Hutan Kelola Rakyat Baru Terealisasi 1,67 Juta Ha
Redaksi dan Informasi pemasangan iklan Hubungi: Admin Pilarpertanian

Hutan Kelola Rakyat Baru Terealisasi 1,67 Juta Ha

Pilarpertanian - Pengelolaan perhutanan sosial sebelumnya disediakan 500 ribu hektare lalu 12,7 juta hektare hingga tahun 2019, namun baru terealisasi 1,67 juta. Pola tersebut dapat mengatasi konflik dan kemiskinan rakyat sekitar serta menurunkan emisi gas rumah kaca sampai 29 persen pada tahun 2030.


Pilar Pertanian – Pemerintah sudah mencanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015- 2019 pengalokasian kawasan hutan seluas 12,7 juta hektare atau 10 persen dari luas hutan di Indonesia untuk dikelola masyarakat sekitar dengan berbagai skema kehutanan. RPJM tersebut meliputi 71 ribu desa dan baru terealisasi 30 ribu desa.


Pengelolaan perhutanan sosial yang dikelola masyarakat setempat dilakukan dengan skema hutan desa, hutan kemasyarakatan, hutan tanaman rakyat, hutan adat dan lainnya. Sebelumnya disediakan 500 ribu hektare lalu 12,7 juta hektare hingga tahun 2019. Pencanangan perhutanan sosial yang dikelola masyarakat sekitar selain dapat memastikan hak wilayah kelola hutan rakyat, juga mengatasi konflik dan kemiskinan rakyat sekitar.


Kawasan perhutanan sosial yang disediakan pemerintah untuk dikelola rakyat seluas 12,7 juta hektare (ha) baru terealisasi 1,67 juta ha sejak dicanangkan dua tahun lalu. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menyatakan konsep hutan sosial harus berhati-hati.



“Seluas 12,7 juta hektare sudah dicanangkan, sudah 1,67 juta hektare. Kenapa tidak mudah, karena saya mempelajarinya keliling desa tersebut di Indonesia. Sambil berjalan. Saya sudah bilang tadi, bahwa konsepnya harus hati-hati,” kata Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar seusai membuka Simposium Internasional Perubahan Iklim yang digelar Walhi di Bandar Lampung, Jumat (25/11).


Menurut dia, untuk merealisasikan konsep tersebut ia sudah berkeliling lebih dari 20 spot perhutanan sosial seperti Jambi, Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan lainnya.


“Semuanya berbeda-beda (kondisinya). Tapi ada hal- hal prinsip (soal perhutanan sosial yang dikelola rakyat), sehingga peraturan menterinya baru keluar Oktober lalu. Itu politiknya presiden, jadi sudah berjalan,” kata Siti Nurbaya.


Lebih penting lagi, ia mengemukakan pengelolaan hutan melalui pola tersebut dapat menurunkan emisi gas rumah kaca sampai 29 persen pada tahun 2030. Atau menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 41 persen apabila ada kerja sama pihak internasional. (E14)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Kementan Siapkan Pembangunan Food Estate Berbasis Kedelai Lokal

Kementan Siapkan Pembangunan Food Estate Berbasis Kedelai Lokal

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) Propaktani pada 20/10/2022 dengan tema “Model Pembangunan Food Estate Berbasis Kedelai Lokal Untuk Memperkuat Ekonomi Melalui Penyiapan Benih Unggul Yang Bersertifikasi dan Peningkatan Daya Kreativitas Serta Profesionalisme Pengelolanya”. Mengawali Webinar, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menyampaikan bahwa teknologi perbenihan, […]

Perkuat Ketahanan Pangan, Kementan Dorong Maluku Utara Kembangkan Singkong

Perkuat Ketahanan Pangan, Kementan Dorong Maluku Utara Kembangkan Singkong

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian mendorong Maluku Utara mengembangkan singkong atau ubi kayu sebagai pangan lokal yang memiliki nilai tambah yang tinggi guna memperkuat ketahanan pangan dalam menghadapi krisis pangan global. Maluku Utara akan dilakukan pengembangan 1 juta ha komoditi tanaman pangan meliputi jagung, kedelai, sorgum, singkong dan porang. Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan singkong […]

Mentan SYL Minta Jajarannya dan Pemerintah Daerah Pastikan dan Jaga Pangan Aman

Mentan SYL Minta Jajarannya dan Pemerintah Daerah Pastikan dan Jaga Pangan Aman

Pilarpertanian – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memastikan 12 bahan pokok strategis untuk beberapa bulan ke depan dalam kondisi aman. Keduabelas bahan pokok itu di antaranya beras, daging, bawang merah, bawang putih, cabe besar, cabe rawit, daging sapi, daging ayam, telur ayam, kedelai, minyak goreng dan juga gula pasir. “Semua kebutuhan tersebut kita […]

Kementan Dorong Peningkatan Produksi Jagung Melalui Ekstensifikasi

Kementan Dorong Peningkatan Produksi Jagung Melalui Ekstensifikasi

Pilarpertanian – Kementan terus mencari solusi untuk meningkatkan produksi jagung guna memenuhi kebutuhan jagung dalam negeri, sekaligus juga untuk memenuhi permintaan pasar ekspor, dalam rangka penguatan ekosistem pangan dan penguatan pangan nasional. Kementan telah menyiapkan kebijakan terkait percepatan pengembangan jagung dengan menetapkan strategi pengembangan jagung menuju swasembada berkelanjutan melalui Roadmap Jagung 2022-2024. Guna mendukung hal […]

DKP Kabupaten Malang harapkan Pertanian menjadi Gaya Hidup

DKP Kabupaten Malang harapkan Pertanian menjadi Gaya Hidup

Pilarpertanian – Pertanian diharapkan bisa menjadi gaya hidup atau life style serta hobby yang dapat menghasilkan keuntungan. Itu yang menjadi penekanan Dr. Agung Purwanto selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kabupaten Malang dalam kunjungan Monitoring dan Evaluasi atau Monev dari kegiatan Pemanfaatan Pekarangan Lestari (P2L) tahun 2021 di kelompok tani Merak 3 yang berada didusun […]

Antisipasi Krisis Global, Sulsel Gelar Pasar Murah dan Genjot Pangan Lokal Berbasis Sagu

Antisipasi Krisis Global, Sulsel Gelar Pasar Murah dan Genjot Pangan Lokal Berbasis Sagu

Pilarpertanian – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengambil posisi terdepan dan bergerak aktif memperkuat ketersediaan pangan dalam mensukseskan program utama yang tengah dijalankan Kementerian Pertanian (Kementan) guna menghadapi dampak krisis global. Saat ini masif menggelar pangan murah di semua kabupatan/kota untuk melancarkan pasokan pangan dari petani ke pasar dan menstabilkan harga pangan sehingga […]

Kemandirian Pangan Lokal, Kementan-Dinas Ketapang Sulsel Sinergi Kembangkan Sagu

Kemandirian Pangan Lokal, Kementan-Dinas Ketapang Sulsel Sinergi Kembangkan Sagu

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan (Ketapang Sulsel) mendorong pengembangan diversifikasi pangan lokal sagu dalam menghadapi krisis pangan dunia. Potensi pengembangan sagu sangat besar karena hingga saat ini tercatat areal sagu nasional 5,5 juta hektar dan areal yang termanfaatkan atau areal budidaya baru sekitar 3,5 persen atau 200,85 ribu hektar, […]

Peluang Ekspor Terbuka Lebar, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor Pangan

Peluang Ekspor Terbuka Lebar, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor Pangan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus fokus mendorong peningkatan ekspor produk pertanian, sejauh ini ekspor produk pertanian terbukti memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, tidak hanya sebagai penghasil devisa saja. Dampak positif lainnya seperti peningkatan produksi, mutu, stabilitas harga dalam negeri hingga mensejahterakan petani. Terkait itu guna menggeliatkan dan meningkatkan ekspor produk pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman […]

Mentan: Karantina Perkuat Idealisme Mengawal Bangsa Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global

Mentan: Karantina Perkuat Idealisme Mengawal Bangsa Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global

Pilarpertanian – Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian melaksanakan upacara dalam rangka memperingati 145 Tahun Karantina Pertanian. Dengan tema, Karantina Pertanian Siap Mengawal dan Mewujudkan Pertanian Maju, Mandiri dan Modern, hal ini sejalan dengan tugas yang diberikan untuk mengamankan negeri dari ancaman bioterorisme. “Momentum yang bersejarah ini adalah hari bahagia bagi kita semua. Di samping […]