Kementan Dukung Kegigihan Petani Kecamatan Tarik-Sidoarjo Mengelola Hama Tikus Sawah
Foto : Petani di Desa Kendalsewu, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur Melakukan Pengendalian Hama Tikus untuk Menghadapi Musim Tanam.

Kementan Dukung Kegigihan Petani Kecamatan Tarik-Sidoarjo Mengelola Hama Tikus Sawah

Pilarpertanian - Salah satu hama utama padi yang seringkali dihadapi para petani dan mengancam penurunan hasil panen adalah hama tikus. Hama Rattus argentiventer atau biasa dikenal dengan tikus sawah menjadi hama utama tanaman padi yang mampu menyebabkan kerugian besar bagi petani karena memiliki daya rusak yang tinggi. Pada tingkat serangan dan populasi yang tinggi, hama tikus dapat menyebabkan gagal panen atau puso hanya dalam waktu semalam saja. Oleh karenanya, diperlukan langkah-langkah pengendalian supaya tikus tidak menimbulkan kerugian.


Seperti halnya yang telah dilakukan oleh petani di Kabupaten Sidoarjo, tepatnya di Desa Kendalsewu Kecamatan Tarik. Petani setempat mengupayakan pengendalian hama tikus secara gigih dan kompak untuk menghadapi musim tanam mendatang yang bertepatan pada bulan Juni. Mereka mempercayai dan sekaligus mempraktekkan bahwa pengendalian hama dapat dilakukan kapanpun, tanpa menunggu keberadaan hama di sawah.


Pengendalian tikus dapat dilakukan dengan berbagai cara dan teknik pengendalian, misalnya pengendalian secara mekanik. Gropyokan merupakan salah satu usaha mengendalikan tikus secara mekanik. Teknik pengendalian ini dilakukan pada saat bera dan dalam satu hamparan sawah serta dilakukan secara beramai-ramai oleh banyak petani dalam waktu yang bersamaan. Untuk menyongsong musim tanam yang jatuh pada bulan Juni 2021 ini, petani Desa Kendalsewu telah melaksanakan serangkaian gerakan pengendalian (gerdal) sejak bulan April 2020. Petani sudah mulai melakukan gerakan pengendalian pra tanam sejak dua bulan sebelum dimulainya musim tanam. Hal ini dilakukan karena wilayah Kecamatan Tarik merupakan daerah endemis tikus.


Awal bulan April 2020 lalu, petani Desa Kendalsewu telah memulai melakukan aktivitas pengendalian pra tanam tikus. Pada hari Kamis, 8 April 2021 petani melaksanakan kegiatan “ngglidhik” pada persawahan yang belum ada tanamannya/bero. Ngglidhik adalah istilah Bahasa Jawa yang berarti pengendalian tikus secara manual beramai-ramai dengan membongkar lubang-lubang aktif dan pematang untuk kemudian menangkap dan mematikan tikus yang ditemukan.



Pengendalian tikus pra tanam dilanjutkan kembali pada akhir bulan Mei, tepatnya tanggal 23 dan 30 Mei, gerdal gropyokan dengan metode ngglidhik kembali dilakukan. Dengan berbekal alat-alat pertanian seadanya seperti cangkul, sabit, batang kayu dan dibantu dengan bahan pengendali berupa alpostrans/bahan asap belerang, petani memburu tikus di lubang aktif dan sepanjang pematang sawah. Tikus yang tertangkap dikumpulkan dalam karung untuk kemudian dimusnahkan. Manfaat pengendalian pra tanam adalah mengurangi populasi awal tikus yang ada di areal sawah pada awal musim tanam sehingga diharapkan serangan/populasi tikus tidak tinggi pada saat standing crop atau sudah mulai ada pertanaman.


Musim tanam berlangsung pada awal bulan Juni, setelah dilaksanakannya serangkaian gerakan pengendalian pra tanam tikus di lokasi endemis tikus. Meskipun pengendalian sudah gencar dilakukan, pengamatan rutin oleh POPT dan petani tetap perlu dilakukan untuk memantau pertumbuhan tanaman sekaligus kondisi hama penyakitnya. Dengan seringnya pengamatan, harapannya tanaman padi aman dari serangan hama penyakit.


Abriani Fensionita selaku Koordinator Kelompok Substansi Pengendalian OPT Serealia, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan menjelaskan, “Dalam sistem Pengelolaan Hama Terpadu (PHT), pengamatan OPT secara rutin merupakan salah satu upaya yang harus dilaksanakan. Ini menjadi tolok ukur kita dalam menentukan perlu tidaknya dilakukan pengendalian OPT dan menentukan metode pengendalian yang paling tepat”.


Memperhatikan hasil pengamatan rutin dimana perkembangan OPT tikus di lapangan periode ke-2 bulan Juni 2021 mulai meningkat, maka pada tanggal 29 Juni 2020 Petugas POPT Kec. Tarik mengeluarkan surat peringatan dini serangan hama tikus yang ditujukan kepada Mantri Tani dan ditembuskan kepada pihak-pihak terkait. Dalam surat tersebut juga disampaikan rekomendasi tindakan pengendalian yang perlu dilakukan oleh petani, yaitu pemasangan umpan beracun dan sanitasi lahan. Metode tersebut direkomendasikan karena sudah ada pertanaman di lahan sawah sehingga tidak mungkin dilakukan gropyokan.


Yadi Kusmayadi, POPT Ahli Muda di Balai Besar Peramalan OPT-Jatisari mengatakan, “Tikus adalah hewan yang pintar jadi kita harus lebih pintar agar bisa mengendalikan tikus. Kita harus mengenal tikus terlebih dahulu supaya pengendalian yang kita lakukan bisa efektif. Kita harus tahu kebiasaan tikus, kemampuan reproduksinya, umur tikus, pola serangan tikus, ciri-ciri lubang aktif, dan lain sebagainya”.


Sebagai hewan mamalia, tikus memiliki tingkat kepridian yang tinggi dan siklus berkembang biaknya yang sangat pendek. Tikus dengan umur 2-3 bulan sudah matang seksual dan siap kawin serta masa buntingnya sangat singkat yaitu sekitar 21-23 hari. Seekor tikus betina rata-rata mampu melahirkan 10 ekor anak dengan perbandingan jantan dan betina adalah 1 berbanding 1. Setelah satu atau dua hari melahirkan, tikus betina sudah siap kawin lagi atau disebut dengan post partum oestrus. Dengan pendeknya siklus hidup tikus, sepasang tikus mampu berkembang menjadi 1.275 ekor tikus selama satu tahun. Angka ini bisa melesat lebih tinggi pada kondisi yang menguntungkan tikus, hingga mampu merusak pertanaman padi dan menyebabkan gagal panen.


Imam Subarkah, Koordinator Pengendali OPT Kabupaten Sidoarjo ketika dihubungi melalui sambungan telepon seluler membenarkan adanya serangan hama tikus di Desa Kendalsewu Kec. Tarik. “Hasil pengamatan Petugas POPT, ada sekitar 10 ha tanaman padi terserang tikus dengan intensitas ringan, 11 ha padi terserang intensitas sedang dan 7,6 ha mengalami gagal panen atau puso”, terang Imam.


“Upaya pengendalian tikus telah diupayakan sejak dini sebelum tanam. Ada tiga kali gerdal yang dilakukan secara bersamaan oleh petani yang didampingi oleh petugas. Belum lagi pengendalian yang dilakukan oleh petani sendiri-sendiri. Namun demikian pada musim ini belum mampu mengimbangi perkembangan tikus yang sangat cepat”, imbuh Prasetyo, Kepala Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Mojokerto.


Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Mohammad Takdir Mulyadi, mengatakan, “Pengendalian hama di lapangan harus dilakukan sejak pra tanam hingga panen. Banyak faktor yang harus dipenuhi agar pengendalian yang dilakukan berhasil atau efektif. Meskipun pengendalian tikus sudah dilakukan sejak pra tanam, ini belum menjamin tanaman tidak diserang tikus karena kemampuan reproduksi dan daya jelajah tikus juga sangat tinggi”.


Lahan petani yang terserang tikus di wilayah Desa Kendalsewu mungkin akan lebih luas lagi dibanding sekarang jika tidak ada upaya pengendalian tikus yang dilakukan bersama-sama sejak pra tanam. Ini lah yang menjadikan pengendalian tikus harus dilakukan secara bersama-sama dan dalam hamparan yang luas. Kegigihan dan petani dalam bercocok tanam tidak surut hanya akibat serangan hama yang terjadi setiap tahun. Pemerintah juga tidak berdiam diri untuk membantu petani agar berhasil dalam usaha taninya.


Dihubungi di tempat terpisah, Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi menegaskan, “Kami selalu berupaya mendukung petani agar berhasil dalam usaha tani nya. Kementerian Pertanian siap membantu kebutuhan sarana pengendalian hama tikus seperti rodentisida, pengemposan dan bimbingan teknis pengendalian tikus bagi petani”.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Mentan Amran Entaskan Kemiskinan di Alor, Tiga Strategi dan Pengawalan Bantuan Pertanian Diperketat

Mentan Amran Entaskan Kemiskinan di Alor, Tiga Strategi dan Pengawalan Bantuan Pertanian Diperketat

Pilarpertanian – Pemerintah memperkuat langkah pengentasan kemiskinan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui pembangunan sektor pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, penguatan pertanian di Alor tidak semata mengejar produksi, tetapi diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. “Tujuan utamanya pengatasan kemiskinan juga. Justru kemiskinan target kita,” tegas Mentan Amran dalam […]

Lepas Truk Bantuan Pangan di NTT, Mentan Amran: Ini Kemanusiaan, Harus Bergerak Cepat

Lepas Truk Bantuan Pangan di NTT, Mentan Amran: Ini Kemanusiaan, Harus Bergerak Cepat

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas langsung truk-truk bantuan pangan untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Labuan Bajo, Rabu (19/8). Membawa beras, minyak goreng, mi instan, gula, dan kebutuhan pangan lainnya, bantuan tersebut diperintahkan segera bergerak menuju titik-titik terdampak tanpa menunggu proses administrasi yang panjang. Bagi Mentan Amran, […]

Gerakan Tanam Serempak Perkuat Produksi Pangan dari Lahan Oplah dan CSR

Gerakan Tanam Serempak Perkuat Produksi Pangan dari Lahan Oplah dan CSR

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali melaksanakan Gerakan Tanam Serempak pada Jumat (21/8/2026) sebagai upaya meningkatkan indeks pertanaman (IP), memperluas areal tanam, dan memperkuat produksi pangan nasional. Kegiatan dipusatkan di Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, dan dilaksanakan serempak di 25 provinsi pada lokasi Optimalisasi […]

Mentan Amran di Musda MUI Sulsel: Saatnya Kawal Indonesia Menuju Negara Superpower

Mentan Amran di Musda MUI Sulsel: Saatnya Kawal Indonesia Menuju Negara Superpower

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras menjadi bukti bahwa target besar bangsa dapat diwujudkan melalui kerja keras, keberanian mengambil keputusan, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak para ulama untuk turut mengawal transformasi Indonesia menuju negara maju dan berdaulat. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran […]

Ini Alasan Mentan Ekspor Beras dari Kediaman: Efisiensi Anggaran untuk Petani

Ini Alasan Mentan Ekspor Beras dari Kediaman: Efisiensi Anggaran untuk Petani

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memilih kediamannya sebagai lokasi pelepasan rencana ekspor perdana 1.000 ton beras ke Malaysia bukan tanpa alasan. Langkah tersebut merupakan bagian dari penerapan efisiensi yang ditekankan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus memastikan anggaran pemerintah lebih banyak diarahkan untuk kebutuhan produktif petani. Agenda ekspor beras ke Malaysia sebelumnya direncanakan berlangsung […]

Mentan Amran : Kado Kemerdekaan, Swasembada Pangan hingga Ekspor Beras

Mentan Amran : Kado Kemerdekaan, Swasembada Pangan hingga Ekspor Beras

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mempersembahkan sejumlah capaian sektor pertanian sebagai kado untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu capaian terbesar adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target yang ditetapkan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa, mulai […]

Akselerasi Swasembada Berkelanjutan, Kementan Tingkatkan Inovasi dan Daya Saing Pemuliaan Tanaman

Akselerasi Swasembada Berkelanjutan, Kementan Tingkatkan Inovasi dan Daya Saing Pemuliaan Tanaman

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) terus berupaya meningkatkan inovasi dan daya saing pemuliaan tanaman sebagai salah satu faktor yang mengakselerasi tercapainya swasembada pangan berkelanjutan. Upaya yang dilakukan yakni meningkatkan mutu layanan permohonan Hak Perlidungan Varietas Tanaman (PVT) sehingga mendorong pengembangan dan penyediaan benih varietas unggul baru […]

HUT RI Ke-81, Kementan Beri Penghargaan bagi ASN dan Unit Kerja Berprestasi

HUT RI Ke-81, Kementan Beri Penghargaan bagi ASN dan Unit Kerja Berprestasi

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan Penghargaan Menteri Pertanian kepada aparatur sipil negara (ASN) dan unit kerja berprestasi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai Upacara Bendera di Lapangan Upacara Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (17/8/2026). Penghargaan ini diberikan […]

Adriano Mahasiswa Alor Ramaikan Karnaval Kementan, Serukan Pertanian Berdiri di Kaki Sendiri!

Adriano Mahasiswa Alor Ramaikan Karnaval Kementan, Serukan Pertanian Berdiri di Kaki Sendiri!

Pilarpertanian – Dari Alor, Nusa Tenggara Timur, ke tengah kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Jakarta. Adriano Padama, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) asal Alor yang sebelumnya mendapat perhatian setelah kisahnya sampai kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, kini ikut meramaikan kendaraan Karnaval Kementerian Pertanian (Kementan) dalam perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di kawasan Monas, Jakarta, Senin […]