Malam Puncak HDDAP 2026: Kementan Dorong Petani Hortikultura Lahan Kering Naik Kelas, Berdaya Saing, dan Tembus Pasar Ekspor
Kegiatan Malam Puncak Pertemuan Teknis Nasional Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project 2026 di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Yogyakarta.

Malam Puncak HDDAP 2026: Kementan Dorong Petani Hortikultura Lahan Kering Naik Kelas, Berdaya Saing, dan Tembus Pasar Ekspor

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura menggelar Malam Puncak Pertemuan Teknis Nasional Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) 2026 di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Yogyakarta, Kamis (29/10/2026) malam. Acara puncak ini dihadiri oleh seluruh perwakilan dari 13 kabupaten lokasi proyek HDDAP, jajaran kementerian, mitra pembangunan, serta stakeholders terkait lainnya.


Malam Puncak ini menjadi momen krusial yang ditandai dengan peluncuran resmi Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Hortikultura, pembacaan komitmen bersama penyiapan pembentukan Federasi Hortikultura Nasional, penandatanganan Expression of Interest (EOI) ekspor produk hortikultura, serta penganugerahan apresiasi kepada 13 kabupaten peserta HDDAP.


Peluncuran KEP dan penyiapan Federasi Hortikultura Nasional menjadi langkah strategis dalam memperkuat struktur kelembagaan petani di kawasan lahan kering. Melalui wadah federasi koperasi ini, kelompok-kelompok tani dari 13 kabupaten tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan terikat dalam satu ikatan kuat yang akan dibina dan dilatih untuk masuk ke dalam sistem perdagangan modern. KEP dan federasi ini bertindak sebagai pusat penggerak ekosistem agribisnis dari hulu hingga hilir.


Dalam pidato pengarahannya, Project Director HDDAP sekaligus Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura, Freddy Lumban Gaol, menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk mewujudkan agribisnis yang konkret dan berdampak nyata bagi petani.



“Kami tidak mau hanya sekadar menyampaikan wacana, kami ingin agribisnis ini benar-benar terwujud secara nyata. Dari hulu hingga hilir kita sediakan, di mana hilirisasi kita jadikan sebagai center atau pusatnya. Ada tiga kata kunci utama yang harus kita pegang bersama, yaitu nilai tambah, berdaya saing, dan naik kelas,” tegas Freddy Lumban Gaol di hadapan para peserta.


Freddy menambahkan bahwa orientasi program HDDAP dipusatkan pada hilirisasi melalui wadah Federasi Koperasi Hortikultura. Beliau juga menggarisbawahi pentingnya mengasah insting agribisnis bagi seluruh pengelola KEP dan pendamping di lapangan agar mampu melihat peluang pasar modern secara tajam dan responsif.


Penguatan kelembagaan ini disempurnakan dengan prosesi penandatanganan Expression of Interest (EOI) kerja sama ekspor antara Koperasi Salak Wonosobo dengan CV Agronusa untuk penyerapan produk ekspor ke Kamboja. Kerja sama ini mencakup komitmen pelepasan 20 ton Salak Pondoh Nglumut senilai Rp360 juta yang diproduksi oleh kelompok tani HDDAP Klaster Watumalang 1 dan 2 dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, di kawasan kaki Gunung Sindoro seluas 200,25 hektare.


Ekspor salak ke kamboja memberikan penambahan nilai jual bagi petani, dimana jika dijual ke pengepul saat ini di Rp3.000-4.000/kg, dijual ke eksportir Rp10.000/kg (penambahan sekitar Rp6.000-7.000/kg), bagi eksportir bisa dijual Rp 25.000-30.000/kg mempertimbangkan biaya penanganan pasca panen dan ongkos kirim. Pembayaran buyer di Kamboja di awali DP 50% dan pelunasan ketika persyaratan karantina dan lainnya sudah selesai atau sebelum dikirim.


Melalui penandatanganan EOI tersebut, produk unggulan hortikultura hasil binaan HDDAP mendapatkan kepastian jaminan pasar ekspor secara berkelanjutan. Selain peluncuran KEP dan EOI ekspor, Kementerian Pertanian juga memberikan penghargaan serta apresiasi kepada unit kerja, pemerintah daerah, dan kelompok tani yang menunjukkan dedikasi serta kinerja terbaik dalam mendukung pelaksanaan program HDDAP.


Sebelum memasuki malam puncak, pada Kamis pagi hingga siang seluruh peserta dari 13 kabupaten telah melaksanakan kunjungan lapangan untuk mempelajari praktik baik (best practices) penguatan agribisnis. Peserta mengikuti sharing session bersama Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi Sleman serta Poktan Nglanggeran Wetan Patuk, sekaligus meninjau langsung Kebun Durian dan Embung Nglanggeran di Kabupaten Gunungkidul.


Rangkaian Pertemuan Teknis Nasional HDDAP Tahun 2026 akan ditutup secara resmi pada Jumat (30/10/2026) pagi, yang dirangkaikan dengan seremonial Pelepasan Ekspor Perdana Salak Wonosobo ke Kamboja.(PW)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Perkuat SPI, Kementan Dorong Pengawasan Independen dan Mitigasi Risiko

Perkuat SPI, Kementan Dorong Pengawasan Independen dan Mitigasi Risiko

Pilarpertanian – Penguatan Sistem Pengendalian Intern (SPI) menjadi langkah penting untuk menjaga akuntabilitas anggaran, mencegah penyimpangan, dan memastikan program berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan independen, pemetaan risiko, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan menjadi kunci tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab. Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, […]

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Pilarpertanian – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi periode percepatan pembangunan pertanian, terutama dalam memperkuat produksi dalam negeri, memperbaiki tata kelola pangan, dan meningkatkan keberpihakan kebijakan kepada petani. Salah satu capaian yang menonjol adalah percepatan target swasembada pangan, didukung kebijakan dari hulu hingga hilir. Tantangan yang dihadapi tidak […]

Deputi BI Apresiasi Mentan Amran, Sebut Panglima Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

Deputi BI Apresiasi Mentan Amran, Sebut Panglima Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

Pilarpertanian – Deputi Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono mengapresiasi kerja keras Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi nasional. Thomas menyebut Mentan Amran sebagai panglima pengendalian inflasi yang berperan besar dalam memastikan stabilitas harga pangan melalui kerja nyata di lapangan. Apresiasi tersebut disampaikan Thomas […]

25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian

25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pembukaan Jambore dan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK-P4S) Nasional di Tasikmalaya, Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang […]

Mentan Amran: Kebijakan Presiden Prabowo Dongkrak Daya Beli Petani Lampung

Mentan Amran: Kebijakan Presiden Prabowo Dongkrak Daya Beli Petani Lampung

Pilarpertanian – Kebijakan Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian mulai menunjukkan dampak terhadap daya beli petani di Lampung. Penurunan harga pupuk bersubsidi, penguatan harga komoditas, hingga penghentian impor singkong disebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus menggerakkan ekonomi di wilayah perdesaan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, arah kebijakan Presiden […]

Presiden Prabowo: Di Tengah Krisis Global, Indonesia Tetap Mampu Swasembada Pangan

Presiden Prabowo: Di Tengah Krisis Global, Indonesia Tetap Mampu Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan menjadi salah satu prestasi utama pemerintahannya dalam dua tahun terakhir. Di tengah ketidakpastian global dan ancaman krisis yang dapat mengganggu perdagangan internasional, Indonesia mampu menjaga ketersediaan pangan melalui penguatan produksi dalam negeri. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan Presiden […]

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Kementan Perkuat Kebijakan Pro-Petani dan Peran Penyuluh

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Kementan Perkuat Kebijakan Pro-Petani dan Peran Penyuluh

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kebijakan yang berpihak kepada petani untuk meningkatkan produksi, kesejahteraan, dan mempercepat swasembada pangan nasional. Selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, transformasi pertanian dilakukan melalui pembenahan pupuk bersubsidi, penguatan harga hasil panen, modernisasi pertanian, dan optimalisasi lahan. Capaian dan kebijakan tersebut dibahas […]

Percepat Tanam CSR Banyuasin, Kementan Perkuat Pengairan dan Brigade Pangan

Percepat Tanam CSR Banyuasin, Kementan Perkuat Pengairan dan Brigade Pangan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus mengoptimalkan lahan melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) untuk meningkatkan produksi padi dan mendukung swasembada pangan. Upaya ini diwujudkan melalui Gerakan Tanam CSR 2026 di Desa Karang Petani, Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (21/10/2026). Kegiatan ini mendorong pemanfaatan lahan baru agar segera ditanami. Di […]

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Pilarpertanian – Inovasi pembangunan pertanian tidak hanya diwujudkan melalui penerapan teknologi, tetapi juga melalui kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi petani. Salah satunya adalah penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen yang berlaku sejak 22 Oktober 2025. Kebijakan ini menjadi langkah pemerintah untuk menekan biaya produksi sekaligus memperkuat fondasi usaha tani dalam […]