Metode PM AAS Tingkatkan Produksi Padi di Kabupaten Sukabumi
Kementerian Pertanian Memperluas Penerapan Metode Pertanian Modern Advance Agriculture System dalam Meningkatkan Produksi Padi dan Modernisasi Pertanian.

Metode PM AAS Tingkatkan Produksi Padi di Kabupaten Sukabumi

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah masif memperluas penerapan metode Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) guna mendorong percepatan peningkatan produksi padi dan modernisasi pertanian melalui mekanisasi, digitalisasi, dan penerapan teknologi budidaya presisi. Kabupaten Sukabumi sebagai penghasil beras nomor dua nasional saat ini sangat antusias menerapkan metode tersebut untuk mendongkrak produksi padi yang lebih tinggi di tahun 2026 ini yang diprediksi akan adanya ancaman dampak El Nino.


“Pada hari ini kami Tim Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Sukabumi bersama Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat, dinas pertanian dan penyuluh melalukan Bimtek dan Demplot tanam padi metode PM-AAS agar penerapan di lapangan bisa lebih luas diadopsi petani sehingga dengan cepat meningkatkan produksi padi untuk mewujudkan swasembada berkelanjutan,” demikian dikatakan Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Sukabumi sekaligus Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Leli Nuryati saat kegiatan Bimtek dan Demplot tanam padi metode PM-AAS di Kelompok Tani Rancasalak, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Selasa (7/7/2026).


Leli menambahkan Bimbingan Teknis (bimtek) dan demplot metode PM-AAS ini merupakan salah satu strategi efektif dalam mempercepat diseminasi inovasi pertanian kepada petani. Pasalnya, untuk mempercepat pencapaian target swasembada pangan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian hingga petani sebagai pelaku utama di lapangan.


“Bimtek dan Demplot menjadi media pembelajaran yang efektif karena petani dapat melihat langsung penerapan teknologi di lapangan. Dengan metode PM-AAS ini, tentunya dapat meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman,” ujarnya.



“Melalui kegiatan bimtek dan demplot ini, diharapkan teknologi PM-AAS semakin dikenal dan diterapkan oleh petani di Kabupaten Sukabumi maupun daerah lainnya. Sinergi antara pemerintah dan petani diharapkan mampu mempercepat transformasi budidaya padi menuju sistem produksi yang lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan dalam mencapai target swasembada pangan Indonesia,” tandas Leli.


Sementara itu, pemateri Bimtek perwakilan BRMP Jawa Barat, Adhitya Tri Diwa mengungkapkan Bimtek metode PM-AAS ini membahas secara rinci tahapan penerapan metode PM-AAS, yakni mulai dari persiapan benih, pengolahan lahan, penggunaan drum seeder, hingga teknik pemeliharaan tanaman. Salah satu keunggulan utama metode PM-AAS dibandingkan sistem tanam konvensional adalah pengaturan populasi tanaman dengan jarak tanam yang lebih rapat dan lebih optimal melalui penggunaan drum seeder dengan sistem tanam Legowo 6:1.


“Jarak antar baris diatur sekitar 25 cm, sedangkan jarak tanam dalam baris sekitar 3 cm, sehingga populasi tanaman lebih seragam dan mampu memaksimalkan pemanfaatan ruang tumbuh,” terangnya.


Lebih lanjut Adhitya menjelaskan selain pengaturan jarak tanam, keberhasilan metode ini juga ditentukan beberapa perlakukan lainnya. Yakni ketepatan perlakuan benih melalui perendaman dan pemeraman sebelum tanam, penggunaan pupuk organik sejak pengolahan lahan, aplikasi herbisida pratumbuh, penyulaman untuk menjaga populasi tanaman dan pengendalian hama dan penyakit secara preventif serta penggunaan pupuk silika juga dianjurkan untuk memperkuat batang tanaman sehingga mengurangi risiko rebah.


“Apabila seluruh tahapan budidaya diterapkan secara tepat dan konsisten, metode PM-AAS memiliki potensi meningkatkan produktivitas padi hingga 10 ton gabah per hektare, sehingga menjadi salah satu teknologi yang menjanjikan dalam mendukung peningkatan produksi beras nasional.


Perlu diketahui, kegiatan demplot ini pada lahan seluas 2.800 meter persegi yang terbagi dalam 8 petak. Sebagai bagian dari pembelajaran, peserta juga memperoleh informasi mengenai implementasi PM-AAS di berbagai daerah, di antaranya Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, serta Kabupaten Indramayu yang telah menerapkan metode ini pada areal yang lebih luas dengan hasil yang menunjukkan perkembangan positif.(PW)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Di Hadapan 100 Ribu Petani dan Nelayan seluruh Indonesia di PENAS XVII, Presiden Prabowo Pastikan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Di Hadapan 100 Ribu Petani dan Nelayan seluruh Indonesia di PENAS XVII, Presiden Prabowo Pastikan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Pilarpertanian – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga dan memperkuat swasembada pangan nasional secara berkelanjutan di hadapan lebih dari 100 ribu petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku usaha pertanian yang menghadiri puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Presiden Prabowo menyatakan Indonesia kini berada pada posisi yang […]

Wamentan Sudaryono: Negara Hadir Jaga Harga Ayam dan Telur, Peternak Untung Konsumen Terlindungi

Wamentan Sudaryono: Negara Hadir Jaga Harga Ayam dan Telur, Peternak Untung Konsumen Terlindungi

Pilarpertanian – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan pemerintah hadir untuk menjaga keseimbangan harga ayam dan telur agar peternak memperoleh keuntungan yang layak sekaligus masyarakat tetap mendapatkan harga pangan yang terjangkau. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rembuk perunggasan yang diselenggarakan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bersama Kementerian Pertanian, asosiasi peternak, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan […]

Kementan Percepat Gerakan Tanam di Lahan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Kementan Percepat Gerakan Tanam di Lahan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat gerakan tanam pada lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak yang digelar pada Jumat (3/7/2026) di 25 provinsi dengan target tanam […]

Komisi IV DPR RI Dukung Penguatan Laboratorium Veteriner Kementan untuk Antisipasi Dampak El Nino pada Subsektor Peternakan

Komisi IV DPR RI Dukung Penguatan Laboratorium Veteriner Kementan untuk Antisipasi Dampak El Nino pada Subsektor Peternakan

Pilarpertanian – Komisi IV DPR RI mendukung langkah Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memperkuat kesiapsiagaan subsektor peternakan menghadapi potensi dampak fenomena El Nino melalui penguatan kapasitas laboratorium veteriner. Penguatan sistem kesehatan hewan dinilai menjadi kunci untuk mengantisipasi risiko gangguan produksi peternakan akibat musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang. Dukungan tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja spesifik […]

Antusiasme Temu Teknologi Kelapa di PENAS XVII Gorontalo, Bahas Budidaya hingga Hilirisasi

Antusiasme Temu Teknologi Kelapa di PENAS XVII Gorontalo, Bahas Budidaya hingga Hilirisasi

Pilarpertanian – Gorontalo; Temu Teknologi Kelapa di PENAS XVII Gorontalo disambut antusias, mengulas budidaya, inovasi teknologi, hingga strategi hilirisasi untuk mendorong nilai tambah komoditas kelapa. Rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo tak hanya menghadirkan gelar teknologi dan pameran produk unggulan dari berbagai daerah. Ajang nasional ini juga menjadi wadah peningkatan kapasitas […]

Di Puncak PENAS XVII Presiden Prabowo Kembali Tegaskan Komitmen Menuju Swasembada Pangan Nasional

Di Puncak PENAS XVII Presiden Prabowo Kembali Tegaskan Komitmen Menuju Swasembada Pangan Nasional

Pilarpertanian – Gorontalo ; Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri puncak penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di kawasan GOR David-Tonny, Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Presiden menjadi puncak rangkaian agenda nasional yang mempertemukan puluhan ribu petani, nelayan, penyuluh pertanian, pelaku usaha, akademisi, hingga pemangku kepentingan sektor pertanian […]

Pusat PVTPP Perkuat Kesiapan Menuju Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi

Pusat PVTPP Perkuat Kesiapan Menuju Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi

Pilarpertanian – Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi salah satu dari tiga unit kerja lingkup Kementan yang diusulkan untuk memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun 2026 di tingkat Nasional. Berbagai upaya tengah dilakukan untuk memperkuat kesiapan, salah satunya menyelenggarakan kegiatan Penguatan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju […]

Kementan Dorong UGM Daftarkan HAKI PVT

Kementan Dorong UGM Daftarkan HAKI PVT

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) tengah masif mendorong Universitas Gadjah Mada untuk mendaftarkan Hak Kekayaan Atas Intelektual (HAKI) Perlindungan Varietas Tanaman (PVT). Pasalnya, UGM merupakan salah satu perguruan tinggi di Indonesia telah banyak menghasilkan varietas unggul yang berproduktivitas tinggi serta adaptasi terhadap perubahan iklim namun hingga […]

Kementan Genjot Tanam Oplah dan CSR untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Kementan Genjot Tanam Oplah dan CSR untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali melaksanakan Gerakan Tanam Serempak pada Jumat (3/7/2026) sebagai upaya mempercepat peningkatan produksi pangan nasional dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Kegiatan dipusatkan di Desa Bulupayung, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, dan dilaksanakan serempak di 25 provinsi pada lokasi Optimalisasi […]