Tangkal Serangan Hama Penyakit, Kementan Lakukan Gerdal Dengan Agensia Hayati Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan
Kegiatan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan dengan Menggunakan Agensia Hayati Ramah Lingkungan oleh Kementerian Pertanian dengan Petani.

Tangkal Serangan Hama Penyakit, Kementan Lakukan Gerdal Dengan Agensia Hayati Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produksi pangan dengan berbagai program terobosan, salah satunya dengan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) menggunakan agensia hayati ramah lingkungan. Serangan OPT merupakan salah satu kendala yang secara langsung dapat mengancam produktivitas pertanaman.


Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menjelaskan, Kementan terus mendorong perkembangan pemanfaatan agensia hayati sebagai solusi pengendalian OPT yang ramah lingkungan, yang juga bagian dari konsep pertanian secara berkelanjutan (sustainable agriculture). Salah satu daerah yang sukses menerapkan konsep ini adalah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, telah mengembangkan pertanian organik yang ramah lingkungan dengan inovasi dan petani dengan sendirinya telah mengembangkan agenda pengendali hayati.


“Saya mengapresiasi masyarakat Sragen. Sejak dahulu sekitar 15 tahun lalu sudah memulai pilot project pertanian organik dengan memanfaatkan kotoran hewan yang difermentasi menjadi pupuk kandang dan menyuburkan tanaman” demikian dikatakan Suwandi dalam Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) Propaktani yang disiarkan live dari Sragen, bertajuk “Menjaga Kesehatan Tanah dengan Agensia Hayati Sebagai Dukungan Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pertanian Berkelanjutan”, Senin (6/6/2022).


Suwandi menambahkan, Kementan tentunya terus masif mendorong penerapan konsep pertanian ramah lingkungan ini di seluruh Indonesia. Ia berharap, petugas pendamping (POPT dan penyuluh) bisa menerapkan hasil inovasi yakni agensia hayati ramah lingkungan dan berkelanjutan ke kelompok tani lainnya.



“Pertanian ke depan pada prinsipnya akan mengarah berbasis ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kurangi ketergantungan dengan bahan kimia. Alam sudah menyediakan bahan-bahannya, tinggal kita kelola, gunakan dan kembalikan lagi ke alam,” terang Suwandi.


Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Takdir Mulyadi menambahkan Agen Pengendali Hayati yang dihasilkan merupakan hasil dari eksplorasi di sekitar lahan pertaniannya. Sampel tanaman yang diambil dari akar tentunya yang sehat dan tidak adanya serangan OPT.


“Sampel ini kemudian dibawa ke laboratorium hama dan penyakit tumbuhan untuk dilakukan identifikasi mikroba yang ada pada tanaman tersebut. Setelah didapatkan mikrobanya, lalu diperbanyak sendiri oleh petani,” kata Takdir.


Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah sekaligus Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto mengapresiasi dukungan penuh Kementan dalam upaya mengamankan dan meningkatkan produksi tanaman pangan. Ia berharap dengan adanya BTS Propaktani ini dapat menjadikan para petani di Sragen lebih aware terhadap lingkungan dengan menggunakan agen hayati sebagai pengendali hama.


“Pengendalian OPT bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat petani. Penggunaan pestisida sintetik dalam pengendalian OPT mempunyai resiko yang besar karena dapat menyebabkan resistensi, resurgensi, pencemaran lingkungan, musnahnya musuh alami, timbulnya residu pestisida dalam tanaman dan sebagainya. Penerapan agens hayati termasuk salah satu strategi pengendalian OPT ramah lingkungan yang potensial karena manfaatnya telah banyak dirasakan petani,” ungkapnya.


“Karena itu, kami pun berharap adanya pengendalian OPT secara ramah lingkungan ini dapat mendukung program IP 400 di tahun 2022 ini seluas 10.000 ha dan dapat dikembangkan tidak hanya untuk komoditas padi organik, namun komoditas lain seperti jagung dan kedelai yang bisa memanfaatkan agensia hayati,” pinta Tatag.


Guru Besar Unsoed, Loekas Soesanto mengutarakan keuntungan yang diperoleh jika melakukan pengendalian OPT dengan menggunakan agens hayati, antara lain tingkat keberhasilan tinggi, sedikit sekali yang diketahui berbahaya terhadap manusia dan lingkungan dan beberapa musuh alami bereproduksi dengan cepat. Keuntungan lainnya yakni beberapa musuh alami mempunyai daya cari yang tinggi serta belum ada data yang menunjukkan ada resistensi inang terhadap musuh alami.


“Pelepasan musuh alami akan efektif apabila ada ketepatan dalam identifikasi hama dan musuh alaminya, memahami biologi hama dan musuh alaminya, stadia dan spesies musuh alami yang dilepas sesuai serta tersedianya stadia OPT yang rentan dan populasi yang dapat dikendalikan oleh musuh alami,” paparnya Loekas.


Perlu diketahui, Kabupaten Sragen kurang lebih 15 tahun yang lalu melakukan proses penerapan bersifat organik yang dimulai pilot project seluas 2 ha sawah di Sumberejo dan hingga saat ini sudah berkembang hampir 235 ha dikembangkan padi organik. Pada tahun 2022 ini, Kabupaten Sragen mendapat program IP 400 10.000 ha. Dalam rangka mendukung program IP 400 ini, Kementan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Sragen menyelenggarakan Bimtek Menjaga Kesehatan Tanah dengan Agensia Hayati dengan memanfaatkan limbah urin sapi di Kelompok Tani Sumber Rejeki Desa Karanganyar, Kecamatan Pupuh.(PW)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Kementan – TNI AU Kembangkan Sorgum dan Jagung di Area Bandara El Tari Kupang

Kementan – TNI AU Kembangkan Sorgum dan Jagung di Area Bandara El Tari Kupang

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara (AU) membudidayakan sorgum dan jagung di lahan area Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengembangan sorgum dan jagung ini menjadi bagian dari instruksi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk memperkuat ketahanan pangan melalui produk pangan lokal. “Budidaya sorgum dan jagung kita harapkan […]

Laboratorium BBVeteriner Wates Pastikan Bangkai Domba di Sungai Serang, Semarang Negatif PMK

Laboratorium BBVeteriner Wates Pastikan Bangkai Domba di Sungai Serang, Semarang Negatif PMK

Pilarpertanian – Hasil dari uji laboratorium BBVeteriner Wates, Kementerian Pertanian menyimpulkan penyelidikan terhadap temuan puluhan bangkai domba di Sungai Serang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Respon yang dilakukan atas temuan ternak domba yang dibuang di sungai Serang, Semarang dilakukan dengan pengambilan sampel dan uji PCR untuk memastikan adanya dugaan kematian akibat PMK. Kepala Balai Besar Veteriner […]

Cegah Meluasnya PMK, Pemerintah Siap Geber Vaksinasi Darurat Pada Ternak

Cegah Meluasnya PMK, Pemerintah Siap Geber Vaksinasi Darurat Pada Ternak

Pilarpertanian – Dalam rangka pencegahan dan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pemerintah telah menyiapkan logistik untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi darurat pada hewan ternak. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri dalam keterangan tertulisnya hari ini, Kamis (23/06). Pemerintah telah mengalokasikan vaksin sebanyak 3 juta dosis. Tahap pengadaan […]

Memperhatikan Ekosistem, Pakar IPB Dukung Pola Tanam IP 400

Memperhatikan Ekosistem, Pakar IPB Dukung Pola Tanam IP 400

Pilarpertanian – Pola tanam Indeks Pertanaman (IP) 400 atau tanam 4 kali setahun yang saat ini menjadi salah satu terobosan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan produksi pangan dalam menghadapi tantangan krisis pangan global mendapat respon positif dari akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) University. Pasalnya, tak hanya bertujuan meningkatkan ketersediaan pangan, namun juga pola IP 400 […]

Mentan SYL Dorong Varietas Unggul Untuk Tingkatkan Produksi Padi Nasional

Mentan SYL Dorong Varietas Unggul Untuk Tingkatkan Produksi Padi Nasional

Pilarpertanian – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong peningkatan kualitas varietas benih padi unggul untuk terus ditingkatkan produksi beras nasional. Pasalnya, benih padi memegang peran penting dalam meningkatkan produktivitas beras sebagai salah satu pangan pokok strategis di Indonesia dan mendukung ekspor beras. “Tanpa benih varietas unggul, kita tidak akan bisa surplus beras seperti […]

Jelang Idul Adha, Kementan Pastikan Semua Ternak Sapi NTT Sehat

Jelang Idul Adha, Kementan Pastikan Semua Ternak Sapi NTT Sehat

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan bahwa hewan ternak sapi yang akan dikirim dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam keadaan aman serta bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebagai upaya untuk memastikan keamanan ternak dari PMK, Kementan melakukan pengecekan terhadap hewan ternak yang akan dikirim ke luar wilayah NTT. “Bapak Menteri Pertanian meminta kami […]

Pasarkan Beras Premium, Petani Wajo Andalkan Performa Mesin Pengering Bantuan Pemerintah

Pasarkan Beras Premium, Petani Wajo Andalkan Performa Mesin Pengering Bantuan Pemerintah

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) konsisten memberikan bantuan berupa alat mesin pertanian (alsintan) sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan produksi dan nilai jual produk tanaman pangan. Pemerintah pun sangat ketat melakukan pengawasan agar penggunaan bantuan tersebut benar-benar optimal. Bantuan Alsin vertical dryer padi kapasitas 10 ton bantuan pemerintah pusat mendorong petani untuk meningkatkan kualitas beras […]

Mentan Ajak Ribuan Petani Bersama Antisipasi Krisis Pangan Global

Mentan Ajak Ribuan Petani Bersama Antisipasi Krisis Pangan Global

Pilarpertanian – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan komitmennya dalam memantapkan penguatan komoditi lokal untuk kemandirian pangan demi meningkatkan kesejahteraan petani serta mengantisipasi krisis pangan global yang saat ini sedang melanda dunia. Mentan mengajak semua pihak bersama berkontribusi terhadap upaya pencapaian ketahanan pangan. Menurutnya, setiap kepala daerah untuk memperkuat lumbung-lumbung pangan dan cadangan pangan untuk […]

Akademisi UGM : Model IP 400 didukung Pengendalian PHT

Akademisi UGM : Model IP 400 didukung Pengendalian PHT

Pilarpertanian – IP 400 merupakan salah satu upaya meningkatkan produksi dan salah satu cara mengatasi alih fungsi lahan dan pertumbuhan penduduk. Ini merupakan hal baru, terobosan baru yang belum lama ini dimasifkan oleh Kementan. Kurang lebih 2 tahun terakhir ini gerakan IP 400 dikembangkan di seluruh provinsi. Untuk mensosialisasikan program IP 400, Kementan melalui Direktorat […]