Benih Sumber Kehidupan, Bagaimana Hasilkan Benih Unggul Bermutu
Penelitian untuk Mencari Benih Unggul Bermutu Sebagai Faktor Penentu Keberhasilan Usaha Tani.

Benih Sumber Kehidupan, Bagaimana Hasilkan Benih Unggul Bermutu

Pilarpertanian - Propaktani Direktorat Jenderal Tanaman Pangan terus gencar melakukan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) secara daring. BTS Propaktani ini cukup efektif dalam menyebarluaskan informasi pertanian, khususnya untuk komoditas tanaman pangan dan bisa menjangkau banyak partisipan di seluruh Indonesia.


Sudah ratusan ribu partisipan mengikuti melalui zoom dan kanal Youtube Propaktani TV. Selama 3 jam di setiap sesi, diisi dengan topik-topik menarik dari para narasumber pakar/ahli, pelaku usaha, pejabat Pemerintah Pusat maupun Daerah, praktisi dan akademisi. Disamping teori, juga menampilkan teknik operasional yang bisa diterapkan di lapangan oleh petani dan semua kalangan masyarakat. Dan sebagai bentuk apresiasi, Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan sertifikat kepada narasumber dan seluruh peserta.


Pada episode 284 tanggal 14 Januari 2022, BTS Propaktani mengangkat topik Teknik Pengambilan Contoh Benih Tanaman Pangan untuk Ketersediaan Benih Bermutu & Bersertifikat.
Seperti kita ketahui, Benih merupakan salah satu faktor utama yang menjadi penentu keberhasilan usaha tani. Dalam konteks agronomi, benih dituntut untuk bermutu tinggi sebab benih harus menghasilkan tanaman yang berproduksi maksimum dengan sarana teknologi yang ada.


Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang menggencarkan pola tanam padi IP 400 untuk meningkatkan produksi padi. Hal ini menyebabkan benih unggul padi genjah (60-70 HST atau 95-100 HST) seperti varietas Pajajaran, Cakra Buana, M70B dan Inpari 33 banyak dicari masyarakat.



Untuk menjaga sistem distribusi benih secara baik dan bermutu, diperlukan pengawasan peredaran benih dengan tujuan untuk mencegah kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam peredaran benih. Penggunaan Benih unggul untuk meningkatkan Produktivitas, sejalan dengan strategi Menteri Pertanian, Bapak Syahrul Yasin Limpo dalam Cara Bertindak Peningkatan Kapasitas Produksi (CB1).


Salah satu bentuk pengawasan benih adalah dengan pengecekan mutu benih untuk diuji di laboratorium yang terakreditasi oleh KAN.


Warjito, Kepala Balai Besar PPMBTPH menyampaikan Balai Besar PPMBTPH memiliki peranan dalam mendukung penyediaan benih bermutu dan bersertifikat, yakni dalam hal standarisasi laboratorium pengujian mutu benih tanaman pangan dan hortikultura. Dan pengambilan contoh benih ini merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan hasil uji yang akurat pada label benih bersertifikat.


Prinsip dari pengambilan contoh adalah pengambilan contoh secara acak dengan persyaratan setiap bagian memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih dan diambil contohnya dari kelompok benih. “Tujuannya untuk mendapatkan contoh yang sesuai dengan parameter penguji atau analisis dan mewakili kelompok benih yang akan diuji atau dianalisis tersebut,” ujar Warjito.


Sementara itu Prima S. Welli Candra, selaku Pengawas Benih Tanaman Kabupaten Malang Jawa Timur dalam kesempatan yang sama menyampaikan teknik-teknik dalam pengambilan contoh yang terbagi dalam klasifikasi contoh primer, contoh komposit, contoh kirim dan contoh duplikat. “Pengambilan contoh benih dilakukan pada benih yang sudah dikelompokkan oleh pemilik benih dengan cara mengambil kemasan yang secara visual terlihat paling buruk pada masing-masing kelompok. Tidak hanya kemasan, tetapi bisa juga dilihat dari label (misalnya rusak, QR tidak sesuai atau meragukan) dan fisik benih yang secara visual meragukan” paparnya.


Pengambilan contoh benih dilakukan oleh Petugas Pengambil Contoh (PPC) benih yang terlatih kompetensi dan diberikan kewenangan untuk melakukan sebagai PPC (authorized sampler).


Demikian juga Widiatmoko, LS Pro dari PT. Agri Mandiri Lestari menambahkan bahwa pengambilan contoh uji bisa dilakukan pada saat proses produk berlangsung atau sesudah proses produksi berakhir (digudang) dan dilakukan dengan mengacu pedoman yang berlaku diantaranya pengambilan contoh padatan SNI 19-0428-1998. “Disini LS Pro berperan dalam sampling dan produk bertanda SNI,” tambahnya.


Salah satu laboratorium uji yang sudah bisa melakukan ini adalah EWINDO. Disampaikan Junaidi, selaku QA Manager PT East West Seed Indonesia Laboratorium Pengujian Benih EWINDO terakreditasi ISTA sejak tahun 2012 dan menerima jasa pengujian dari pihak ketiga yang memerlukan Orange International Seed Lot Certificate yang merupakan “Passport” dalam perdagangan benih International.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Hari Kedua Pertemuan AWG G20, Anggota Apresiasi Inisiatif Indonesia

Hari Kedua Pertemuan AWG G20, Anggota Apresiasi Inisiatif Indonesia

Pilarpertanian – Hari kedua Pertemuan Kelompok Kerja (Pokja) Pertanian (Second Agriculture Deputies Meeting/ADM) semua anggota G20 dan perwakilan organisasi internasional mengapresiasi berbagai inisiatif yang disampaikan Indonesia. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian selaku Chair G20 Agriculture Working Group (AWG), Kasdi Subagyono menyebutkan bahwa seluruh anggota G20 mengakui dinamika yang dialami Indonesia saat menjadi Presidensi G20 dalam kondisi […]

Alsintan Dorong Transformasi Perkebunan Tradisional ke Modern

Alsintan Dorong Transformasi Perkebunan Tradisional ke Modern

Pilarpertanian – Perkebunan menjadi salah satu penyokong devisa negara dengan nilai ekspor yang cukup tinggi. Guna meningkatkan daya saing dan ekspor komoditas perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian menargetkan melakukan transformasi perkebunan tradisional ke modern melalui perkebunan presisi, mekanisasi dan digitalisasi. Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam mengatakan akselerasi pengembangan komoditas dari hulu ke hilir […]

Terbukti Nyata!! Teknologi CSA Menguntungkan Petani Di Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen

Terbukti Nyata!! Teknologi CSA Menguntungkan Petani Di Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen

Pilarpertanian – Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melalui program Strategic Irrigation Modernization Urgent Project (SIMURP), dan paket teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) atau sering dikenal dengan Pertanian Cerdas Iklim yang diterapkan di wilayah Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, terbukti memberikan keuntungan secara finansial maupun non finansial. Teknologi CSA merupakan salah satu upaya yang dilakukan […]

Musim Tanam Gadu 12.000 Hektar, Purwakarta Optimis Perkuat Stok Beras Nasional

Musim Tanam Gadu 12.000 Hektar, Purwakarta Optimis Perkuat Stok Beras Nasional

Pilarpertanian – Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan mengatakan produksi padi di Kabupaten Purwakarta pada musim gadu (musim kemarau I) yang berlangsung pada bulan Juli dan Agustus 2022 dipastikan menuai hasil yang tinggi sehingga dapat memperkuat stok beras nasional. Pasalnya pada musim gadu tersebut, diperkirakan panen padi seluas 12.058 hektar dengan […]

Kementan Ajak Jaga Pangan Untuk Hadapi Krisis Pangan Global

Kementan Ajak Jaga Pangan Untuk Hadapi Krisis Pangan Global

Pilarpertanian – Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian (Itjen Kementan) mengajak jajaran Pemprov Kalimantan Barat untuk sama-sama mengawasi produksi pangan nasional sebagai kebutuhan dasar masyarakat Indonesia dalam menghadapi kemungkinan terjadinya krisis global. Hal tersebut ditegaskan Irjen Kementan, Jan Samuel Maringka saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Bidang Ketahanan Pangan di wilayah Pontianak, Kalimantan Barat. “Kedaulatan pangan itu harus […]

Kementan: Tiga Isu Pangan Akan Dibahas Dalam Pertemuan G20

Kementan: Tiga Isu Pangan Akan Dibahas Dalam Pertemuan G20

Pilarpertanian – Pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir, ancaman perubahan iklim hingga konflik geopolitik yang terjadi baru-baru ini mengakibatkan ancaman krisis pangan global dan energi. Kondisi multidimensi ini melatarbelakangi inisiatif untuk mengintensifkan komitmen bersama negara G20 dalam membangun sistem pertanian berkelanjutan serta meningkatkan ketahanan pangan. Untuk itu, sebagai ketua kelompok kerja pertanian (Agriculture Working Group-AWG), […]

Strategi Itjen Kementan Wujudkan Kalbar Zero PMK Melalui Fungsi Pengawasan Intern

Strategi Itjen Kementan Wujudkan Kalbar Zero PMK Melalui Fungsi Pengawasan Intern

Pilarpertanian – Inspektorat Jenderal Kementan siap menjalankan Fungsi Pengawasan Intern terhadap penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kalimantan Barat secara cepat sehingga pada bulan Agustus mendatang wilayah tersebut mampu menjadi daerah hijau atau zero PMK. “Penanganan PMK harus berjalan efektif dan sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada. Dalam hal ini pengawasan intern dari […]

Indonesia Ajak Anggota G20 untuk Berkomitmen Hadapi Tantangan Pangan Global

Indonesia Ajak Anggota G20 untuk Berkomitmen Hadapi Tantangan Pangan Global

Pilarpertanian – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian selaku Chair G20 Agriculture Working Group (AWG), Kasdi Subagyono pada hari pertama pertemuan kedua Kelompok Kerja (Pokja) Pertanian tingkat Deputi/Eselon I atau Second Agriculture Deputies Meeting (ADM) mengajak seluruh anggota untuk berkomitmen dan bekerja sama mencari solusi yang efektif dan konkrit dalam menghadapi tantangan pangan global. “Saya sangat berharap […]

Dorong Substitusi Impor, Indonesia Optimis Mampu Menyediakan Benih Anggur Bermutu

Dorong Substitusi Impor, Indonesia Optimis Mampu Menyediakan Benih Anggur Bermutu

Pilarpertanian – Guna menjamin penyediaan benih bermutu dari varietas unggul secara berkesinambungan, Kementerian Pertanian menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 23 Tahun 2021 sebagai pembaharuan dari Permentan nomor 48 Tahun 2012. Dalam Permentan tersebut salah satunya diatur terkait pemasukan benih hortikultura. “Terbitnya Permentan nomor 23 Tahun 2021 tentang Perbenihan Hortikultura di dalamnya juga mengatur pemasukan […]