan sisa alokasi sekitar 2,33 juta ton.


Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, ketersediaan pupuk menjadi bagian penting dalam memastikan petani dapat menjalankan kegiatan usaha tani secara optimal. Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai kebijakan yang memberikan kepastian kepada petani, mulai dari penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan jagung, kepastian penyerapan hasil panen, penyederhanaan regulasi penyaluran pupuk bersubsidi, hingga penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen.


“Kita ingin petani semakin sejahtera. Negara harus hadir melindungi dan memberikan jaminan bagi petani. Jika petani semangat untuk bertani, swasembada pangan berkelanjutan dapat terwujud,” ujar Mentan Amran.


Menurutnya, dukungan terhadap petani tidak hanya diberikan melalui peningkatan produksi, tetapi juga dengan memastikan sarana produksi tersedia dan terjangkau. Dengan demikian, petani memiliki kepastian untuk melanjutkan usaha tani sekaligus meningkatkan produktivitas.



Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Andi Nur Alam Syah mengatakan, pemerintah terus mengawal penyaluran pupuk bersubsidi agar dapat diterima petani yang memenuhi persyaratan sesuai alokasi dan ketentuan yang berlaku.


“Pemerintah memastikan alokasi pupuk bersubsidi tersedia untuk mendukung kebutuhan petani pada musim tanam 2026. Kami terus mengawal penyalurannya agar petani yang berhak dapat memperoleh pupuk sesuai ketentuan. Dengan dukungan ini, kegiatan tanam diharapkan berjalan lancar dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” ujar Andi.


Ia menjelaskan, pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani dengan luas lahan maksimal dua hektare yang telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) dan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).


Adapun komoditas yang mendapatkan pupuk bersubsidi meliputi padi, jagung, kedelai, ubi kayu, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, tebu rakyat, dan kakao.


Andi menambahkan, kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen merupakan bentuk keberpihakan pemerintah untuk membantu menekan biaya produksi petani.


“Penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen diharapkan dapat membuat biaya usaha tani lebih efisien. Dengan harga yang lebih terjangkau dan ketersediaan pupuk yang terjaga, petani memiliki dukungan yang lebih baik untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan usaha taninya,” katanya.


Selain mengawal kebutuhan pupuk untuk musim tanam 2026, Kementerian Pertanian mulai menyiapkan pendataan kebutuhan pupuk bersubsidi untuk 2027 melalui e-RDKK 2027. Pembaruan dilakukan dengan menggunakan pendekatan periode tanam sebagai dasar perhitungan kebutuhan pupuk, menggantikan pendekatan berdasarkan musim tanam.


Melalui mekanisme tersebut, kebutuhan pupuk dihitung berdasarkan luas lahan, periode tanam, komoditas, serta rekomendasi dosis pupuk yang tersedia dalam sistem. Pendekatan ini diharapkan membuat perencanaan kebutuhan pupuk lebih sesuai dengan kondisi riil di lapangan.


“Perhitungan kebutuhan harus rasional. Luas lahan dan periode tanam harus sesuai kondisi sebenarnya serta mengikuti rekomendasi dosis yang tersedia dalam sistem. Dengan demikian, usulan kebutuhan pupuk dapat lebih terukur,” jelas Andi.


Sejalan dengan itu, Dirjen PSP mengimbau petani untuk memastikan telah terdaftar dalam e-RDKK 2027 serta memeriksa kesesuaian data identitas, luas lahan, dan komoditas yang diusahakan. Apabila terdapat data yang perlu diperbaiki atau diperbarui, petani dapat berkoordinasi dengan penyuluh pertanian setempat.


“Pendataan yang benar sejak awal menjadi salah satu kunci kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi. Kami mengimbau petani memastikan datanya telah tercatat dengan benar dalam e-RDKK 2027 agar pada awal tahun 2027 dapat melakukan penebusan pupuk bersubsidi sesuai alokasi dan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.(PW)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

VOCANOVA 2026 Ditutup, Kementan Dorong Generasi Muda Jadi Motor Inovasi Pertanian Modern

VOCANOVA 2026 Ditutup, Kementan Dorong Generasi Muda Jadi Motor Inovasi Pertanian Modern

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan generasi muda yang inovatif, kompeten, dan siap menjadi motor penggerak transformasi pertanian modern. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Vocational Agriculture Competition and Innovation (VOCANOVA) 2026 yang resmi ditutup melalui Malam Penganugerahan di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Bogor, Rabu (4/11/2026). […]

33 Negara Siapkan Stok Darurat, Mentan Amran: Indonesia Bersyukur, Pangan Aman di Tengah Gejolak Dunia

33 Negara Siapkan Stok Darurat, Mentan Amran: Indonesia Bersyukur, Pangan Aman di Tengah Gejolak Dunia

Pilarpertanian – Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia yang berpotensi mengganggu rantai pasok dan memicu krisis pangan global, Indonesia patut bersyukur karena kondisi pangan nasional relatif aman. Ketika sedikitnya 33 negara mulai mendorong masyarakatnya menyiapkan persediaan makanan, air minum, obat-obatan, dan kebutuhan dasar untuk menghadapi situasi darurat, Indonesia memiliki kekuatan produksi pangan dalam negeri dan […]

VOCANOVA 2026 Digelar di BBPMKP Ciawi, Dorong Inovasi dan Kreativitas Generasi Muda Pertanian

VOCANOVA 2026 Digelar di BBPMKP Ciawi, Dorong Inovasi dan Kreativitas Generasi Muda Pertanian

Pilarpertanian – Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian, menyelenggarakan ajang kompetisi Vocational Agriculture Competition and Innovation (VOCANOVA) 2026 di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Bogor, pada 3–5 November 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan dosen Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) serta Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia […]

Kementan Percepat Tanam CSR dan Oplah, Antisipasi Dampak El Niño

Kementan Percepat Tanam CSR dan Oplah, Antisipasi Dampak El Niño

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat pemanfaatan lahan hasil program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dan Optimalisasi Lahan (Oplah) untuk mendukung peningkatan produksi pangan nasional. Melalui Gerakan Tanam Serempak, Kementan mendorong lahan yang telah dibangun dan disiapkan segera ditanami agar produktif. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan langkah strategis untuk menjaga […]

Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP Cetak Rekor 132,60 di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP Cetak Rekor 132,60 di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Pilarpertanian – Kesejahteraan petani menunjukkan perkembangan positif dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Terbaru, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Oktober 2026 mencatatkan rekor tertinggi 132,60, nilainya naik 1,13 persen dibandingkan September. Kenaikan ini menunjukkan harga hasil pertanian yang diterima petani meningkat lebih tinggi dibandingkan pengeluaran yang harus mereka […]

Mentan Amran Raih Penghargaan Transformative Leadership CNN Indonesia Awards 2026

Mentan Amran Raih Penghargaan Transformative Leadership CNN Indonesia Awards 2026

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meraih penghargaan Transformative Leadership in Agricultural Governance dalam ajang CNN Indonesia Awards 2026 di Jakarta, Jumat (6/11/2026). Penghargaan tersebut diberikan atas kepemimpinannya dalam mentransformasi tata kelola pertanian melalui reformasi birokrasi, deregulasi, modernisasi pertanian, serta penguatan pengawasan dan akuntabilitas organisasi. Penghargaan tersebut diterima oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian […]

Beras Subsidi untuk Rakyat Diselewengkan, Mentan Amran Bongkar Modusnya

Beras Subsidi untuk Rakyat Diselewengkan, Mentan Amran Bongkar Modusnya

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengungkap skema dugaan penyelewengan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dibeli melalui aplikasi resmi Bulog, kemudian diduga disalahgunakan dengan cara dikemas ulang (repacking) menjadi kemasan 50 kilogram. Penelusuran BULOG menemukan pembelian dilakukan oleh mitra Rumah Pangan Kita (RPK) yang terdaftar, […]

Malam Puncak HDDAP 2026: Kementan Dorong Petani Hortikultura Lahan Kering Naik Kelas, Berdaya Saing, dan Tembus Pasar Ekspor

Malam Puncak HDDAP 2026: Kementan Dorong Petani Hortikultura Lahan Kering Naik Kelas, Berdaya Saing, dan Tembus Pasar Ekspor

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura menggelar Malam Puncak Pertemuan Teknis Nasional Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) 2026 di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Yogyakarta, Kamis (29/10/2026) malam. Acara puncak ini dihadiri oleh seluruh perwakilan dari 13 kabupaten lokasi proyek HDDAP, jajaran kementerian, mitra pembangunan, serta stakeholders terkait […]

Kagumi Capaian Pertanian Indonesia, Mentan Tiongkok Sepakati Penguatan Kerja Sama dengan Mentan Amran

Kagumi Capaian Pertanian Indonesia, Mentan Tiongkok Sepakati Penguatan Kerja Sama dengan Mentan Amran

Pilarpertanian – Menteri Pertanian Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Zhang Zhu mengapresiasi capaian sektor pertanian Indonesia dan menyepakati penguatan kerja sama dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, terutama dalam peningkatan produksi, transfer teknologi, dan pengembangan komoditas strategis. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang perdagangan dan investasi […]