Dua Tahun Prabowo–Gibran, Kementan Perkuat Kebijakan Pro-Petani dan Peran Penyuluh
Acara Ngobrol Asyik Penyuluhan On The Spot Volume 5 yang Digelar di Balai Besar Pelatihan Pertanian, Lembang, Jawa Barat.

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Kementan Perkuat Kebijakan Pro-Petani dan Peran Penyuluh

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kebijakan yang berpihak kepada petani untuk meningkatkan produksi, kesejahteraan, dan mempercepat swasembada pangan nasional. Selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, transformasi pertanian dilakukan melalui pembenahan pupuk bersubsidi, penguatan harga hasil panen, modernisasi pertanian, dan optimalisasi lahan.


Capaian dan kebijakan tersebut dibahas dalam Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) On The Spot Volume 5 bertajuk “2 Tahun Prestasi Pemerintahan Prabowo–Gibran di Sektor Pertanian”, yang digelar di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026).


Kegiatan ini menjadi wadah diskusi mengenai capaian pembangunan pertanian, tantangan petani, serta pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal program strategis Kementerian Pertanian.


Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya optimalisasi potensi pertanian melalui peningkatan produksi dan hilirisasi komoditas. Pembangunan pertanian harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat kemandirian pangan nasional.



Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam mengawal pembangunan pertanian nasional.


Menurutnya, capaian pembangunan pertanian selama dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran perlu dijaga melalui penguatan kapasitas SDM, khususnya penyuluh yang berinteraksi langsung dengan petani.


“Penyuluh pertanian merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan pertanian di lapangan. Oleh karena itu, penyuluh perlu terus meningkatkan kapasitas, memperkuat koordinasi, serta memberikan pendampingan kepada petani dan Brigade Pangan agar pelaksanaan program berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan di wilayah masing-masing,” ujar Idha.


Ia juga mendorong penyuluh beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan menjadi penggerak transformasi pertanian modern.


Pendampingan penyuluh tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan kelembagaan petani, penerapan inovasi teknologi, dan penyelesaian persoalan di lapangan. Dengan demikian, kebijakan dan program strategis Kementerian Pertanian dapat diterapkan secara optimal dan memberikan manfaat bagi petani.


Hadir sebagai narasumber, Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian, memaparkan kebijakan strategis pemerintah selama dua tahun terakhir untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.


Salah satu bentuk keberpihakan pemerintah diwujudkan melalui penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Kebijakan ini bertujuan meringankan biaya produksi dan meningkatkan keterjangkauan sarana produksi bagi petani.


Pemerintah juga menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram serta HPP jagung pipilan kering sebesar Rp5.500 per kilogram pada kadar air 18–20 persen di tingkat petani.


Kebijakan tersebut menjadi instrumen untuk melindungi harga hasil panen, memperkuat kepastian pasar, dan mendukung peningkatan pendapatan petani.


Sam menegaskan, keberhasilan pembangunan pertanian harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Peningkatan produksi perlu didukung kebijakan yang menekan biaya usaha tani, menjaga harga hasil panen, dan membuka peluang ekonomi bagi petani.


Selain kebijakan harga, pemerintah terus mendorong transformasi pertanian melalui modernisasi alat dan mesin pertanian, digitalisasi, optimalisasi lahan, serta hilirisasi komoditas.


Langkah tersebut diarahkan untuk membangun pertanian yang produktif, efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.


Sam juga menyoroti pentingnya sinergi Brigade Pangan, penyuluh, petani, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya agar program strategis berjalan optimal.


Pendampingan penyuluh diperlukan untuk mendukung operasional Brigade Pangan, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, dan menjaga keberlanjutan pertanaman.


Ngobras On The Spot Volume 5 juga menjadi ruang dialog untuk menyampaikan aspirasi dan kendala penyuluh maupun petani. Salah satu persoalan yang dibahas adalah ketersediaan air untuk pertanaman, termasuk dampak kekeringan, sedimentasi, dan kerusakan infrastruktur yang menghambat aliran irigasi.


Melalui kegiatan ini, Kementerian Pertanian menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga capaian pembangunan pertanian nasional.


Kebijakan strategis selama dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran diharapkan terus diperkuat melalui pelaksanaan program yang efektif, pendampingan penyuluh berkelanjutan, serta partisipasi aktif petani dan generasi muda.


Sinergi pemerintah, penyuluh, petani, Brigade Pangan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat kesejahteraan petani, dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.(BB)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian

25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pembukaan Jambore dan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK-P4S) Nasional di Tasikmalaya, Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang […]

Mentan Amran: Kebijakan Presiden Prabowo Dongkrak Daya Beli Petani Lampung

Mentan Amran: Kebijakan Presiden Prabowo Dongkrak Daya Beli Petani Lampung

Pilarpertanian – Kebijakan Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian mulai menunjukkan dampak terhadap daya beli petani di Lampung. Penurunan harga pupuk bersubsidi, penguatan harga komoditas, hingga penghentian impor singkong disebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus menggerakkan ekonomi di wilayah perdesaan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, arah kebijakan Presiden […]

Deputi BI Apresiasi Mentan Amran, Sebut Panglima Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

Deputi BI Apresiasi Mentan Amran, Sebut Panglima Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

Pilarpertanian – Deputi Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono mengapresiasi kerja keras Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi nasional. Thomas menyebut Mentan Amran sebagai panglima pengendalian inflasi yang berperan besar dalam memastikan stabilitas harga pangan melalui kerja nyata di lapangan. Apresiasi tersebut disampaikan Thomas […]

Presiden Prabowo: Di Tengah Krisis Global, Indonesia Tetap Mampu Swasembada Pangan

Presiden Prabowo: Di Tengah Krisis Global, Indonesia Tetap Mampu Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan menjadi salah satu prestasi utama pemerintahannya dalam dua tahun terakhir. Di tengah ketidakpastian global dan ancaman krisis yang dapat mengganggu perdagangan internasional, Indonesia mampu menjaga ketersediaan pangan melalui penguatan produksi dalam negeri. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan Presiden […]

Percepat Tanam CSR Banyuasin, Kementan Perkuat Pengairan dan Brigade Pangan

Percepat Tanam CSR Banyuasin, Kementan Perkuat Pengairan dan Brigade Pangan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus mengoptimalkan lahan melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) untuk meningkatkan produksi padi dan mendukung swasembada pangan. Upaya ini diwujudkan melalui Gerakan Tanam CSR 2026 di Desa Karang Petani, Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (21/10/2026). Kegiatan ini mendorong pemanfaatan lahan baru agar segera ditanami. Di […]

Mentan Amran Sambut Wamentan Alim, Perkuat Transformasi Pertanian dan Swasembada Pangan

Mentan Amran Sambut Wamentan Alim, Perkuat Transformasi Pertanian dan Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet untuk memperkuat kerja bersama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan dan mendorong transformasi pertanian nasional. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat komoditas strategis, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Penyambutan berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (19/10/2026). Mentan […]

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Pilarpertanian – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi periode percepatan pembangunan pertanian, terutama dalam memperkuat produksi dalam negeri, memperbaiki tata kelola pangan, dan meningkatkan keberpihakan kebijakan kepada petani. Salah satu capaian yang menonjol adalah percepatan target swasembada pangan, didukung kebijakan dari hulu hingga hilir. Tantangan yang dihadapi tidak […]

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Pilarpertanian – Inovasi pembangunan pertanian tidak hanya diwujudkan melalui penerapan teknologi, tetapi juga melalui kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi petani. Salah satunya adalah penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen yang berlaku sejak 22 Oktober 2025. Kebijakan ini menjadi langkah pemerintah untuk menekan biaya produksi sekaligus memperkuat fondasi usaha tani dalam […]

Perkuat SPI, Kementan Dorong Pengawasan Independen dan Mitigasi Risiko

Perkuat SPI, Kementan Dorong Pengawasan Independen dan Mitigasi Risiko

Pilarpertanian – Penguatan Sistem Pengendalian Intern (SPI) menjadi langkah penting untuk menjaga akuntabilitas anggaran, mencegah penyimpangan, dan memastikan program berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan independen, pemetaan risiko, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan menjadi kunci tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab. Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, […]