Talas Beneng, Komoditas Tanaman Pangan yang Semakin Populer Dikembangkan
Talas Beneng Merupakan Salah Satu Alternatif Pangan Pengganti Nasi.

Talas Beneng, Komoditas Tanaman Pangan yang Semakin Populer Dikembangkan

Pilarpertanian - Sumber daya pangan lokal menjadi pangan alternatif saat ini dan sedang gencar digalakkan Kementan, dan bisa menjadi alternatif pengganti nasi yaitu jagung, ubikayu, talas, pisang, sagu dan kentang. Melalui kegiatan Bimbingan Teknis & Sosialisasi (BTS) Propaktani yang dilakukan secara daring, Ditjen Tanaman Pangan berupaya mengedukasi masyarakat dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dan topik yang menarik, dimana salah satunya terkait pangan lokal yang diangkat di episode 290 tanggal 18 Januari 2022 dengan judul “Talas Beneng, Bagaimana Penyediaan Benih Bermutunya?”


Hadir sebagai narasumber, Dr. Pepi Nursusilawati, Peneliti Bidang Perbenihan BPTP Banten yang menyampaikan produksi benih talas beneng dengan contoh kasus di Kabupaten Pandeglang, Banten. “Beneng merupakan tanaman SDG lokal Banten yang sudah dilepas menjadi varietas unggul talas dengan SK Mentan RI No. 981/HK.540/C/10/2020 tanggal 13 Oktober 2020. Dalam memproduksi benihnya, harus memperhatikan prinsip genetik yang bertujuan untuk menghasilkan benih dengan tingkat kemurnian yang maksimal dan prinsip agronomic yang bertujuan untuk menghasilkan benih yang maksimal,” ujar Pepi.


Sementara itu, PBT Madya Prov. Banten, Endi Suhendi, yang juga merupakan narasumber dalam acara tersebut memaparkan prosedur sertifikasi benih talas beneng yang meliputi permohonan sertifikasi, pemeriksaan lapangan pendahuluan, pemeriksan pertanaman, pemeriksaan Umbi Talas di Gudang, dan pelabelan. “Biaya sertifikasi berupa biaya pemeriksaan lapangan / pertanaman dan pengujian laboratorium, dibebankan kepada produsen benih, dengan besaran biaya sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2016 tentang Jenis dan Jasa atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian Pertanian. Pembayaran biaya pemeriksaan lapangan dilakukan setelah lulus verifikasi berkas permohonan sertifikasi, sedangkan pembayaran biaya pengujian laboratorium dilakukan saat mengajukan permohonan pengambilan sampel” tuturnya.


Terkait talas beneng, Budi S. Januardi, Kadistan KP Kabupaten Pandeglang mengungkapkan sesungguhnya potensi lahan tanam talas beneng di Kabupaten Pandeglang sangat besar yakni bisa mencapai 1.510 ha. “Oleh karena itu, kami sudah membuat roadmap 2020-2025 (peta jalan, red) pengembangan talas beneng di Kabupaten Pandeglang untuk lima tahun kedepan. Targetnya adalah perluasan areal budi daya talas Beneng yang tersebar di 35 Kecamatan dan Peningkatan pemasaran ekspor produk talas beneng langsung dari Pandeglang,” paparnya.



Hal yang sama disampaikan Peneliti Bidang Pasca Panen BPTP Banten, Dr. Kardiono, bahwa perhatian pemerintah (pemda, Kementan, swasta) untuk talas beneng ini cukup tinggi. Dalam pohon industrinya, talas beneng memiliki potensi ekspor serta mendukung ketahanan pangan dan peningkatan nilai tambah.


Sementara itu di tempat terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Dr. Ir. Suwandi, M.Si menyampaikan bahwa perlunya punya prinsip mengutamakan konsumsi pangan lokal, anti pangan impor. “Ini merupakan upaya positif dan bagus apabila ada potensi mengembangkan tanaman talas di Indonesia. Prinsipnya adalah hargai jerih payah petani, konsumsi pangan lokal” papar Suwandi.


Pengembangan pangan lokal sejalan dengan strategi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam Cara Bertindak 2 (CB2) terkait diversifikasi produksi dan pangan lokal yang diolah sedemikian rupa sebagai pangan pokok.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Mentan SYL Optimis PMK Dapat Diatasi Segera

Mentan SYL Optimis PMK Dapat Diatasi Segera

Pilarpertanian – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengaku optimis penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) dapat dikendalikan secara cepat. Karena itu, SYL mengajak agar semua pihak turun langsung dan terlibat aktif dalam menekan jumlah penularan. Menurutnya, penyakit tersebut bisa disembuhkan melalui 3 strategi berikut ini. Pertama, kata SYL, Kementerian Pertanian mengajak untuk menerapkan […]

Untuk Kurban, HPDKI Persiapkan Ternaknya Aman dan Sehat dari PMK

Untuk Kurban, HPDKI Persiapkan Ternaknya Aman dan Sehat dari PMK

Pilarpertanian – Terkait dengan adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di beberapa kabupaten di Jawa Timur dan di Aceh, Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) gerak cepat mengkoordinasikan seluruh anggotanya di seluruh wilyah Indonesia untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengendalikan dan mencegah penyebaran PMK. Hal tersebut disampaikan oleh Yudi Guntara selaku Ketua HPDKI dalam […]

Pengelolaan Arsip Kembali Raih Penghargaan Kategori AA dari ANRI

Pengelolaan Arsip Kembali Raih Penghargaan Kategori AA dari ANRI

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) kembali meraih penghargaan kategori ‘Sangat Memuaskan’ tingkat Kementerian dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Sesuai hasil pengawasan kearsipan 2022, Kementan mendapatkan nilai 93,42 dengan kategori “AA”. Wakil Menteri Pertanian, Harvick Qolbi yang hadir mewakili Kementan mengatakan nilai pengawasan kearsipan mempunyai arti yang sangat penting, karena mencerminkan indeks kinerja penyelenggaraan kearsipan […]

Kementan Dorong Jeneponto Tingkatkan Indeks Pertanaman

Kementan Dorong Jeneponto Tingkatkan Indeks Pertanaman

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong peningkatan Indeks (IP) Pertanaman sektor pertanian Kabupaten Jeneponto dari 100 menjadi 300 atau satu kali tanam menjadi tiga kali tanam setahun, bahkan ke depannya didorong menjadi empat kali setahun (IP 400). Karena itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melakukan pencanangan tanam perdana lahan sawah biasa untuk Peningkatan […]

Kendalikan PMK, Kementan Kirim Obat-Obatan dan APD ke Beberapa Wilayah

Kendalikan PMK, Kementan Kirim Obat-Obatan dan APD ke Beberapa Wilayah

Pilarpertanian – Dalam upaya melakukan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Kementerian Pertanian (Kementan) gerak cepat mengirimkan logistik kesehatan berupa Vitamin, Antibiotik, Antipiretik, Desinfektan dan APD ke beberapa wilayah yang diduga terjangkit PMK. “Mulai tanggal 7 – 12 Mei lalu kami sudah melakukan pengiriman logistik tahap 1 ke beberapa provinsi,“ ungkap Direktur […]

April 2022, Ekspor Pertanian Tumbuh 15,89 Persen

April 2022, Ekspor Pertanian Tumbuh 15,89 Persen

Pilarpertanian – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor pertanian pada April 2022 mengalami pertumbuhan positif, yakni sebesar 15,89 persen (YonY) dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut disebabkan oleh naiknya permintaan beberapa komoditas ke Negara-negara besar seperti China dan Amerika. Dengan kenaikan tersebut, maka sektor pertanian memiliki total share sebesar 1,44 peraen. Kepala […]

Respon Cepat Kendalikan PMK, Mentan SYL Bantu Obat-Obatan di Sumedang

Respon Cepat Kendalikan PMK, Mentan SYL Bantu Obat-Obatan di Sumedang

Pilarpertanian – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) bersama Anggota Komisi IV DPR RI, Sutrisno melihat secara langsung pengobatan terhadap hewan ternak yang terkonfirmasi positif penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Menurut SYL, pengobatan ini merupakan upaya pemerintah dalam merespon PMK secara cepat agar tidak menular terhadap hewan lainnya. “Proses […]

Kementan Mendukung dan Mengkaji Inovasi Terbaru Untuk Produksi Tanaman Pangan

Kementan Mendukung dan Mengkaji Inovasi Terbaru Untuk Produksi Tanaman Pangan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus berupaya melakukan peningkatan produksi khususnya dalam komoditas Tanaman Pangan, dalam mendukung peningkatan produksi tentunya harus diiringi dengan Inovasi, terbaru ditemukan suatu inovasi yang cukup murah, mudah dibuat, mudah juga diaplikasikan yaitu nutrisi biosaka. Untuk mensosialisasikan inovasi tersebut, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan mengadakan pembahasan menarik melalui Bimbingan Teknis […]

DPR Apresiasi Kementan Tangani Wabah PMK Secara Cepat

DPR Apresiasi Kementan Tangani Wabah PMK Secara Cepat

Pilarpertanian – Anggota Komisi IV DPR RI, Sutrisno mengapresiasi upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam melakukan penanganan penyakit muka dan kuku (PMK) secara cepat dan tepat. Menurutnya, upaya tersebut meliputi pemberian obat dan pendampingan terhadap para peternak yang dilakukan secara responsif hampir di semua daerah. “Saya selaku wakil rakyat terima kasih karena Pak Menteri dalan waktu […]