KUR dan Asuransi Jagung, Solusi Pembiayaan Petani
Foto : Program KUR dan Asuransi Jagung Menjadi Solusi dari Kementerian Pertanian Kepada Petani

KUR dan Asuransi Jagung, Solusi Pembiayaan Petani

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pemanfaatan KUR untuk modal usaha dan meningkatkan kapasitas usaha petani. Misalnya terkait dengan jagung, menurut Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi ini sangat menarik. Pasalnya bisnis jagung sangat menguntungkan, pasar tidak ada masalah dan harganya bagus. “Menanam jagung itu tidak sulit-sulit amat, di lahan kering pun jadi, proses produksi petani akan lebih lancar apabila kita pemerintah bersama Himbara mem back-up dengan KUR plus asuransinya,” ujar Suwandi saat menyampaikan keynote speech dalam acara Webinar Propaktani bertema KUR Jagung hari Senin (21/12).


Ia menambahkan KUR bisa untuk budi daya dengan pola yarnen (dibayar setelah panen) dan KUR untuk hilir, offtaker dan seterusnya panen, serta alat-alat mesinnya baik pra panen dan pascapanen agar kerja petani lebih ringan. “Para petani diberikan kesempatan ini dan kita sosialisasikan untuk akses ke bank himbara bagaimana prosesnya untuk mengakses dan persyaratan KUR ini,” jelasnya. Sejalan dengan arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa KUR merupakan penyelamat perekonomian Indonesia, dengan KUR roda perekonomian dasar masyarakat akan kembali bergerak saat pandemi Covid-19. Dana pembangunan jangan hanya bergantung pada APBN saja.


Sementara itu Deputi Prasarana dan Sarana Pangan dan Agribisnis, Kemenko Bidang Perekonomian, Ismariny menjelaskan Realisasi KUR pertanian sampai dengan Desember 2021 sebesar Rp 271,31 triliun atau 107% dari target awal tahun 2021 sebesar Rp 253 triliun sebelum dinaikkan target menjadi Rp 285 triliun dan disalurkan kepada sekitar 7,15 juta debitur. “Permintaan KUR menunjukkan peningkatan sebesar 30,1% karena mulai pulihnya perekonomian, suku bunga KUR yang rendah serta tingginya pertumbuhan sektor pertanian,” ujar Ismariny.


Selain KUR, Kementan juga mendorong petani memanfaatkan asuransi usaha tani. Terkait asuransi pertanian, menurut Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen PSP Indah Megahwati asuransi jagung juga sangat penting untuk mengantisipasi resiko gagal panen terutama saat terjadi banyak bencana, yang terbaru misalnya erupsi gunung Semeru. Dengan biaya premi yang dibayarkan petani untuk 1 (satu) kali masa tanam sekitar 4 (empat) bulan sebesar Rp. 210.000,- /ha, petani akan mendapat pertanggungan sekitar Rp 6 juta.



Sedangkan perwakilan dari Jasindo M. Iqbal menyampaikan bahwa asuransi terintegrasi dalam program pembiayaan secara sistem, prioritas kepada lahan yang produktif guna mendukung peningkatan produksi, dan mendorong petani melaksanakan Good Agriculture Practice (GAP) sesuai dengan SOP Budi Daya yang dikeluarkan Kementan. Terkait “Asuransi Usaha Tani Jagung (AUTJ)”, Iqbal menekankan perlunya terbangun sinergi antara beberapa instansi dalam budi daya baik offtaker, benih, pupuk, pestisida, penggilingan, pembiayaan KUR oleh bank, asuransi. Kemudian juga harus ada sinergi untuk pendampingan dalam pola berbudidaya kepada petani baik dari Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi, kab/kota, dan pihak terkait.


Realisasi KUR Tanaman Pangan sampai saat ini sudah mencapai Rp 22,4 triliun, yang paling besar adalah komoditas padi Rp 15,08 triliun, disusul jagung Rp 3,6 triliun, KUR penggilingan padi Rp 1,1 triliun dan sisanya komoditas umbi-umbian dan kacang-kacangan. Terkait KUR untuk jagung bisa untuk membeli pupuk kimia atau pupuk organik, kandang. Secara keseluruhan realisasi KUR tanaman pangan 2021 tersalur Rp 22,6 triliun terutama untuk padi, jagung, kedelai, singkong, ubi dan kacang kacangan. Capaian 2021 ini lebih tinggi dibandingkan KUR tanaman pangan 2020 dengan realisasi Rp 16 triliun.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Komitmen Menjaga Keamanan Pangan, Kementan Dukung Penuh Teknologi Budi Daya Pertanian Rendah Residu Bahan Kimia

Komitmen Menjaga Keamanan Pangan, Kementan Dukung Penuh Teknologi Budi Daya Pertanian Rendah Residu Bahan Kimia

Pilarpertanian – Sayuran merupakan komoditas hortikultura yang bernilai tinggi. Namun demikian, seringkali muncul kendala dalam pemasaran sayuran apabila akan diekspor, terutama karena persyaratan batas residu bahan kimia pertanian yang ditetapkan oleh negara tujuan ekspor. Jepang adalah salah satu negara dengan standar keamanan dan kesehatan pangan tertinggi di dunia. Jepang menetapkan batas seragam residu bahan kimia […]

Talas Beneng, Komoditas Tanaman Pangan yang Semakin Populer Dikembangkan

Talas Beneng, Komoditas Tanaman Pangan yang Semakin Populer Dikembangkan

Pilarpertanian – Sumber daya pangan lokal menjadi pangan alternatif saat ini dan sedang gencar digalakkan Kementan, dan bisa menjadi alternatif pengganti nasi yaitu jagung, ubikayu, talas, pisang, sagu dan kentang. Melalui kegiatan Bimbingan Teknis & Sosialisasi (BTS) Propaktani yang dilakukan secara daring, Ditjen Tanaman Pangan berupaya mengedukasi masyarakat dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dan topik […]

Kementan Gencarkan Pangan Lokal, Mulai Lirik Tanam dan Hilirisasi Gandum

Kementan Gencarkan Pangan Lokal, Mulai Lirik Tanam dan Hilirisasi Gandum

Pilarpertanian – Propaktani Ditjen Tanaman Pangan terus gencar melakukan Bimbingan Teknis & Sosialisasi (BTS) secara daring. Di episode 285 pada Jumat (14/01) mengangkat topik ”Ayo Mengenal dan Menanam Gandum”. BTS Propaktani ini cukup efektif dalam menyebarluaskan informasi melalui daring. Selama 3 jam disetiap sesi, diisi dengan topik-topik menarik dari para narasumber pakar/ahli, pelaku usaha, pejabat […]

Kementan Populerkan Gadung Sebagai Pangan Alternatif Perkuat Perekonomian

Kementan Populerkan Gadung Sebagai Pangan Alternatif Perkuat Perekonomian

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mempopulerkan komoditas pangan lokal yakni gadung sebagai pangan alternatif yang memiliki banyak nilai ekonomi untuk meningkatkan perekonomian. Gadung memiliki keunggulan dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kegunaan seperti bahan pangan (karbohidrat dan protein) sumber mineral K, Ca dan Mg yang lebih baik dari jagung, beras dan gandum dapat diolah menjadi bio-etanol […]

Kalbar Siap Sinergi Dukung Tanam Empat Kali Menuju Swasembada Pangan

Kalbar Siap Sinergi Dukung Tanam Empat Kali Menuju Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian untuk terus menggenjot produksi pangan nasional menuju swasembada berkelanjutan yang pencanangannya pada Bulan Agustus 2022, luas tanam komoditas, Padi, Jagung, Kedelai perlu ditingkatkan di masing-masing provinsi/kabupaten. Untuk dapat mencapai target luas tanam tersebut, Kementerian Pertanian dalam hal ini Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melaksanakan rapat koordinasi bersama Dinas Pertanian Tanaman […]

Kementan Tingkatkan Pengembangan Budi Daya dan Hilirisasi Ubi Jalar

Kementan Tingkatkan Pengembangan Budi Daya dan Hilirisasi Ubi Jalar

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) di tahun 2022 ini memfokuskan program yang menggairahkan peningkatan produksi dan hilirisasi komoditas pangan lokal, misalnya ubi jalar. Komoditas tanaman pangan ini tidak hanya digunakan sebagai bahan pangan tetapi juga sebagai bahan baku industri dan pakan ternak sehingga dapat dipastikan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani dan memperkuat perekonomian nasional. Direktur […]

Indonesia Catat Transaksi Ekspor Pertanian 2021 Meningkat, Hingga US$4,24 Miliar

Indonesia Catat Transaksi Ekspor Pertanian 2021 Meningkat, Hingga US$4,24 Miliar

Pilarpertanian – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia membukukan transaksi ekspor pertanian hingga US$4,24 miliar. Nilai tersebut meningkat 2,86 persen dibanding tahun sebelumnya yang membukukan transaksi senilai US$4,12 miliar. “Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya ekspor tanaman obat, aromatik, dan rempah-rempah,” ungkap Kepala BPS, Margo Yuwono pada konferensi pers BPS yang dilakukan secara daring, Senin, 17 […]

Mentan SYL Raih Penghargaan Atas Capaian Penyaluran KUR Tertinggi 2021

Mentan SYL Raih Penghargaan Atas Capaian Penyaluran KUR Tertinggi 2021

Pilarpertanian – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto memberikan penghargaan atas capaian penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL). Penghargaan tersebut diberikan Menko karena SYL sukses menyalurkan KUR sektor pertanian dengan jumlah yang sangat besar di sektor produksi. “Capaian penyaluran KUR Kementan selama 2021 sangatlah besar, […]

Dukung SDGs, Kementan Dorong Pembangunan Pertanian Low Carbon

Dukung SDGs, Kementan Dorong Pembangunan Pertanian Low Carbon

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pertanian low carbon guna mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pasalnya aktivitas pertanian yang tidak terkendalikan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap efek gas rumah kaca (GRK) yang menyebabkan suhu bumi menjadi lebih tinggi. Sektor pertanian di Indonesia sendiri melepaskan emisi GRK ke atmosfer seperti metana […]