Mentan Amran Dorong Implementasi Pertanian Modern PM-AAS, Pendapatan Petani Naik Tiga Kali Lipat
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Saat Memberikan Arahan Kepada Jajaran Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan, dan Pemerintah Daerah Secara Nasional di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.

Mentan Amran Dorong Implementasi Pertanian Modern PM-AAS, Pendapatan Petani Naik Tiga Kali Lipat

Pilarpertanian - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mempercepat implementasi sistem Pertanian Modern PM-AAS sebagai strategi baru meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani. Berdasarkan hasil analisis usaha tani PM-AAS, penerapan sistem budidaya modern mampu meningkatkan pendapatan petani hingga lebih dari tiga kali lipat dibandingkan metode budidaya konvensional.


Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat memberikan arahan kepada jajaran Kementerian Pertanian, kepala dinas pertanian, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta pemerintah daerah secara nasional di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (9/7/2026).


Mentan Amran mengatakan akselerasi swasembada pangan tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memastikan petani memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar melalui transformasi sistem budidaya.


“Hari ini kami kumpulkan kepala dinas, direktur wilayah, dan PPL se-Indonesia. Tujuannya adalah melakukan akselerasi intensifikasi melalui pertanian modern. Yang kita kejar adalah kesejahteraan petani. Pertanian modern harus bertransformasi menjadi pertanian yang menjadikan petani sejahtera,” kata Mentan Amran.



Menurutnya, metode PM-AAS telah melalui uji coba selama dua tahun di lahan seluas sekitar 1.600 hektare di berbagai sentra produksi padi. Hasilnya menunjukkan produktivitas mencapai 9 hingga 12 ton gabah per hektare, jauh di atas rata-rata produktivitas nasional yang saat ini sekitar 5,5 ton per hektare.


“Metode PM-AAS ini sudah kita uji coba di 1.600 hektare. Produksinya ada yang 10 ton, bahkan mencapai 12 ton. Minimal 9 ton per hektare. Sekarang kita dorong diterapkan di daerah-daerah irigasi agar produktivitas meningkat signifikan,” ujarnya.


Mentan Amran menjelaskan, apabila produktivitas nasional meningkat hanya tiga ton per hektare pada satu juta hektare lahan irigasi dengan indeks pertanaman tiga kali setahun, maka tambahan produksi beras nasional dapat mencapai sekitar lima juta ton.


“Kalau satu juta hektare kita tanami dengan metode ini dan ditanam tiga kali setahun di daerah irigasi, peningkatan produksinya bisa sangat besar. Inilah yang sedang kita kejar,” katanya.


Lebih jauh, Mentan menegaskan bahwa keberhasilan PM-AAS tidak hanya diukur dari peningkatan hasil panen, tetapi juga peningkatan pendapatan petani. Berdasarkan analisis usaha tani, metode budidaya modern tersebut mampu mengubah struktur ekonomi rumah tangga petani secara signifikan.


Pada sistem budidaya konvensional, biaya produksi tercatat sekitar Rp13 juta per hektare dengan produksi rata-rata 5,2 ton gabah. Dari kondisi tersebut, petani memperoleh keuntungan sekitar Rp20,79 juta per musim tanam atau setara pendapatan sekitar Rp5,19 juta per bulan.


Sementara melalui metode PM-AAS, biaya produksi memang meningkat menjadi sekitar Rp15,17 juta per hektare. Namun peningkatan biaya tersebut menghasilkan produksi hingga 12,4 ton per hektare dengan keuntungan mencapai Rp65,43 juta per musim tanam atau sekitar Rp16,36 juta per bulan. Dengan demikian, rasio keuntungan (B/C Ratio) meningkat dari 1,60 menjadi 4,31.


“Dulu biaya sekitar Rp13 juta, sekarang menjadi Rp15 juta, naik hanya sekitar Rp2 juta. Tetapi pendapatan bersih petani yang sebelumnya sekitar Rp5 juta per bulan meningkat menjadi Rp16,3 juta per bulan. Naik tiga kali lipat. Ini yang kita kejar,” ujar Mentan.


Mentan menjelaskan, PM-AAS merupakan hasil pengembangan yang menggabungkan sistem tanam Arkansas dengan pola tanam jajar legowo sehingga mampu meningkatkan populasi tanaman sekaligus mempertahankan kualitas pertumbuhan.


“Prinsipnya adalah penggabungan metode Arkansas dengan jajar legowo. Cahaya matahari masuk lebih optimal sehingga fotosintesis lebih baik, malai lebih bagus. Populasi tanaman yang sebelumnya sekitar 320 ribu sampai 360 ribu batang per hektare sekarang meningkat menjadi sekitar 1 juta batang. Itu yang membuat produksinya melonjak,” jelasnya.


Selain meningkatkan produktivitas, metode tersebut juga mampu menghemat tenaga kerja karena menggunakan sistem direct seeding atau tanam langsung tanpa proses persemaian dan pencabutan bibit seperti metode konvensional.


“Kita juga menghemat tenaga kerja. Dulu harus semai, cabut, lalu tanam lagi. Sekarang langsung direct seeding sehingga jauh lebih efisien,” katanya.


Mentan mengatakan implementasi PM-AAS pada tahap awal akan diprioritaskan di sekitar 4,9 juta hektare lahan sawah beririgasi yang memiliki potensi produktivitas paling tinggi.


Menurutnya, apabila sistem ini diterapkan secara luas, Indonesia tidak hanya mampu mempertahankan swasembada beras secara berkelanjutan, tetapi juga memiliki fleksibilitas mengembangkan komoditas strategis lain.


“Kalau nanti produksi padi sudah sangat tinggi, sebagian lahan bisa kita alihkan setelah panen padi untuk kedelai, bawang putih, atau cabai. Tetapi yang paling penting sekarang metode ini harus berjalan dulu,” katanya.


Mentan juga membuka peluang pemanfaatan teknologi modern yang lebih luas, termasuk penggunaan drone untuk penanaman hingga pengangkutan hasil panen di wilayah yang sulit dijangkau.


“Ke depan bukan hanya tanam menggunakan drone, tetapi juga mengangkut gabah dengan drone di daerah yang akses jalannya terbatas. Teknologi seperti ini terus kita teliti dan kembangkan agar usaha tani semakin efisien,” tuturnya.


Mentan menambahkan, berbagai indikator menunjukkan transformasi sektor pertanian mulai memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) terus meningkat, sementara kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional mencatatkan capaian tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.


“Kalau petani sejahtera, mereka pasti berlomba-lomba menanam karena usahanya menguntungkan. Sekarang pertanian modern kita percepat. Insyaallah petani semakin sejahtera dan swasembada pangan berkelanjutan bisa kita wujudkan,” pungkas Mentan Amran.(BB)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Kementan Genjot Tanam Oplah dan CSR untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Kementan Genjot Tanam Oplah dan CSR untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali melaksanakan Gerakan Tanam Serempak pada Jumat (3/7/2026) sebagai upaya mempercepat peningkatan produksi pangan nasional dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Kegiatan dipusatkan di Desa Bulupayung, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, dan dilaksanakan serempak di 25 provinsi pada lokasi Optimalisasi […]

Pusat PVTPP Perkuat Kesiapan Menuju Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi

Pusat PVTPP Perkuat Kesiapan Menuju Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi

Pilarpertanian – Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi salah satu dari tiga unit kerja lingkup Kementan yang diusulkan untuk memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun 2026 di tingkat Nasional. Berbagai upaya tengah dilakukan untuk memperkuat kesiapan, salah satunya menyelenggarakan kegiatan Penguatan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju […]

Kementan Dorong Potensi Durian Babel Sebagai Unggulan Nasional

Kementan Dorong Potensi Durian Babel Sebagai Unggulan Nasional

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) menyambut positif Kontes Durian Tingkat Provinsi Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Lewat kontes durian ini, Kementan dapat mengakselerasi pendaftaran dan pelepasan varietas unggul lokal secara nasional guna meningkatkan produksi dalam negeri bahkan ekspor. “Kegiatan ini menjadi ajang pencarian varietas durian unggul […]

Kementan Percepat Gerakan Tanam di Lahan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Kementan Percepat Gerakan Tanam di Lahan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat gerakan tanam pada lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak yang digelar pada Jumat (3/7/2026) di 25 provinsi dengan target tanam […]

Wamentan Sudaryono: Negara Hadir Jaga Harga Ayam dan Telur, Peternak Untung Konsumen Terlindungi

Wamentan Sudaryono: Negara Hadir Jaga Harga Ayam dan Telur, Peternak Untung Konsumen Terlindungi

Pilarpertanian – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan pemerintah hadir untuk menjaga keseimbangan harga ayam dan telur agar peternak memperoleh keuntungan yang layak sekaligus masyarakat tetap mendapatkan harga pangan yang terjangkau. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rembuk perunggasan yang diselenggarakan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bersama Kementerian Pertanian, asosiasi peternak, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan […]

Antusiasme Temu Teknologi Kelapa di PENAS XVII Gorontalo, Bahas Budidaya hingga Hilirisasi

Antusiasme Temu Teknologi Kelapa di PENAS XVII Gorontalo, Bahas Budidaya hingga Hilirisasi

Pilarpertanian – Gorontalo; Temu Teknologi Kelapa di PENAS XVII Gorontalo disambut antusias, mengulas budidaya, inovasi teknologi, hingga strategi hilirisasi untuk mendorong nilai tambah komoditas kelapa. Rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo tak hanya menghadirkan gelar teknologi dan pameran produk unggulan dari berbagai daerah. Ajang nasional ini juga menjadi wadah peningkatan kapasitas […]

Metode PM AAS Tingkatkan Produksi Padi di Kabupaten Sukabumi

Metode PM AAS Tingkatkan Produksi Padi di Kabupaten Sukabumi

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) tengah masif memperluas penerapan metode Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) guna mendorong percepatan peningkatan produksi padi dan modernisasi pertanian melalui mekanisasi, digitalisasi, dan penerapan teknologi budidaya presisi. Kabupaten Sukabumi sebagai penghasil beras nomor dua nasional saat ini sangat antusias menerapkan metode tersebut untuk mendongkrak produksi padi yang lebih tinggi […]

Komisi IV DPR RI Dukung Penguatan Laboratorium Veteriner Kementan untuk Antisipasi Dampak El Nino pada Subsektor Peternakan

Komisi IV DPR RI Dukung Penguatan Laboratorium Veteriner Kementan untuk Antisipasi Dampak El Nino pada Subsektor Peternakan

Pilarpertanian – Komisi IV DPR RI mendukung langkah Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memperkuat kesiapsiagaan subsektor peternakan menghadapi potensi dampak fenomena El Nino melalui penguatan kapasitas laboratorium veteriner. Penguatan sistem kesehatan hewan dinilai menjadi kunci untuk mengantisipasi risiko gangguan produksi peternakan akibat musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang. Dukungan tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja spesifik […]

Di Puncak PENAS XVII Presiden Prabowo Kembali Tegaskan Komitmen Menuju Swasembada Pangan Nasional

Di Puncak PENAS XVII Presiden Prabowo Kembali Tegaskan Komitmen Menuju Swasembada Pangan Nasional

Pilarpertanian – Gorontalo ; Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri puncak penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di kawasan GOR David-Tonny, Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Presiden menjadi puncak rangkaian agenda nasional yang mempertemukan puluhan ribu petani, nelayan, penyuluh pertanian, pelaku usaha, akademisi, hingga pemangku kepentingan sektor pertanian […]