Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

24 November 2018

KRPL BKP Kementan Mendapat Apresiasi Anggota FAO

KRPL BKP Kementan Mendapat Apresiasi Anggota FAO

Pilarpertanian - Pilar – Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi selaku Ketua Delegasi Republik Indonesia (Delri) menjadi salah satu penelis dalam symposium yang dilaksanakan oleh FAO di Roma, Italia,  21-23 November 2018.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Symposium Internasional yang bertemakan ” Agricultural Innovation for Family Farmers : Unlocking the Potential of Agricultural Innovation to Achieve the Sustainable Development Goals” dihadiri hampir 600 peserta dari 76 negara yang berasal dari kalangan pemerintahan,  dunia usaha, masyarakat sipil dan organisasi petani.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Symposium ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang potensi inovasi pertanian dalam mendukung upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui sharing pengalaman berbagai negara dalam pengembangan teknologi untuk family farmers.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Selanjutnya adalah, bagaimana inovasi teknologi tersebut dapat dikembangkan, direplikasi dan diperluas penerapannya. 
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Pada sesi Driving Successful Innovation Through Effective Decision Making, Agung menyampaikan tentang pengalaman Indonesia melaksanakan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) sebagai salah satu inovasi dalam pemberdayaan family farmers di Indonesia,  termasuk bagaimana suatu kebijakan diambil secara buttom up yang berbasis pada kebutuhan dan sumberdaya atau aset yang  dimiliki petani.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Dalam merancang kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan melalui KRPL, Kelompok Wanita Tani sebagai pelopor utamanya, membuat perencanaan sesuai kebutuhan, sehingga apa yang dikerjakan sesuai perencanaan yang mereka buat sendiri,” ujar Agung.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Melalui perencanaan dari bawah, lanjut Agung, tingkat keberhasilannya akan lebih tinggi.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Peran pemerintah dalam kegiatan ini lebih banyak sebagai pendamping dan fasilitator,”tambah Agung.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Lebih lanjut dijelaskan Agung, kebijakan yang diambil diarahkan untuk memotivasi masyarakat di daerah rentan rawan pangan yang memiliki keterbatasan infrastruktur untuk dapat menghasilkan pangan oleh mereka sendiri.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Selain itu juga untuk meningkatkan income generation untuk mengatasi kemiskinan, dan melindungi sumberdaya lokal genetik, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan yang potensinya di Indonesia mencapai 10.3 juta ha. 
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Sampai saat ini sejak tahun 2010 kegiatan pemanfaatan pekarangan yang dikemas dalam bentuk kegiatan KRPL telah dilaksanakan di 20.000 desa (KWT) yang secara aktif melibatkan kelompok wanita sebagai pelaksana kegiatan KRPL.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Kegiatan ini telah memberikan manfaat terutama dalam mendekatkan akses masyarakat kepada pangan melalui penyediaan pangan bagi keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Bahkan KRPL  juga sudah bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk pangan antara Rp 750.000 s.d Rp 1 juta  per bulan,” jelas Agung.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Best practice Indonesia dalam memberdayakan family farmers melalui kegiatan KRPL mendapat respon positif dari FAO dan negara lain yang hadir dalam symposium ini. Pada kesempatan lain di acara Innovation Fair yang merupakan bagian dari rangkaian acara symposium, juga disajikan video singkat tentang pelaksanaan KRPL di Indonesia
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Inovasi dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk memproduksi pangan merupakan suatu terobosan untuk mengaktualisasikan konsep bahwa ketahanan pangan diawali dengan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.(RS)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *