Food Estate Belu Sukses, Dengerin Nih Kesaksian Gubernur NTT
Kegiatan Monitoring Pertanaman Jagung di Food Estate Belu, Atambua, Nusa Tenggara Timur.

Food Estate Belu Sukses, Dengerin Nih Kesaksian Gubernur NTT

Pilarpertanian - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Laiskodat mengapresiasi program Food Estate (FE) di Kabupaten Belu. Viktor menegaskan bahwa lokasi FE yang notabene pernah dikunjungi Presiden Joko Widodo Maret tahun lalu, telah membuahkan hasil.


“Ini adalah lokasi Bapak Presiden kunker (Maret 2022). Bendungan Rotiklot yang menjadi sumber air di lahan FE Belu, membawa manfaat besar,” ujar Viktor melalui video resmi yang dirilis akun resmi Pemprov NTT belum lama ini.


Viktor menjelaskan, para petani jagung bahkan sudah dua kali panen di lahan sekarang. Ini membuktikan kalau kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten, hingga desa membuat masyarakat lebih maju.


Sebelum ada FE Belu, cerita Viktor, kawasan ini dulunya tempat untuk menanam jeruk dan gagal. Lalu mereka belajar untuk menanam jagung dan akhirnya berhasil.



“Rata-rata kita yang pastikan itu 5 ton sampai 6 ton per hektare,” jelas Viktor.


Apa yang disampaikan Viktor sekaligus membantah kabar hoax yang menyebut gagalnya FE di Belu. Ya, pada akhir pekan lalu beredar foto lahan Food Estate (FE) di sejumlah akun Twitter akhir pekan lalu. Foto itu dinarasikan kalau FE di Belu gagal lantaran lahannya dipenuhi gulma serta hanya ada jagung kontet.


Postingan foto dari Twitter tersebut kemudian ‘dicomot’ sejumlah media online, tanpa ada keterangan maupun konfirmasi dari pihak dinas setempat.


Kepala Dinas Pertanian Belu, Gela Lay Rade mengatakan kondisi lahan yang menjadi proyek FE berjalan sebagai mestinya. Total ada 549 hektare dengan rincian 411 ha padi dan 148 ha jagung yang direncanakan menjadi FE, sebagaimana pernah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo pada Maret tahun lalu ketika berkunjung.


“Jadi tidak benar (gagal),” kata Gela melalui keterangan tertulisnya, Selasa (11/4).


Dia mengatakan faktanya dari luas 53 hektare FE Rotiklot, saat kunjungan ada 37 hektare pertanaman belum panen, sedangkan sisanya 16 hektar sudah diolah lahan dan siap sarana dan prasarana produksinya.


“Jadi perlu dipahami bersama, seluas 16 hektar memang belum ditanam karena air belum tersedia dari sprinkle. Perlu diketahui pengoperasian sprinkle butuh biaya Rp 2,5 juta per hari, sehingga perlu dilakukan pertanaman dengan pola irigasi kocor selang, kalau menunggu tanam nanti saat musim hujan masih agak lama yaitu Oktober-Desember baru ada hujan,” ujarnya.


Gela memastikan di lokasi yang dikunjungi Presiden itu tidak benar bila dikatakan gagal, karena faktanya memang belum ditanam menunggu kesiapan air. Bukti-buktinya saprodi masih ada dan sekarang siap ditanam,” jelas dia.


Menindaklanjuti kunjungan Presiden Joko Widodo, pada bulan April 2022 Tim dari Kementerian Pertanian sengaja berkunjung ke sana untuk memastikan seperti apa tindak lanjut dan realisasi di lapangan, dari hasil monitoring terhadap pelaksanaan Kegiatan Food-Estate Belu pada Tahun 2022 kegiatan berjalan dengan lancar. Namun berhubung areal food estate cukup luas sehingga sistem pengairan dengan menggunakan “Springkle Irrigation” dengan grafitasi dari sumber air “Waduk Rotiklot” dikhawatirkan tidak mampu mengairi hamparan secara menyeluruh.


Menurut keterangan Gela, pada tanggal 26 April 2022 pihaknya bersama Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Belu serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat/PUPR Kabupaten Belu, telah mengadakan pertemuan bersama para Kelompok Tani dan Petani setempat guna mencari solusi.


“Kami menghimbau agar para petani mau melanjutkan menanam jagung karena air sudah tersedia hanya tidak akan difungsikan sebagai “Sprinkle Irigation”, tetapi akan dialirkan dengan pipa-plastik ke “Saluran Air” yang akan disiapkan,“ ucapnya.


“Untuk menjamin tercukupinya kebutuhan air irigasi di Kawasan Pertanaman Jagung seluas 16 ha tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Belu telah mengirimkan Surat Permohonan Dukungan kepada Kepala Balai Wilayah Sungai di Kabupaten Belu, agar air bisa tersedia sepanjang waktu, terkait bagaimana caranya kami serahkan sepenuhnya ke pihak berwenang, bagi kami yang penting air bisa tersedia dan dapat digunakan untuk mengairi pertanaman,“ tutupnya.


Senada, Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Eni Tauruslina, selaku penanggungjawab pendampingan kegiatan integrated farming di Kabupaten Belu, menjelaskan pada Juni 2022 lalu, pihaknya melakukan kunjungan kerja dengan meninjau secara langsung ke lokasi pengembangan penanaman jagung hibrida varietas R-7. Lokasinya di Blok C Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu seluas 16 hektar.


“Pengairannya berasal dari “Sistem Pengairan Sprinkle” yang telah dimodifikasi menjadi pengairan permukaan, selanjutnya lahan seluas 8 ha yang saat monitoring sedang dilakukan panen, juga akan ditanami jagung hibrida varietas R-7 dengan Sistem TOT (Tanpa Olah Tanah),” kata Eni.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Mentan Amran Kumpulkan Forkopimda Provinsi NTT, Bahas Pembangunan Pertanian untuk Pengentasan Kemiskinan

Mentan Amran Kumpulkan Forkopimda Provinsi NTT, Bahas Pembangunan Pertanian untuk Pengentasan Kemiskinan

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumpulkan kepala daerah se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) pada Rabu (5/2/2025). Langkah ini dilakukan untuk koordinasi lebih lanjut pasca-kunjungan kerja Mentan Amran pada 24 Januari lalu. Pada pertemuan tersebut, Mentan Amran mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memajukan […]

Bupati Terpilih Sidrap Siap Pacu Produksi Untuk Swasembada Pangan Nasional Tercapai Lebih Cepat

Bupati Terpilih Sidrap Siap Pacu Produksi Untuk Swasembada Pangan Nasional Tercapai Lebih Cepat

Pilarpertanian – Bupati Sidrap terpilih, Syaharuddin Alrif, menegaskan komitmennya menjadikan Sidrap sebagai lokomotif swasembada pangan nasional. Bersinergi dengan Kementerian Pertanian, Alrif menyiapkan strategi percepatan produksi berbasis data dengan target 8 ton gabah per hektare yang dipacu melalui distribusi pupuk presisi dan optimalisasi irigasi berkelanjutan. “Tak ada waktu tunggu! Dengan produktivitas saat ini yang tembus 7-8 […]

Dukung Swasembada, Mentan dan Menhut Tanam Agroforestri Pangan Serentak di 17 Provinsi

Dukung Swasembada, Mentan dan Menhut Tanam Agroforestri Pangan Serentak di 17 Provinsi

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menggelar penanaman agroforestri pangan secara serentak di 17 provinsi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini mencakup penanaman padi lahan kering serta Tanaman Serbaguna atau Multipurpose Tree Species (MPTS). Pusat pelaksanaan acara berada di areal Hutan Kemasyarakatan KTH Tani Jaya 4, Kabupaten […]

Para Petani Singkong Menyambut Baik Rencana Kehadiran Mentan Amran ke Provinsi Lampung

Para Petani Singkong Menyambut Baik Rencana Kehadiran Mentan Amran ke Provinsi Lampung

Pilarpertanian – Para petani singkong di Provinsi Lampung menyambut baik rencana kehadiran Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman yang akan segera dijadwalkan dalam waktu dekat. Mereka mengapresiasi perhatian pemerintah yang selama ini telah mengakomodir kepentingan petani. Ketua Perkumpulan Petani Ubi Kayu Indonesia (PPUKI), Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, Kadek Tike mengatakan bahwa kehadiran Mentan Amran diyakini […]

Presiden Prabowo Puji Mentan Amran atas Pengendalian Pertanian yang Sangat Baik

Presiden Prabowo Puji Mentan Amran atas Pengendalian Pertanian yang Sangat Baik

Pilarpertanian – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas kinerjanya dalam mengendalikan situasi pertanian di Indonesia. Hal ini disampaikan Presiden Prabowo dalam pertemuan strategis dengan Mentan Amran, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) Jakarta. “Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Mentan atas pengendalian Anda terhadap situasi pertanian. Saya […]

Wamentan Sudaryono: Riau Bakal Jadi Percontohan Terbaik Tumpang Sari Jagung dan Cabai

Wamentan Sudaryono: Riau Bakal Jadi Percontohan Terbaik Tumpang Sari Jagung dan Cabai

Pilarpertanian – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menargetkan Provinsi Riau menjadi daerah percontohan terbaik dalam program tumpang sari jagung dan cabai di lahan perkebunan sawit. Hal ini disampaikan Wamentan Sudaryono saat melakukan kunjungan kerja bersama Pemuda Tani Indonesia di Kecamatan Rumbai Pesisi, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau pada Senin (3/2/2025). Menurut Wamentan Sudaryono atau yang akrab […]

Presiden Prabowo Tegaskan Ketetapan HPP Gabah Rp6.500 dan Siap Tindak Tegas Pihak yang Merugikan Petani

Presiden Prabowo Tegaskan Ketetapan HPP Gabah Rp6.500 dan Siap Tindak Tegas Pihak yang Merugikan Petani

Pilarpertanian – Presiden Prabowo Subianto secara tegas menekankan bahwa pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Penegasan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen kuat pemerintah dalam melindungi kesejahteraan petani Indonesia. “Pemerintah telah menetapkan harga gabah kering panen dari petani Rp6.500. Karena itu, saya ulangi, Rp6.500. Jangan korbankan […]

DPR Dukung Kementan Tingkatkan Volume Pupuk Subsidi

DPR Dukung Kementan Tingkatkan Volume Pupuk Subsidi

Pilarpertanian – Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Andreas Eddy Susetyo menyatakan dukungannya terhadap peningkatan volume pupuk subsidi untuk petani. Penambahan pupuk subsidi itu bisa dilakukan dengan mendorong efisiensi dalam produksi pupuk. “Kalau terjadi efisiensi, nanti Pak Menteri punya keleluasaan untuk nambah volumenya. Karena kalau anggaran ada, kemudian harganya turun, volumenya (bisa) tambah. […]

Wamentan Sudaryono: Stok Daging Untuk Ramadhan dan Lebaran Aman

Wamentan Sudaryono: Stok Daging Untuk Ramadhan dan Lebaran Aman

Pilarpertanian – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono memastikan ketersediaan daging sapi dan kerbau menjelang bulan Suci Ramadhan yang akan datang, dalam kondisi aman dan terkendali. Meski demikian, Wamentan Sudaryono mengakui untuk memenuhi kebutuhan daging tersebut, pemerintah berencana akan melakukan importasi terbatas yang akan dikerjakan sebagian besar oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurut Wamentan Sudaryono […]