Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

12 April 2020

Manfaatkan IT, Kunci Petani Milenial Hadapi Pandemi Covid-19

Manfaatkan IT, Kunci Petani Milenial Hadapi Pandemi Covid-19
Foto : Entrepreneurship Muda Agitya Kristantoko yang Mengolah Makanan Ringan Berbahan Dasar Singkong

Pilarpertanian - Pilar Pertanian – Agitya Kristantoko biasa dipanggil Mas Tyo, contoh anak muda yang punya komitmen dan konsistensi karena telah menetapkan pertanian menjadi pilihan bidang pekerjaannya. Semangat dan keuletannya dalam berusaha di sektor pertanian khususnya pengolahan hasil pertanian dapat diberikan acungan jempol.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Jiwa entrepreneurshipnya telah tumbuh dengan berusaha dibidang pengolahan makanan ringan berbahan dasar singkong. Berkat keuletan dan ketekunannya, Alumni peserta sertifikasi kompetensi bidang Pengolahan Hasil Pertanian tersebut saat ini sudah menjadi Asesor Kompetensi di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian, Kementerian Pertanian.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Bersama sang Ibu Kristianingsih yang juga Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Gading, sejak tahun 2004 sd 2018 Mas Tyo telah menyabet 11 penghargaan baik penghargaan individu maupun lembaga di bidang pertanian baik ditingkat kabupaten, provinsi maupun tingkat Nasional. Dan pada tahun 2020 ini, Tyo akan dikukuhkan sebagai Duta Petani Milenial oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanjan (BPPSDMP), Kementerian Pertanian.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Pemilik “Omah Menyok” Gading dan tempat pelatihan yang Agrowisata Edukasi Kuliner Omah Menyok, sampai saat ini telah memproduksi 155 jenis olahan hasil dari singkong, seperti rengginang singkong, kripik singkong dan olahan makanan ringan lainnya dengan packaging yang cukup menarik. Mas Tyo memberi merk dagang camilan singkongnya “Gading” yang sudah dipatenkan di Kemenkumham dan dipasarkan di gallery produk olahannya, toko swalayan terkenal, pusat perbelanjaan dan market place seperti Bukalapak dan Shopee.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Dengan usaha dan lembaga edukasi yang dimilikinya, Mas Tyo memilik omzet sekitar sekitar Rp. 75 – 100 Juta/bulan. Bagi Mas Tyo omzet sebesar itu belum seberapa dibandingkan kepuasan batin apabila saat memberikan pendampingan, pelatihan dan bimbingan kepada petani, kelompok wanita tani, mahasiswa, siswa sekolah dan masyarakat lainnya mampu menghasilkan peserta pelatihan yang berkualitas dan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Khususnya kepada generasi muda yang mau turun ke sektor usaha pertanian.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Seperti yang disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang menaruh harapan pertanian pada generasi milenial dan harus berani menjadi petani atau mendirikan startup pertanian. Mas Tyo mengatakan saat ini generasi muda di sektor pertanian sudah mulai bertumbuh dan semakin banyak meskipun kita tahu di era milenial seperti ini, sektor ekonomi kreatif lebih banyak dipilih sebagai opsi oleh generasi muda daripada di sektor pertanian.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Hal tersebut wajar, karena pola pikir masyarakat kita terhadap kata “petani” atau “pertanian” masih terbatas pada pertanian konvensional, padahal melalui inovasi di bidang pertanian dan juga pertanian kreatif yang lain masih belum banyak di-explore sehingga sedikit dari generasi muda yang berani bercita-cita untuk menjadi petani. Sedemikian juga orang tua mereka yang akan lebih merekomendasikan untuk bercita-cita menjadi Pegawai, “ ungkap Mas Tyo.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Mas Tyo menaruh harapan ke depan, agar generasi muda yang akan terjun ke sektor pertanian harus berlomba-lomba untuk menjadi lebih kreatif lagi. Masih sangat banyak peluang yang bisa dikembangkan dalam bidang pertanian.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Saya juga berharap agar generasi muda tidak takut untuk bermimpi menjadi petani. Tentunya dengan didukung olah semakin banyaknya contoh anak muda yang sukses di bidang pertanian. Bukankan orang terkaya di Indonesia juga menekuni bidang pertanian, seperti tembakau. Lalu, kenapa harus ragu untuk terjun dalam sektor pertanian,” kata Mas Tyo.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Menyikapi pandemi Covid-19 yang melanda negara Indonesia, Mas Tyo mengatakan mau tidak mau semua bidang usaha pada umumnya dan bidang usaha pertanian khususnya, “dipaksa” untuk masuk dan lebih mendalami era revolusi industri 4.0 dimana segala sesuatu tidak lagi konvesional.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Hal ini sejalan yang disampaikan oleh Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi yang meminta ditengah mewabahnya covid 19, para Duta Milenial harus mampu memanfaatkan peluang, petani pengusaha milenial harus bisa mengambil peluang ini. Penduduk Indonesia akan banyak mengkonsumsi produk dalam negeri. Seperti contohnya komoditas bawang dan produk olahan lainnya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Kita dituntut untuk lebih cerdas dan inovatif dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi. Sebagai contoh, mulai dari promosi, transaksi penjualan, pengiriman bahkan feedback terhadap produk/ komoditas yang saya kelola saat ini mau tidak mau harus saya fokuskan lebih lagi ke sistem online dimana pasarnya akan lebih luas juga meskipun ini tidak mudah.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Penjualan secara langsung pastinya akan berdampak, namun jika masyarakat sudah terbiasa transaksional dengan sistem online, maka peluangnya akan semakin besar pula. Dengan kata lain adanya wabah covid 19, jangan membuat kita paranoid, kita harus lawan dengan jurus yang ampuh” kata Mas Tyo.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Sebagai salah satu Duta Petani Milenial yang terpilih, Mas Tyo mengucapkan terimakasih dengan terpilihnya sebagai Duta Petani Milenial.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Saya rasa ini adalah salah satu apresiasi yang luar biasa dari Kementan dan BPPSDMP. Semua ini tak lepas dari bimbingan dan pembinaan yang dilakukan oleh Pusat Pelatihan Pertanian, Kementan kepada P4S Gading secara terus menerus dan memberikan kesempatan kepada saya untuk maju dan berkarya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Pesan saya, semoga akan lebih banyak lagi petani milenial yang lahir dan saya menghimbau agar generasi muda tidak ragu dan jangan takut untuk berkecimpung dalam sektor pertanian,” tutur Mas Tyo. (bs)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *