Lepas Truk Bantuan Pangan di NTT, Mentan Amran: Ini Kemanusiaan, Harus Bergerak Cepat
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Saat Melepas Bantuan Pangan untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Nusa Tenggara Timur dan Labuan Bajo.

Lepas Truk Bantuan Pangan di NTT, Mentan Amran: Ini Kemanusiaan, Harus Bergerak Cepat

Pilarpertanian - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas langsung truk-truk bantuan pangan untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Labuan Bajo, Rabu (19/8). Membawa beras, minyak goreng, mi instan, gula, dan kebutuhan pangan lainnya, bantuan tersebut diperintahkan segera bergerak menuju titik-titik terdampak tanpa menunggu proses administrasi yang panjang.


Bagi Mentan Amran, dalam kondisi bencana tidak ada ruang untuk memperdebatkan kewenangan, pangkat, ataupun prosedur yang justru memperlambat bantuan. Keselamatan dan kebutuhan masyarakat harus didahulukan karena penanganan bencana adalah persoalan kemanusiaan.


“Ini penting, kita harus turun. Jangan melihat pangkat, jabatan, bukan. Ini kemanusiaan. Siapa yang melihat masalah, laporkan, kita eksekusi cepat,” tegas Mentan Amran saat pelepasan bantuan di Labuan Bajo.


Mentan Amran mengatakan langkah cepat tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sejak bencana terjadi. Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, BNPB, TNI-Polri, dan jajaran terkait diminta turun ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan langsung di lokasi.



“Kami turun ke lapangan sejak kejadian hari Sabtu. Kami diperintah Bapak Presiden langsung bergerak cepat. Sekali lagi, kita turun ini adalah perintah Bapak Presiden: bergerak cepat, menyelesaikan masalah, bukan membawa masalah ke Jakarta,” ujarnya.


Saat turun langsung ke salah satu titik terdampak, Mentan Amran bahkan mengambil keputusan di tempat ketika pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan tambahan beras. Permintaan awal sebanyak 20 ton langsung ditingkatkan menjadi 200 ton agar kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani.


“Kami turun ke titik bencana, tadi kami melihat langsung. Bahkan ada yang minta 20 ton, kami berikan 200 ton. Kami disposisi, Wakil Bupati dan Kapolres tulis tangan, kami juga tulis tangan, karena butuh bantuan cepat. Kalau diproses ke Jakarta bisa tiga hari, bisa satu minggu,” katanya.


Mentan Amran menegaskan prosedur administratif tidak boleh menjadi alasan keterlambatan dalam kondisi darurat. Beras yang dibutuhkan masyarakat dapat terlebih dahulu dikeluarkan dari gudang, sementara persetujuan dan administrasinya diselesaikan setelahnya.


“Ini perintah Bapak Presiden, kita harus bergerak cepat. Ambil dulu beras di gudang, proses izinnya, persetujuannya belakangan. Ini darurat. Nanti saya tanda tangan menyusul,” tegasnya.


Berdasarkan perhitungan di lapangan, sekitar 34 ribu pengungsi membutuhkan kurang lebih 300 ton beras setiap bulan. Sementara itu, ketersediaan beras di wilayah tersebut mencapai sekitar 39 ribu ton. Dengan kondisi tersebut, Mentan Amran memastikan pasokan beras untuk masyarakat terdampak berada dalam kondisi aman, termasuk apabila penanganan bencana membutuhkan waktu lebih panjang.


“Kami hitung 34 ribu pengungsi, kebutuhan berasnya sekitar 300 ton per bulan. Stok kita di sini 39 ribu ton. Jadi tidak ada masalah. Enam bulan pun berasnya aman, sampai satu tahun aman,” ujarnya.


Di luar beras, truk-truk yang dilepas juga membawa berbagai kebutuhan pangan seperti minyak goreng, mi instan, dan gula. Sebagian merupakan bantuan pemerintah, sementara sebagian lainnya berasal dari kepedulian pribadi Mentan Amran bersama jajaran Kementerian Pertanian.


Mentan Amran mengatakan pengalaman menghadapi bencana membuatnya memahami kondisi masyarakat yang harus meninggalkan rumah dan bertahan dalam keterbatasan. Karena itu, menurutnya, setiap keluhan sekecil apa pun dari warga harus didengar dan ditangani, bukan dianggap sebagai persoalan sepele.


“Kita harus terima, karena kami secara pribadi pernah mengalami hal serupa. Kami pernah kena bencana, tidur di bawah pohon dan di tenda-tenda kecil,” tuturnya.


Ia pun meminta seluruh unsur pemerintah yang berada di lapangan berani mengambil keputusan ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Dalam kondisi darurat, orientasi utama harus pada kecepatan pelayanan dan terpenuhinya kebutuhan warga.


Mentan Amran memastikan Kementan akan terus mengawal bantuan pangan hingga kondisi masyarakat kembali pulih. Dengan stok yang tersedia dan dukungan lintas instansi, pemerintah memastikan tidak boleh ada warga terdampak bencana yang kesulitan memperoleh pangan.


“Yang paling penting, kita bergerak cepat menyelesaikan masalah. Alhamdulillah kami sudah cek langsung dan sudah hitung kekuatan kita di sini. Aman, tidak ada masalah,” pungkas Mentan Amran.(BB)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali menggelar Gerakan Tanam Serempak pada Jumat (18/9/2026) sebagai upaya mempercepat penanaman, meningkatkan indeks pertanaman (IP), serta memperkuat produksi pangan nasional menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. Kegiatan dipusatkan di Desa Bandar Laksamana, Kecamatan Saba Auh, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dan dilaksanakan […]

Mentan Amran Berikan Beasiswa untuk 20 Mahasiswa Palestina, Dorong Kerja Sama Pendidikan dan Pertanian

Mentan Amran Berikan Beasiswa untuk 20 Mahasiswa Palestina, Dorong Kerja Sama Pendidikan dan Pertanian

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyepakati pemberian beasiswa bagi hingga 20 mahasiswa Palestina sebagai bentuk dukungan konkret Indonesia terhadap generasi muda Palestina. Kesepakatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama Indonesia dan Palestina di bidang pendidikan, pertanian, serta sosial dan keagamaan. Kesepakatan itu disampaikan Mentan Amran saat menerima Utusan Khusus […]

NTP Petani Tembus Rekor 129,19, Ekonomi Petani Makin Menguat

NTP Petani Tembus Rekor 129,19, Ekonomi Petani Makin Menguat

Pilarpertanian – Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Agustus 2026 mencapai 129,19, meningkat 1,05 persen dibandingkan Juli 2026 yang berada pada level 127,84. Capaian tersebut menjadi level tertinggi dan menunjukkan penguatan posisi ekonomi petani seiring harga yang diterima petani tumbuh lebih tinggi dibandingkan biaya yang harus dibayarkan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan peningkatan […]

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan yang berhasil menggagalkan upaya importasi ilegal beras dan garam. Menurut Mentan Amran, penindakan tersebut menjadi langkah penting untuk melindungi 115 juta petani Indonesia sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. “Pak Menkeu, Pak Dirjen, mewakili petani 115 juta orang saya […]

Mentan Temui 1.000 Petani Indramayu, Selesaikan Masalah Petani Sebelum Demo

Mentan Temui 1.000 Petani Indramayu, Selesaikan Masalah Petani Sebelum Demo

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Amran menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (24/9) pagi. Pertemuan tersebut berlangsung sebelum para petani melakukan aksi demonstrasi bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional. Mentan Amran langsung menemui para petani setelah mendengar kedatangan mereka seusai salat subuh. Ia memilih berdialog […]

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mulai membuka pendataan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) untuk penyaluran pupuk bersubsidi Tahun Anggaran 2027 pada Selasa, 22 September 2026. Dalam proses ini, Kementan memperketat validasi data agar penerima dan kebutuhan pupuk benar-benar sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Pemutakhiran data mencakup identitas petani, luas dan lokasi lahan, komoditas […]

Wamenkum: Beras Fortifikasi Bermasalah Rugikan Konsumen, Korporasi Bisa Dijerat

Wamenkum: Beras Fortifikasi Bermasalah Rugikan Konsumen, Korporasi Bisa Dijerat

Pilarpertanian – Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej menyebut temuan dugaan ketidaksesuaian beras fortifikasi dengan informasi pada label kemasan memiliki indikasi dugaan tindak pidana penipuan. Hal tersebut disampaikan berdasarkan hasil penelitian dan kajian yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional bersama Satgas Pangan. Edward mengatakan dugaan tindak pidana tersebut sebagaimana diatur […]

Upaya Pengembangan Kopi Sumba Barat Daya Diperkuat melalui Pendaftaran Varietas Lokal

Upaya Pengembangan Kopi Sumba Barat Daya Diperkuat melalui Pendaftaran Varietas Lokal

Pilarpertanian – Upaya pengembangan potensi varietas lokal kopi di Kabupaten Sumba Barat Daya terus diperkuat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Budidaya Kopi yang dilaksanakan di Desa Laga Lete, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya. Dalam kegiatan tersebut, Nani Suwarni, Pemeriksa PVT Ahli Madya, menyampaikan materi mengenai kebijakan dan mekanisme pendaftaran varietas lokal, khususnya […]

Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP September 2026 Tembus 131,11

Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP September 2026 Tembus 131,11

Pilarpertanian – Nilai Tukar Petani (NTP) nasional mencetak rekor tertinggi pada September 2026, menembus 131,11 atau naik 1,49 persen dibandingkan Agustus 2026. Kenaikan ini menunjukkan harga yang diterima petani tumbuh lebih cepat daripada biaya yang harus mereka keluarkan. Gabah, karet, cabai rawit, dan kelapa sawit menjadi komoditas utama yang mendorong penguatan tersebut. Deputi Bidang Statistik […]