Kualitas dan Komitmen Petani Jadi Kunci Utama Kesuksesan Nenas tembus Pasar Modern
Foto : Komoditas Nenas Merupakan Salah Satu Komoditas Hortikultura yang Menjadi Fokus Kementerian Pertanian.

Kualitas dan Komitmen Petani Jadi Kunci Utama Kesuksesan Nenas tembus Pasar Modern

Pilarpertanian - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginginkan seluruh jajarannya di Kementerian Pertanian untuk tidak berhenti melakukan pendampingan kepada petani, petugas dan penggiat pertanian meskipun sedang ada pembatasan kegiatan masyarakat. Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menindaklanjuti arahan ini dengan mengadakan bimbingan teknis (bimtek) secara daring dan rutin hingga akhir 2021.


Saat membuka bimtek Sukses Budi Daya Nenas Pemasok Pasar Modern, Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman menyampaikan bahwa bimtek yang diselenggarakan sampai akhir tahun ini membahas mengenai komoditas yang sedang dan akan dikembangkan untuk Kampung Hortikultura. Tujuannya yakni untuk memberikan pemahaman kepada para petani dan petugas lapangan agar program yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal.


“Kami berharap bimtek ini dapat menjadi pencerahan bagi semua yang mengikuti kegiatan ini, sehingga nenas yang dihasilkan dapat baik secara produksi maupun kualitas dari waktu ke waktu,” ujar Liferdi.


Liferdi melanjutkan, melihat produksi buah dari 2000 hingga 2020, rata-rata pertumbuhan produksi mencapai 7,6 persen dan buah nenas menempati urutan ke-4 dengan jumlah sekitar 2,4 juta ton per tahun. Pada akhir 2021, produksi nenas diharapkan dapat naik menjadi 2,51 juta ton dan konsumsinya juga mencapai standar 73 kg per kapita per tahun.



Teknologi Budi Daya Nenas


Peneliti dari Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB, Sobir mengungkapkan Indonesia memiliki kebun nenas yang cukup besar di Lampung dan kualitas nenas yang dihasilkan tidak kalah dengan nenas level dunia, yang mana standarnya adalah MD2 dan MA2.


“Standar ekspor nanas di dunia adalah MD2 dan MA2. Lebih mudahnya dapat terlihat dari warna bagian luar yang hijau ke kuningan, warna bagian dalam kuning cerah, kemudian kadar gulanya sekitar 14-18 persen, serta kadar asam 1.65-2.14 persen,” ungkap Sobir.


Lebih lanjut, Sobir menjelaskan bahwa kendala yang biasanya menghambat budi daya nenas adalah pemenuhan bibit yang tidak selalu terpenuhi. Bibit nenas sendiri dapat diperoleh dari mahkota, biji, tunas, anakan, basal daun, hingga batang. Bibit dari mahkota dapat langsung ditanam, sementara bibit dari biji tidak begitu disarankan karena prosesnya cukup lama.


“Pada umumnya, bibit diperoleh dari tunas dan anakan. Tapi kali ini saya ingin berbagi ilmu memperoleh bibit dari basal daun dan batang melalui metode stek. Ukuran ideal untuk dijadikan bibit adalah lebih dari 25 cm dan bibit harus yang sehat. Kemudian, bibit dikelaskan agar ukuran saat panen dapat setara. Lalu, setiap bibit perlu direndam pada cairan pestisida terlebih dahulu untuk membunuh virus atau kutu putih yang menempel,” paparnya.


Untuk memenuhi standarisasi pasar nenas dunia, Sobir mengungkapkan dapat dilakukan dengan menyeimbangkan rasa manis dan asam di dalamnya. Rasa manis dapat diperoleh dengan meningkatkan fotosintesis dari cukupnya sinar matahari, cukupnya air, diperhatikannya suhu lingkungan, serta pengendalian OTP. Sementara itu, rasa asam dapat dikendalikan dengan pemberian pupuk urea dengan cukup.


Kunci Sukses Kampung Nenas


Ketua Kelompok Tani Sari Bumi, Suryadi mengatakan bahwa kampung nenas yang terletak di Kecamatan Ngacar merupakan sentral budidaya nenas yang ada di Kediri. Nenas yang ditawarkan di kampung nenas ini terdiri dari nenas varietas queen dengan ciri-ciri berdaun berduri, berdaun kecil, dan berbuah manis dan jenis smooth cayene yang berciri berbuah besar, daun tidak berduri, buah lebih berair, dan cenderung berasa asam. Produk unggulan PK-1 telah berstandar Internasional tetapi produk masih sangat terbatas dan nenas jenis ini hanya ada di Kediri.


Suryadi menambahkan, untuk menembus pasar retail modern membutuhkan proses. Kelompok taninya memulai pada 2012 dengan berkenalan dengan beberapa supplier di lokasi wisata, kemudian mulai mencoba untuk menjadi pemasok retail modern.


“Agar tetap eksis di retail modern, kita harus selalu berkomitmen, adanya kontinuitas produk, menjunjung tinggi kejujuran, merencanakan dan menghitung kapan harus tanam untuk memenuhi kebutuhan pasar, dan disiplin,” ungkap Suryadi.


Mengenai kampung nenas, Suryadi menyampaikan dukungannya dan berharap Kementan dapat terus melakukan sosialisasi terkait manfaat buah nenas agar konsumen semakin bertambah. Terlebih lagi di kondisi pandemi Covid-19 ini mengonsumsi nenas dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan vitamin C yang tinggi.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Kementan Dukung Pembangunan Agro Eduwisata Terbesar di Asia Tenggara

Kementan Dukung Pembangunan Agro Eduwisata Terbesar di Asia Tenggara

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung pembangunan Lido World Garden yang direncanakan akan menjadi agro eduwisata terbesar di Asia Tenggara. Dukungan Kementan diwujudkan dalam bentuk mengisi Lido World Garden dengan hasil riset dan inovasi pengembangan pertanian yang telah dilakukan oleh peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). “Kita akan perlihatkan di Lido World Garden ini, […]

Gula dari Singkong Rendah Kalori, Alternatif Pengganti Gula Pasir

Gula dari Singkong Rendah Kalori, Alternatif Pengganti Gula Pasir

Pilarpertanian – Singkong merupakan salah satu bahan makanan yang cukup populer di Indonesia. Tanaman ini sangat kaya akan karbohidrat. Tak heran bila kemudian di beberapa daerah ada yang menjadikannya sebagai bahan pengganti nasi. Hal ini karena singkong memberikan efek cepat kenyang pada perut. Sebagai salah satu sumber karbohidrat yang baik bagi tubuh, singkong kerap dijadikan […]

Mentan Syahrul Tinjau Langsung Panen Cempe di Kaltara

Mentan Syahrul Tinjau Langsung Panen Cempe di Kaltara

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meninjau kegiatan panen Cempe Kambing Boer usia 4 bulan di Bulungan Mandiri Farm, Kalimantan Utara. Di sana Mentan memantau langsung proses peranakan sampai dengan proses penjualan. Menurut Mentan, Kalimantan Utara sebagai tempat kambing cempe tersebut diproduksi memiliki potensi dan peluang yang cukup besar, terutama dalam memenuhi pasar […]

Pentingnya Informasi Iklim untuk Budidaya Hortikultura yang Adaptif

Pentingnya Informasi Iklim untuk Budidaya Hortikultura yang Adaptif

Pilarpertanian – Tanggap iklim adalah satu hal yang penting dalam perlindungan dan budi daya hortikultura termasuk kunci keberhasilan pelaksanaan Kampung Hortikultura yang menjadi program strategis prioritas Kementerian Pertanian dengan luasan 5 – 10 hektar yang berupa akumulasi parsial lahan dalam satu wilayah desa. Hingga kini, Kampung hortikultura terdapat sebanyak 1.345 kampung yang tentunya tersebar di […]

Kementan Kawal Gerakan PHT di Jawa Barat

Kementan Kawal Gerakan PHT di Jawa Barat

Pilarpertanian – Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan suatu cara berpikir dan sebuah pergerakan dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dengan pendekatan ekologi. Dalam prinsip PHT selalu mengedepankan pengendalian yang bersifat ramah lingkungan dan menjadikan penggunaan pestisida kimiawi sebagai pilihan terakhir. Dalam rangka untuk memasyarakatkan gerakan PHT, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan yang sudah […]

Pertanian Tak Pernah Ingkar Janji, Program P2L  Kementan Sukses Penuhi Kebutuhan Pangan

Pertanian Tak Pernah Ingkar Janji, Program P2L Kementan Sukses Penuhi Kebutuhan Pangan

Pilarpertanian – Melalui Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong terwujudnya ketahanan pangan, utamanya ketahanan pangan tingkat keluarga. P2L biasa dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga, serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan petani. Menteri Pertanian […]

Kinerja Sektor Pertanian Membanggakan, Wapres Beri Penghargaan Daerah Peningkatan Produksi Beras dan Ekspor Tertinggi

Kinerja Sektor Pertanian Membanggakan, Wapres Beri Penghargaan Daerah Peningkatan Produksi Beras dan Ekspor Tertinggi

Pilarpertanian – Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin, mengapresiasi capaian dan kinerja sektor pertanian Indonesia yang terus mengalami kemajuan dan peningkatan produksi sehingga menjadi yang capaiannya membanggakan di masa pandemi covid-19. Lebih dari itu, pertanian juga dinilai mampu menjadi tulang punggung ekonomi nasional serta memenuhi kebutuhan pangan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan petani. “Karena itu kita […]

Barcode/QR Code Pada Kemasan, Cegah Pemalsuan Benih

Barcode/QR Code Pada Kemasan, Cegah Pemalsuan Benih

Pilarpertanian – Benih merupakan pangkal usaha tani, sehingga harus unggul dan bersertifikat agar mampu bersaing memenuhi tuntutan pasar global yang semakin berkembang. Kontribusi benih varietas unggul bersertifikat cukup signifikan dalam peningkatan produksi dan produktivitas tanaman, selain itu juga dapat meningkatkan mutu produk serta sebagai sarana dalam pengendalian OPT. Maraknya pemalsuan label terhadap produk benih tanaman […]

Puluhan Hektar Padi di Deli Serdang Tetap Panen Usai Diterpa Cuaca Buruk

Puluhan Hektar Padi di Deli Serdang Tetap Panen Usai Diterpa Cuaca Buruk

Pilarpertanian – Meskipun masih dalam periode musim kemarau, saat ini beberapa wilayah di Indonesia sedang mengalami cuaca buruk, seperti hujan yang disertai angin kencang. Sebagaimana diberitakan sebelumnya (24/8), puluhan hektar tanaman padi tumbang akibat cuaca buruk di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Hal ini dibenarkan oleh Marino, Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan […]