Kemajuan Riset Bioteknologi Padi Indonesia Ditampilkan Pada International Rice Congress di Singapura

Pilar Pertanian Senin, 22/10/2018 06:08 WIB
Kemajuan Riset Bioteknologi Padi Indonesia Ditampilkan Pada International Rice Congress di Singapura Foto. Para peneliti padi Indonesia berpartisipasi pada The 5th International Rice Congress 2018 di Singapura.
Pilar Pertanian - Para peneliti padi Indonesia baik dari lembaga penelitian maupun perguruan tinggi tampil secara aktif dalam acara dunia "The 5th International Rice Congress 2018 (The 5th IRC)" di Singapura bersama para peneliti padi negara lain. Dari Balitbangtan tampil BB Padi, BB Biogen, dan BPTP.

Peneliti BB Biogen menyampaikan beberapa hasil dan perkembangan riset sumber daya genetik (SDG) dan bioteknologi karakterisasi molekular, bioteknologi in vitro, hingga perakitan varietas dengan genome editing yang disampaikan dalam persentasi oral dan poster.

Kegiatan The 5th IRC diselenggarakan oleh International Rice Research Institute (IRRI) tanggal 15 – 17 Oktober 2018 di Marina Bay, Singapura. Acara ini merupakan kegiatan rutin empat tahunan yang diselenggarakan sebagai wahana pertemuan terbesar dari para penggagas, peneliti dan para pakar, pembuat kebijakan, dan penyedia teknologi terkait pertanian khususnya padi.

Dalam acara ini para stakeholder dan pelaku usaha industri padi bertemu untuk saling berbagi dan memperbaharui wawasan terhadap hasil-hasil inovasi terkini, perkembangan teknologi, serta kebijakan yang menentukan arah masa depan industri pangan pokok ini. Karena itu penting sekali artinya bagi Indonesia khususnya para penelitinya untuk berperan aktif dalam kegiatan internasional seperti ini.

The 5th IRC mencakup dua kegiatan utama yakni konferensi dan symposium. Konferensi penelitian padi internasional ( International Rice Research Conference ) yang mencakup tema-tema sistem dan pengembangan fisiologi dan genetika, sistem pertanian berkelanjutan, perubahan iklim dan keberlangsungan lingkungan, kesehatan dan nutrisi, kesetaraan gender, dan sistem pangan masa depan.

Sedangkan, The 8th Rice Genetics Symposium mencakup tema-tema terkait genetika baik pada level genom, biologi, genetika dan keterkaitannya dengan hasil panen, genetika dan interaksinya dengan faktor biotik dan abiotik, genetika untuk padi hibrida, genome dan gene editing, dan teknologi-teknologi dalam mendukung genotyping, fenotyping, dan omic lainnya.

Beberapa peneliti dari BB-Biogen berpartisipasi aktif dalam acara ini dan mempresentasikan hasil dan program penelitian bioteknologi dan SDG padi. Partisipasi aktif BBBiogen Balitbangtan ini, terkait tupoksinya, sebagai institusi penelitian dan pengembangan bioteknologi dan SDG pertanian.

Dalam kesempatan tersebut , Kepala BB Biogen, Dr Mastur menyampaikan paparan tentang kemajuan dan program penelitian bioteknologi padi. Paparan ini mendapat apresiasi dari peserta dari Myanmar yang menyampaikan ketertarikannya untuk menginisiasi kolaborasi, khususnya dalam bidang bioteknologi.

Topik lain yang disampaikan adalah hasil penelitian mengenai perbandingan keragaman genetik varietas padi lokal dari lingkup Asean, yaitu negara Laos, Pilipina, Malaysia, dan Indonesia yang disampaikan oleh Dr. Puji Lestari. Kegiatan ini merupakan bagian kegiatan BSF- ITPGRFA/FAO multicountry di Asia Tenggara yang dipimpin Indonesia.

Dr Rossa Yunita menyampaikan hasil perakitan padi toleran lahan salin melalui bioteknologi in vitro yang dibantu mutasi. Pemrasaran lainnya Dr Nurul H, memaparkan hasil kegiatan dokumentasi SDG padi Indonesia.

Selama penyelenggaraan konferensi, juga dilakukan pertemuan, koordinasi, dan konsultasi kegiatan kerjasama BSF- FAO terkait kegiatan pengembangan bersama dan transfer teknologi padi, dan aplikasi pengidentifikasi digital untuk SDG padi. Kegiatan transfer teknologi melibatkan negara mitra seperti Malayia, Pilipina dan Laos, dimana Indonesia dipercaya sebagai pengelola dan pemimpin kegiatan. Pertemuan koordinasi ini dipimpin oleh Kepala BB Biogen sebagai intitusi pengelola dan dihadiri oleh deputi dan kepala institusi dari masing-masing negara mitra.

Kegiatan koordinasi BSF FAO terkait aplikasi pengidentifikasi digital pada padi dihadiri oleh pihak sekretariat ITPGRFA, IRRI, dan BB-Biogen sebagai pelaksana projek. Dalam kesempatan ini Dr. Sabran yang merupakan PI dari projek yang sedang berlangsung tersebut.

Secara keseluruhan keikutsertaan dalam kegiatan ini sangat penting untuk menyampaikan perkembangan teknologi pengelolaan SDG dan bioteknologi Indonesia, sekaligus memperluas wawasan peneliti , berbagi pengalaman, dan inisiasi dan meningkatkan kerjasama.

Partisipasi para peneliti untuk ikut berperan mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia internasional sangat penting sejalan dengan peningkatan posisi Indonesia di tingkat dunia.(Penulis Dr Nurul Hidayatun,
Editor Mastur, PhD)

Redaksi: redaksi[at]pilarpertanian.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]pilarpertanian.com
Baca Juga
Newsfeed
  • {{ idnTime(feeds.publishdate) }}
MOST POPULAR