Program OPIP Kementan di Serang Mampu Naikkan Produksi Padi
Panen Padi oleh Kelompok Tani Silih Asih Desa Sindang, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang dalam Kegiatan Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman.

Program OPIP Kementan di Serang Mampu Naikkan Produksi Padi

Pilarpertanian - Program OPIP adalah terobosan Kementerian Pertanian di bawah komando Syahrul Yasin Limpo sebagai langkah meningkatkan produksi padi dengan tantangan keterbatasan lahan. Peningkatan indeks pertanaman yang biasanya 2-3 kali setahun ditingkatkan menjadi 3-4 kali setahun. Mulai dimasifkan di tahun ini, ada beberapa intervensi Kementan untuk terus memacu keberhasilan OPIP seperti dengan penyediaan bantuan sarana produksi.


Sudah banyak lokasi yang berhasil menjalankan program ini. Contohnya, Kelompok Tani Silih Asih Desa Sindang Kecamatan Baros Kabupaten Serang berhasil panen padi kegiatan Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman (OPIP) seluas 11 hektar pada minggu lalu (24/7). Varietas padi yang digunakan Pajajaran yaitu varietas super genjah sehingga bisa dipanen pada umur 75 hari setelah tanam (HST). “Alhamdulillah hasil ubinan panen mencapai 6,4 ton GKP, walaupun ada sebagian kecil lahan yang mendapat serangan hama WBC tapi masih bisa tangani,” ujar Adimi Ketua Poktan.


Kegiatan panen saat itu adalah tahap ketiga dari sasaran 4 kali panen selama setahun sehingga ketersediaan benih lanjutannya sudah dilaksanakan dengan penyiapan persemaian dengan varietas super genjah lainnya untuk pelaksanaan tanam selanjutnya awal bulan September sehingga bisa mendapatkan panen tahap ke-4 pada bulan Desember.


Bantuan sarana produksi pertanian untuk kegiatan IP 400/OPIP ini berupa pupuk NPK sebesar 150 kg per ha, Pupuk hayati 3 liter per hektar, Pupuk kandang: 240 kg per ha, Dekomposer 3 liter per hektar. Benih padi yang digunakan petani di Serang ini varietas Pajajaran sebanyak 25 kg per ha. Menurut Zaldi Duhana, Kadis Pertanian Serang, output panen padi yang dicapai mampu mendapat produktivitas melebihi hasil Panen sebelum program dilaksanakan.



”Tujuan dari panen padi IP 400/OPIP adalah untuk mengukur sejauh mana keberhasilan petani serta penyuluh lapangan dalam menerapkan program pemerintah untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) serta peningkatan Produktivitas lahan padi,” ujarnya.


Sementara itu dari Dinas Pertanian Provinsi Banten yang diwakili oleh Penyuluh Pertanian Provinsi Banten H Marin, serta pelaksana seksi serealia Bidang Pangan Distan Provinsi Banten Taufik Hidayat, mengharapkan kegiatan IP 400/OPIP ini menjadi project percontohan untuk bisa memotivasi petani penerima bantuan serta petani secara umumnya.


Kabupaten Serang memiliki luas baku sawah 47.525 hektar, Indeks Pertanaman (IP) 2020 sebesar 2.6 dengan produktivitas tahun 2020 sebanyak 5.7 ton/ha. Diharapkan dengan program ini, IP bisa meningkat dan sangat memungkinkan diterapkan hal serupa di lokasi lain.


Sistem OPIP dengan IP 400 merupakan pilihan yang menjanjikan untuk meningkatkan produksi padi sebab konsepnya adalah dalam satu tahun di hamparan sawah dapat ditanami padi selama 4 kali. Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Ismail Wahab saat dihubungi via telepon hari Selasa (31/8) mengungkapkan, penerapan pola tanam padi IP 400 merupakan salah satu langkah meningkatkan produksi sehingga ketersediaan beras dalam negeri benar-benar mampu dipenuhi sendiri, bahkan surplusnya dapat diekspor.


Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menyampaikan bahwa dengan program OPIP, para petani dapat menanam padi lebih dari 2 atau 3 kali dalam setahun sehingga dapat meningkatkan produksi dan pendapatannya guna terwujudnya upaya ketahanan pangan nasional. “Tujuannya meningkatkan luas tanam dan produksi untuk ketahanan pangan, penghasilan petani meningkat dan sekaligus sebagai solusi penurunan luas tanam akibat alih fungsi lahan sawah,” demikian ujar Suwandi dalam keterangan tertulis.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Perkuat Leadership Indonesia, Mentan SYL Teken MoU Dengan FAO

Perkuat Leadership Indonesia, Mentan SYL Teken MoU Dengan FAO

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melangsungkan pertemuan dengan Direktur Jenderal (Dirjen) FAO, Qu Dongyu di sela-sela rangkaian pertemuan Menteri Pertanian negara G-20. Hasil pertemuan tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penguatan Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) di bidang pertanian dan ketahanan pangan. “Sebagai negara agraris dan salah satu negara pengekspor terbesar […]

Hadapi Era Pasar Bebas Pemerintah Ajak Stakeholder Perkuat Penerapan Standar Mutu Produk dan Olahan Pangan

Hadapi Era Pasar Bebas Pemerintah Ajak Stakeholder Perkuat Penerapan Standar Mutu Produk dan Olahan Pangan

Pilarpertanian – Memasuki era pasar bebas, penerapan standar dan mutu di bidang pangan wajib diterapkan dari hulu sampai hilir. Saat ini setiap pangan yang diedarkan di wilayah NKRI yang diproduksi dalam negeri atau impor untuk diperdagangkan dalam bentuk kemasan berlabel wajib memiliki ijin edar. Ijin Edar yang dimaksud seperti PAST (Pangan Segar Asal Tumbuhan), PASH […]

Rembug Paripurna KTNA di Usia Emas

Rembug Paripurna KTNA di Usia Emas

Dengan usia 50 Tahun yang tentunya sudah cukup dewasa, tetap mampu berperan terus dalam memotivasi semangat para Petani-Nelayan untuk tetap berproduksi.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bantu Petani Membeli Alsintan dan Merevitalisasi Penggilingan Padi Kecil dan Mikro

Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bantu Petani Membeli Alsintan dan Merevitalisasi Penggilingan Padi Kecil dan Mikro

Pilarpertanian – Program bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang selama ini digencarkan Kementerian Pertanian, terbukti mampu menaikkan level mekanisasi Indonesia. Namun kedepannya, dalam rangka kemandirian petani, secara bertahap mengurangi bantuan alsintan dan mendorong petani/kelompoktani memanfaatkan fasilitas pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian untuk membeli alsintan. Dengan adanya andil dari petani dalam pembelian alsintan akan menimbulkan […]

Produksi Jagung Cukup, Akademisi IPB: Jangan Sampai Impor Untuk Persiapan 2024

Produksi Jagung Cukup, Akademisi IPB: Jangan Sampai Impor Untuk Persiapan 2024

Pilarpertanian – Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi mensinyalir dengan kondisi produksi jagung dalam negeri saat ini dalam cukup untuk memenuhi kebutuhan, terjadinya anomali harga pakan ternak naik secara implisit memiliki kepentingan untuk dilakukan impor jagung. Pasalnya, mengacu data prognosa produksi jagung dengan kadar air 14% tahun 2021 sebesar 18,7 juta ton, kebutuhan setahun […]

Tingkatkan Nilai Tambah Olahan Cabai dengan Metode Pengeringan

Tingkatkan Nilai Tambah Olahan Cabai dengan Metode Pengeringan

Pilarpertanian – Kementerian pertanian mendukung penuh upaya peningkatan nilai tambah produk Hortikultura melalui penggunaan teknologi peningkatan mutu, product development dan pemanfatan teknologi. Naiknya nilai tambah produk hortikultura diyakini mampu menyokong perekonomian nasional salah satunya dengan menumbuhkan UMKM yang diharapkan mampu menaikkan posisi petani dan pelaku usaha hortikultura. Mendukung hal tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura dalam berbagai […]

Rembug Paripurna KTNA 2021, Susun Visi 5 Tahun Ke Depan

Rembug Paripurna KTNA 2021, Susun Visi 5 Tahun Ke Depan

Pilarpertanian – Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional segera menggelar rembug paripurna organisasi sebagai penyegaran dan pergantian jajaran pengurus baru untuk 5 tahun ke depan. KTNA adalah organisasi yang lahir dari rahim petani pada tahun 1971 di Cihea, Cianjur, Jawa Barat. Sekjen KTNA nasional, H. Mohamad Yadi Sofyan Noor, SH. mengatakan, pergantian pengurus ini […]

Kementan Raih Dua Penghargaan Tertinggi pada Anugerah Humas Indonesia 2021

Kementan Raih Dua Penghargaan Tertinggi pada Anugerah Humas Indonesia 2021

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil memenangkan dua penghargaan tertinggi sebagai Kementerian yang memberi laporan Informasi publik terinovatif dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama terbaik dalam ajang Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2021. Ketua sekaligus Pemimpin Redaksi Humas Indonesia, Aswono Wikan mengatakan bahwa kompetisi ini diikuti langsung oleh 107 entri dari lembaga, kementerian maupun […]

Teknis Pengendalian OPT Ramah Lingkungan di Kampung Cabai

Teknis Pengendalian OPT Ramah Lingkungan di Kampung Cabai

Pilarpertanian – Ada empat fokus perhatian Kementerian Pertanian dalam membangun komoditas hortikultura yaitu meningkatkan daya saing produksi, produktivitas, akses pasar, dan dukungan logistik. Budidaya yang dikembangkan juga merupakan sistem modern yang ramah lingkungan serta mendorong peningkatan nilai tambah produk untuk kesejahteraan petani. Hal tersebut diharapkan dipahami dan dikuasai oleh para petani. Oleh karena itu Kementerian […]