Kementan Tingkatkan Pengawasan Peredaran Benih secara Online
Foto : Kementerian Pertanian Melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Melakukan Pengawasan Peredaran Benih dengan Barcode pada Label Benih.

Kementan Tingkatkan Pengawasan Peredaran Benih secara Online

Pilarpertanian - Untuk memastikan mutu benih tanaman pangan yang tersalur di konsumen terjaga dengan baik, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melakukan pengawasan terhadap peredaran benih secara intens.


Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, menyebutkan bahwa pada saat ini pemasaran peredaran benih tidak hanya pemasaran secara fisik, tapi juga secara online, menggunakan pasar-pasar yang canggih berbasis IT, sehingga bisa lintas batas daerah, efisien waktu, dan menjangkau secara lebih luas.


Namun, kita ikuti juga proses pemasaran itu sesuai peraturan yang berlaku,” kata Suwandi.


Mengenai pengawasan peredaran benih berbasis penggunaan QR Code, hal ini merupakan suatu terobosan yang sudah diuji coba pada tahun 2020 dan diterapkan di tahun 2021.



“Kami mengkombinasikan bagaimana mengontrol peredaran benih, memantau supaya terjamin dan terjaga secara keseluruhan dengan menggunakan QR Code/Barcode, pada setiap kemasan benih diberi QR Code. Manfaatnya, para user, petani, pengawas benih tanaman, bisa cek apa yang terdapat di dalam kemasan dengan labelnya. Kemudian bisa melaporkan secara online dengan aplikasi kita, sesuai atau tidak sesuai, bahkan petani bisa melaporkan kinerja produksi benihnya di form aplikasi online. Ini merupakan salah satu cara untuk melakukan pengawasan peredaran benih berbasis IT,” ungkap Suwandi.


Hal ini juga meningkatkan proses jaminan mutu, tapi dengan efisien dan murah. Sehingga manfaatnya jauh lebih besar.


Sejauh ini, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan telah melakukan sosialisasi penerapan barcode dan aplikasi untuk sertifikasi, sehingga traceability dan sistem distribusi bisa tercapai dengan baik dengan adanya QR Code.


“Saya himbau kepada pelaku platform, supaya ada kaidah, rambu-rambu terhadap benih. Benih ini penciri produktivitas, sumber daya kita yang harus dijaga baik dari sistem distribusi, produksi, pemanfaatan petaninya. Kami juga mendorong peningkatan kompetensi kepada petugas lapangan kami, PBT, dalam pengawasan peredaran benih secara online,” imbuh Suwandi.


Pada kesempatan yang sama, Koordinator Kelompok Pengawasan Mutu Benih Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan, Catur Setiawan, menambahkan, sebagai langkah operasional, saat ini penerapan penggunaan QR Code dilakukan dalam proses sertifikasi dan akan dimaksimalkan untuk monitoring peredaran benih yang ada di pasar. Sehingga alur distribusi, jumlah stok, peredaran benih, juga bisa diketahui lebih akurat.


“Kita akan melakukan sosialisasi peraturan perbenihan pada platform e-commerce. Benih tanaman pangan yang diedarkan secara online wajib mengikuti prosedur, persyaratan, dan standar mutu yang sesuai dengan peraturan perbenihan yang berlaku. PBT harus mampu melakukan pengawasan peredaran benih yang diedarkan secara online, sama halnya seperti peredaran benih konvensional,” pungkas Catur.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Rembug Paripurna KTNA di Usia Emas

Rembug Paripurna KTNA di Usia Emas

Dengan usia 50 Tahun yang tentunya sudah cukup dewasa, tetap mampu berperan terus dalam memotivasi semangat para Petani-Nelayan untuk tetap berproduksi.

Perkuat Leadership Indonesia, Mentan SYL Teken MoU Dengan FAO

Perkuat Leadership Indonesia, Mentan SYL Teken MoU Dengan FAO

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melangsungkan pertemuan dengan Direktur Jenderal (Dirjen) FAO, Qu Dongyu di sela-sela rangkaian pertemuan Menteri Pertanian negara G-20. Hasil pertemuan tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penguatan Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) di bidang pertanian dan ketahanan pangan. “Sebagai negara agraris dan salah satu negara pengekspor terbesar […]

Kementan Raih Dua Penghargaan Tertinggi pada Anugerah Humas Indonesia 2021

Kementan Raih Dua Penghargaan Tertinggi pada Anugerah Humas Indonesia 2021

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil memenangkan dua penghargaan tertinggi sebagai Kementerian yang memberi laporan Informasi publik terinovatif dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama terbaik dalam ajang Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2021. Ketua sekaligus Pemimpin Redaksi Humas Indonesia, Aswono Wikan mengatakan bahwa kompetisi ini diikuti langsung oleh 107 entri dari lembaga, kementerian maupun […]

Peternak Blitar: Terima Kasih Pak Presiden dan Pak Mentan, Jagung Sudah Diterima

Peternak Blitar: Terima Kasih Pak Presiden dan Pak Mentan, Jagung Sudah Diterima

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan intervensi kongkret untuk menstabilkan harga pakan yang mengalami kenaikan dan harga telur yang mengalami penurunan. Untuk memenuhi pasokan jagung pakan bagi peternak mandiri, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengeluarkan kebijakan berupa bantuan kirim jagung bagi peternak, salah satunya terjadi di peternak Blitar, Jawa Timur. “Hari ini sudah diterima […]

Hadapi Era Pasar Bebas Pemerintah Ajak Stakeholder Perkuat Penerapan Standar Mutu Produk dan Olahan Pangan

Hadapi Era Pasar Bebas Pemerintah Ajak Stakeholder Perkuat Penerapan Standar Mutu Produk dan Olahan Pangan

Pilarpertanian – Memasuki era pasar bebas, penerapan standar dan mutu di bidang pangan wajib diterapkan dari hulu sampai hilir. Saat ini setiap pangan yang diedarkan di wilayah NKRI yang diproduksi dalam negeri atau impor untuk diperdagangkan dalam bentuk kemasan berlabel wajib memiliki ijin edar. Ijin Edar yang dimaksud seperti PAST (Pangan Segar Asal Tumbuhan), PASH […]

Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bantu Petani Membeli Alsintan dan Merevitalisasi Penggilingan Padi Kecil dan Mikro

Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bantu Petani Membeli Alsintan dan Merevitalisasi Penggilingan Padi Kecil dan Mikro

Pilarpertanian – Program bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang selama ini digencarkan Kementerian Pertanian, terbukti mampu menaikkan level mekanisasi Indonesia. Namun kedepannya, dalam rangka kemandirian petani, secara bertahap mengurangi bantuan alsintan dan mendorong petani/kelompoktani memanfaatkan fasilitas pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian untuk membeli alsintan. Dengan adanya andil dari petani dalam pembelian alsintan akan menimbulkan […]

Tingkatkan Nilai Tambah Olahan Cabai dengan Metode Pengeringan

Tingkatkan Nilai Tambah Olahan Cabai dengan Metode Pengeringan

Pilarpertanian – Kementerian pertanian mendukung penuh upaya peningkatan nilai tambah produk Hortikultura melalui penggunaan teknologi peningkatan mutu, product development dan pemanfatan teknologi. Naiknya nilai tambah produk hortikultura diyakini mampu menyokong perekonomian nasional salah satunya dengan menumbuhkan UMKM yang diharapkan mampu menaikkan posisi petani dan pelaku usaha hortikultura. Mendukung hal tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura dalam berbagai […]

Teknis Pengendalian OPT Ramah Lingkungan di Kampung Cabai

Teknis Pengendalian OPT Ramah Lingkungan di Kampung Cabai

Pilarpertanian – Ada empat fokus perhatian Kementerian Pertanian dalam membangun komoditas hortikultura yaitu meningkatkan daya saing produksi, produktivitas, akses pasar, dan dukungan logistik. Budidaya yang dikembangkan juga merupakan sistem modern yang ramah lingkungan serta mendorong peningkatan nilai tambah produk untuk kesejahteraan petani. Hal tersebut diharapkan dipahami dan dikuasai oleh para petani. Oleh karena itu Kementerian […]

Rembug Paripurna KTNA 2021, Susun Visi 5 Tahun Ke Depan

Rembug Paripurna KTNA 2021, Susun Visi 5 Tahun Ke Depan

Pilarpertanian – Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional segera menggelar rembug paripurna organisasi sebagai penyegaran dan pergantian jajaran pengurus baru untuk 5 tahun ke depan. KTNA adalah organisasi yang lahir dari rahim petani pada tahun 1971 di Cihea, Cianjur, Jawa Barat. Sekjen KTNA nasional, H. Mohamad Yadi Sofyan Noor, SH. mengatakan, pergantian pengurus ini […]