PROSPEK CULTUR IN VITRO DI ERA INDUSTRI 4.0.

Pilar Pertanian Jumat, 11/01/2019 12:10 WIB · 40 kali dilihat
PROSPEK CULTUR IN VITRO DI ERA INDUSTRI 4.0. Foto : Budidaya In Vitro

Pilar - Saat ini Indonesia sedang berada diambang pintu revolusi teknologi yang secara fundamental akan mengubah cara hidup, cara bekerja, dan cara kita bekerja satu sama lain dalam lingkup domestik maupun global.

Sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama kebutuhan pangan dan perekonomian memiliki peranan penting dalam menjaga kestabilan nasional di tengah revolusi industri 4.0. Apalagi, saat ini Indonesia memiliki jumlah penduduk yang diperkirakan mencapai 265 juta jiwa.

Sejalan dengan itu, kebutuhan akan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian yang mumpuni sudah tentu sangat diperlukan. Dalam upaya menyiapkan SDM terdidik dalam bidang pertanian, Politeknik Pembangunan Pertanian (POLBANGTAN) Yogyakarta Magelang terus berupaya meningkatkan kualitas dan kapasitas peserta didiknya melalui berbagai cara.

Salah satu yang dilakukan yaitu memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk mengikuti pelatihan-pelatihan teknis yang memiliki prospek baik di era industri 4.0. seperti penguasaan teknis budidaya IN VITRO atau sering dikenal dengan kultur jaringan.

Kegiatan pelatihan yang dilakukan secara simultan mulai sejak para peserta didik masih duduk dibangku semester V hingga menjelang semester VII ini diharapkan mampu membangkitkan gairah dan semangat serta kepercayaan diri bagi para peserta didik di Polbangtan Yogyakarta Magrlang untuk kelak ketika lulus tidak hanya berharap menjadi pekerja pada instansi-instansi pemerintah tetapi justru mampu menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri dan orang lain.

"Ternyata bidang pendidikan terkait topik kultur jaringan memang prospek yang sangat menjanjikan di era industry 4.0. tak hanya di negara maju tapi juga di negara transisi seperti Indonesia" ujar salah seorang pelatih sekaligus asesor dan konsultan bisnis kultur jaringan Ir.Pranowo.

Pasalnya, Kultur jaringan dapat menyediakan segala jenis kebutuhan pangan (Modern Farming) dari seluruh dunia tanpa harus pergi ke negara asal tanaman tersebut.

Pembelajaran kultur jaringan telah dilakukan oleh Polbangtan Yoma, baik terstruktur pada mata kuliah maupun pelatihan. Kultur jaringan akan memudahkan penyediaan bahan tanam dalam jumlah yang besar, dan memiliki keseragaman tinggi. Selain itu, dengan kultur jaringan akan memudahkan pengadaanbibit, yang tidak harus dapat langsung dari daerah penghasil tanaman yang diinginkan. (bs)