Refleksi Perjalanan Panjang 35 Tahun PHT di Indonesia
Foto : Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) di Indonesia Dapat Mewujudkan Pertanian yang Maju, Modern dan Mandiri.

Refleksi Perjalanan Panjang 35 Tahun PHT di Indonesia

Pilarpertanian - Refleksi perjalanan panjang pelaksanaan Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) di Indonesia bersama para stakeholdernya merupakan momen khusus untuk mengekspresikan kesan dan pesan konstruktif, harapan-harapan, maupun kritik terhadap pelaksanaan PHT di Indonesia. Buah dari refleksi ini adalah agar PHT tidak berhenti, melainkan dapat terus berjalan dan semakin meningkat lebih baik.


Pelaksanaan PHT di masa mendatang diharapkan dapat mendukung pencapaian visi pembangunan pertanian, yaitu pertanian yang maju, modern dan mandiri. Refleksi bersama insan-insan PHT yang dilaksanakan melalui diskusi interaktif acara Webinar tersebut digawangi oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan dengan judul “Refleksi 35 Tahun PHT di Indonesia” (12/08/2021).


Diskusi interaktif webinar kali ini di pandu oleh moderator dari UGM, Andi Trisyono, yang juga merupakan guru besar dari universitas negeri tertua di Indonesia. Acara ini dilaksanakan secara daring melalui zoom dan juga disiarkan langsung melalui channel Youtube Propaktani dan diikuti kurang lebih 1.000 orang peserta yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.


Perjalanan panjang PHT di Indonesia juga diungkapkan oleh sesepuh yang juga pelaku sejarah PHT, Sutarto Alimuso, bahwa PHT di Indonesia yang kelahirannya dulu berawal dari adanya ledakan serangan wereng coklat pada tanaman padi, dalam perjalanannya telah mampu mengendalikan keberadaan serangan hama tersebut serta hama dan penyakit lainnya. Sistem PHT sampai sekarang masih sangat relevan untuk dilaksanakan sebagai implementasi perlindungan tanaman pangan mengikuti perkembangan budaya dan teknologi pertanian.



“Pelaksanaan PHT di Indonesia sejak awal kelahirannya sampai sekarang ini telah berhasil mengendalikan ledakan serangan beberapa OPT tanaman pangan seperti wereng cokelat, belalang kembara, penggerek batang padi, dan lain-lain. Untuk saat ini, PHT masih sangat relevan untuk terus diterapkan sebagai sistem pengelolaan OPT. Untuk dapat menghasilkan produk pangan yang berdaya saing dengan kuantitas dan kualitas tinggi serta kontinyu, maka kita tidak dapat meninggalkan PHT.


Tantangan PHT ke depan adalah bagaimana kita dapat bersinergi dengan baik antar semua stake holder dan dapat menyambungkan sistem PHT dengan kebijakan-kebijakan bidang pertanian saat ini, seperti IP 400, LTT dan lain-lain agar PHT tetap dapat menjiwai setiap usaha produksi pangan kita, sehingga produksi pangan tetap tinggi dan berkelanjutan, serta dapat mencapai kedaulatan pangan nasional”, ungkap Sutarto.


Sejalan dengan Sutarto, Pakar PHT yang juga pengajar di Jurusan Hama dan Penyakit Tanaman Universitas Brawijaya, Gatot Mudjiono, menyampaikan bahwa PHT ke depan harus dapat menjawab pertanyaaan-pertanyaan yang merupakan tantangan zaman.


“Sistem PHT ke depan harus meningkat tidak hanya sekedar mengendalikan OPT namun harus dapat mengelola OPT dan agroekosistemnya. Dengan demikian, PHT harus dapat menjawab: 1) Mengapa agroekosistem begitu rentan terhadap OPT?, 2) Bagaimana membuat agroekosistem agar lebih tangguh terhadap OPT? Apabila PHT mampu menjawab tantangan atas pertanyaan tersebut di atas, niscaya PHT ke depan akan lebih tangguh dan mantap sebagai implementasi perlindungan tanaman”, terang Gatot.


Menyambung pernyataan Gatot mengenai PHT, lebih lanjut disampaikan oleh petani yang sukses dengan PHT, Abdul Haris Suhud dari Lamongan Jawa Timur menyatakan dalam sharingnya bahwa awal dari pelaksanaan PHT di daerahnya adalah karena gagal panen yang disebabkan oleh serangan hama wereng cokelat dan kepinding tanah.


Pengalaman pahit para petani ini membawa mereka untuk belajar dan menekuni PHT, hingga pada akhirnya para petani tersebut merasa memperoleh beberapa keuntungan dari PHT. Kini mereka mantap untuk terus menerapkan PHT dalam usaha taninya guna menghasilkan pangan yang sehat dengan biaya yang efisien dan produksi yang lebih tinggi.


“Pengalaman pahit kami gagal panen karena serangan hama wereng cokelat dan kepinding tanah, telah menuntun kami untuk belajar menekuni PHT. Kami belajar dari para pendamping lapangan dan stake holder lainnya, sampai sekarang ini kami mantap untuk terus menerapkan PHT dalam usaha tani kami. Ada banyak keuntungan yang kami dapat dari menerapkan PHT, antara lain: efisien biaya produksi, hasil produksi meningkat, serta produk dan lingkungan lebih sehat”, terang pria yang akrab disapa Haris tersebut.


Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, M. Takdir Mulyadi, menegaskan bahwasanya perjalanan PHT di Indonesia selama 35 tahun telah banyak capaian yang diperoleh dan juga ada banyak tantangan ke depan yang harus dibenahi. Di Indonesia, PHT terus berjalan sampai sekarang walau mengalami pasang surut. PHT telah ditetapkan dengan tegas di dalam undang-undang sebagai sistem pelaksanaan perlindungan tanaman, untuk itu kebijakan implementasi kegiatannya perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman.


Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan dalam kebijakannya terus berkomitmen untuk menghadirkan program dan kegiatan yang sesuai dengan semangat jiwa PHT.


“Dari tahun ke tahun Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan hadir dengan program dan kegiatan yang selaras dengan jiwa PHT. Untuk tahun ini, program dan kegiatan Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan semua berbasis PHT, seperti: Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT), Perbanyakan Agen Pengendali Hayati (APH)-Refugia, Penguatan Pos Pelayanan Agens Hayati (PPAH), Perbanyakan rumah burung hantu (Rubuha), pembuatan kandang penangkaran burung hantu, gerakan pengendalian OPT pre-emtif dan responsif, pengadaan sarana pengendalian OPT dan bimbingan-bimbingan teknis bagi petugas POPT”, terang pria kelahiran Mataram tersebut.


Suwandi selaku Direktur Jenderal Tanaman Pangan menekankan bahwa PHT ke depan harus mampu menjawab tantangan zaman. Permasalahan OPT yang selalu hadir pada berapapun indeks pertanaman yang diterapkan harus dapat dikelola dengan baik oleh PHT. Demikian juga tuntutan pemenuhan kebutuhan pangan yang terus meningkat, kesehatan produk pertanian dan lingkungan hidup yang harus terus terjaga, juga harus dapat dijawab dengan elegan dengan PHT.


“Tantangan penyediaan pangan bagi lebih dari 270 juta jiwa penduduk Indonesia harus dapat dijawab dengan elegan oleh PHT. Prinsip-prinsip dasar PHT ke depan harus dapat dengan luwes menjawab tuntutan globalisasi pertanian. PHT sebagai sistem pilihan untuk mewujudkan perlindungan tanaman pangan harus dapat mengelola keberadaan OPT dan menjaga kelestarian agroekosistem, sehingga dengan terobosan-terobosan yang inovatif PHT mampu diandalkan untuk mengelola OPT tanaman pangan, mendukung peningkatan produksi yang berkualitas dan berkelanjutan, serta pada akhirnya mampu berkontribusi meningkatkan kesejahteraan petani.


Dengan demikian, PHT dapat memenuhi amanat dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang sistem budi daya pertanian yang berkelanjutan”, tegas Suwandi.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

AWG G20 tahun 2022, Indonesia Siap Menjadi Ketua

AWG G20 tahun 2022, Indonesia Siap Menjadi Ketua

Pilarpertanian – Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan kesiapan Indonesia menjadi ketua Kelompok Kerja Pertanian (Agriculture Working Group) G20 di tahun 2022. Hal tersebut disampaikan Mentan pada pertemuan menteri pertanian negara G20 pada tanggal 17-18 September 2021 di Florence, Italia. “Indonesia berharap dapat membahas isu pertanian lebih mendalam pada pertemuan tahun depan yang mengangkat […]

Replikasi Pekarangan Pangan Lestari dan Lumbung Pangan Masyarakat, Pendorong Penurunan Stunting

Replikasi Pekarangan Pangan Lestari dan Lumbung Pangan Masyarakat, Pendorong Penurunan Stunting

Pilarpertanian – Sebagai salah satu agenda prioritas nasional, upaya penurunan stunting terus digencarkan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan komitmen bersama dan koordinasi lintas sektor melalui optimalisasi sumber daya terintegrasi. Sesuai Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, terdapat […]

BPS: Ekspor Pertanian Agustus 2021 Meningkat

BPS: Ekspor Pertanian Agustus 2021 Meningkat

Pilarpertanian – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor pertanian Indonesia pada bulan Agustus 2021 (MtoM) mengalami pertumbuhan positif, yakni 17,89 persen atau tercatat mencapai US$ 0,34 miliar jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Apabila ditelisik lebih jauh, kenaikan ini sejalan dengan aktivitas ekspor produk pertanian yang dikemas dalam konsolidasi merdeka ekspor 2021. Diketahui kegiatan tersebut […]

Dalam Pertemuan G20, Indonesia  Dukung Pertanian Afrika Capai Target SDGs

Dalam Pertemuan G20, Indonesia Dukung Pertanian Afrika Capai Target SDGs

Pilarpertanian – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak negara G20 meningkatkan peran sektor pertanian berkelanjutan dalam pencapaian Sustainable Development Goals terutama untuk Afrika. Dukungan untuk kawasan Afrika melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas petani dalam meningkatkan produksi pertanian dapat menciptakan ketahanan pangan global. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menekankan negara G20 harus memegang peran penting […]

KTNA: Produksi Jagung Cukup, Ini Solusi Stabilisasi Harga Pakan dan Telur

KTNA: Produksi Jagung Cukup, Ini Solusi Stabilisasi Harga Pakan dan Telur

Pilarpertanian – Masa pandemi covid 19 turut memukul harga jagung dunia menjadi tinggi, sehingga berimbas pada naiknya harga pakan, termasuk dalam negeri. Namun demikian, kenaikan harga pakan ini, berbarengan dengan menurunnya harga telur ayam ras di tingkat peternak. Tentang hal ini, Sekretaris Jenderal Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, HM Yadi Sofyan Noor menilai […]

Bantu Kirim Jagung Stabilkan Harga Pakan, Peternak Pinsar: Terima Kasih Pak Mentan

Bantu Kirim Jagung Stabilkan Harga Pakan, Peternak Pinsar: Terima Kasih Pak Mentan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan ongkos angkut atau biaya distribusi jagung pakan untuk salurkan peternak. Hal ini bentuk intervensi cepat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) guna menstabilkan harga pakan tingkat peternak. Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kendal, Jawa Tengah, Suwandi mengatakan pasokan jagung pakan secara bertahap dari beberapa daerah […]

Upaya Tingkatkan Produksi Padi, Kementan Intensifkan OPIP Dem Area IP 400

Upaya Tingkatkan Produksi Padi, Kementan Intensifkan OPIP Dem Area IP 400

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus mengupayakan peningkatan produksi padi untuk menjamin ketersediaan beras nasional secara berdaulat. Salah satu terobosan yang saat ini tengah dilakukan melalui pola tanam padi dengan indeks pertanaman (IP) 400. IP 400 sebagai upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan khususnya beras. Akan dapat mendongkrak produksi bila diintegrasikan melalui food estate dan budi daya […]

Merdeka Ekspor Jadi Pendorong Meningkatnya Ekspor Pertanian Agustus 2021

Merdeka Ekspor Jadi Pendorong Meningkatnya Ekspor Pertanian Agustus 2021

Pilarpertanian – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor pertanian Indonesia pada bulan Agustus 2021 (MtoM) mengalami pertumbuhan positif, yakni 17,89 persen atau tercatat mencapai US$ 0,34 miliar jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Apabila ditelisik lebih jauh, kenaikan ini sejalan dengan aktivitas ekspor produk pertanian yang dikemas dalam konsolidasi merdeka ekspor 2021. Diketahui kegiatan tersebut […]

Kementan Dukung Perluasan Akses Pasar Internasional Ekspor Buah

Kementan Dukung Perluasan Akses Pasar Internasional Ekspor Buah

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan ekshibisi potensi buah segar Indonesia ke pasar Eropa. Buah segar memang menjadi satu diantara 5 komoditas Indonesia yang dibawa ke Brussel Belgia untuk dipamerkan dalam event Discover Indonesian Super Foods and Drinks. Mengenai hal ini, Indonesia sejak lama dikenal sebagai pemasok buah segar ke pasar mancanegara. Hal ini seperti […]