Mentan Amran Gerak Cepat Salurkan 24 Truk Bantuan Untuk Korban Longsor Cisarua, Siapkan Solusi Permanen Cegah Bencana
Bantuan Kemanusiaan dari Kementerian Pertanian Bagi Korban Bencana Longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat.

Mentan Amran Gerak Cepat Salurkan 24 Truk Bantuan Untuk Korban Longsor Cisarua, Siapkan Solusi Permanen Cegah Bencana

Pilarpertanian - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman turun langsung ke Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana longsor. Kehadiran Mentan bersama Wakil Menteri Pertanian, jajaran Eselon I Kementerian Pertanian, serta Komisi IV DPR RI menegaskan kehadiran negara dalam merespons cepat bencana dan melindungi masyarakat terdampak.


“Kami turut berduka cita atas korban bencana di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kami turun langsung memberi bantuan ada 24 truk, bantuan siap saji, tetapi ada juga beras dan seterusnya,” kata Mentan Amran, Rabu (28/1/2026).


Berdasarkan data sementara, jumlah pengungsi terdampak mencapai 564 jiwa dari 186 kepala keluarga (KK). Para pengungsi saat ini ditampung di beberapa lokasi pengungsian. Di antara para pengungsi terdapat anak-anak, balita, dan ibu hamil sebagai kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus.


Sebanyak 24 truk bantuan disalurkan kepada masyarakat terdampak, berisi pangan siap saji, beras, air mineral, mi instan, biskuit, susu UHT, serta kebutuhan pokok lainnya. Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian serta dukungan mitra swasta dan UPT lingkup Kementan.



“Rencana awal kami siapkan 100 truk bantuan. Namun, karena keterbatasan lokasi, kami kirim 24 truk bantuan siap saji, disertai beras dan kebutuhan pokok lainnya. Yang terpenting, masyarakat bisa segera terbantu,” ucap Mentan Amran.


Selain bantuan logistik langsung, dukungan dari berbagai mitra tercatat dengan total nilai bantuan sekitar Rp 1,17 miliar untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.


Lebih dari sekadar tanggap darurat, Mentan Amran menegaskan perlunya solusi jangka panjang untuk mencegah bencana serupa terulang, khususnya di kawasan rawan longsor.


Ia mendorong perubahan pola tanam di wilayah dengan tingkat kemiringan tinggi, dengan mengganti tanaman hortikultura menjadi tanaman tahunan/perkebunan yang memiliki perakaran kuat untuk menahan erosi dan mencegah longsor.


“Ini kita harus berikan solusi permanen. Kami minta Pak Bupati, kami akan mengganti tanaman hortikultura di daerah kemiringan, tajam. Itu kita ganti menjadi tanaman perkebunan. Nah daerah-daerah yang landai kita tanami hortikultura, jadi kita bagi. Kalau tanaman tahunan, itu akarnya bisa dalam sehingga mencegah erosi dan longsor,” jelasnya.


Menurut Mentan Amran, anggaran untuk program tersebut sudah tersedia, sejalan dengan arahan Presiden RI yang menargetkan pengembangan tanaman perkebunan hingga 870 ribu hektare secara nasional, dengan prioritas pada daerah rawan bencana.


“Begitu usulan dari Pak Bupati dan Pak Gubernur masuk, UPT Kementan di wilayah ini akan langsung bergerak cepat. Di daerah landai tetap kita tanami hortikultura, sementara daerah dengan kemiringan tinggi kita fokuskan pada tanaman tahunan. Untuk sementara bisa dilakukan tumpangsari agar pendapatan petani tetap berjalan,” imbuhnya.


Mentan Amran juga memastikan pemerintah pusat siap membantu pemulihan lahan pertanian dan sarana produksi, termasuk greenhouse yang terdampak, melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah.


Langkah ini bertujuan memastikan produktivitas petani tetap terjaga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pascabencana.


Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Nasdem, Rajiv, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Mentan Amran dalam penanganan bencana. Menurutnya, Kementan tidak hanya fokus pada sektor pertanian, tetapi juga menunjukkan kepedulian kuat dalam misi kemanusiaan.


“Kami dari Komisi IV mengapresiasi Kementerian Pertanian yang selaku mitra Komisi IV yang selalu cepat tanggap menanggulangi bencana. Bukan hanya di bidangnya, tapi Kementan fokus juga dengan bantuan kemanusiaannya. Kami dari Komisi IV mengapresiasi itu,” puji Rajiv.


Ia juga menyampaikan terima kasih kepada TNI, Polri, BNPB, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi dan penanganan korban, seraya menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban dan keluarga.


Melalui langkah cepat, bantuan nyata, dan perencanaan jangka panjang, Kementerian Pertanian berkomitmen tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga membangun sistem pertanian yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan untuk melindungi petani dan masyarakat. (ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Upaya Pengembangan Kopi Sumba Barat Daya Diperkuat melalui Pendaftaran Varietas Lokal

Upaya Pengembangan Kopi Sumba Barat Daya Diperkuat melalui Pendaftaran Varietas Lokal

Pilarpertanian – Upaya pengembangan potensi varietas lokal kopi di Kabupaten Sumba Barat Daya terus diperkuat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Budidaya Kopi yang dilaksanakan di Desa Laga Lete, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya. Dalam kegiatan tersebut, Nani Suwarni, Pemeriksa PVT Ahli Madya, menyampaikan materi mengenai kebijakan dan mekanisme pendaftaran varietas lokal, khususnya […]

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan yang berhasil menggagalkan upaya importasi ilegal beras dan garam. Menurut Mentan Amran, penindakan tersebut menjadi langkah penting untuk melindungi 115 juta petani Indonesia sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. “Pak Menkeu, Pak Dirjen, mewakili petani 115 juta orang saya […]

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali menggelar Gerakan Tanam Serempak pada Jumat (18/9/2026) sebagai upaya mempercepat penanaman, meningkatkan indeks pertanaman (IP), serta memperkuat produksi pangan nasional menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. Kegiatan dipusatkan di Desa Bandar Laksamana, Kecamatan Saba Auh, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dan dilaksanakan […]

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membeberkan skema pembiayaan pengembangan industri bioetanol nasional yang akan melibatkan BUMN, swasta, dan masyarakat. Pemerintah menyiapkan kepastian lahan dan legalitas kawasan, sementara rakyat didorong menjadi bagian dari ekosistem usaha agar manfaat ekonomi pengembangan bioetanol dapat dirasakan secara luas. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai Rapat Program Khusus […]

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi bagi Brigade Pangan Model dan Penanggung Jawab (LO) Brigade Pangan Kabupaten/Kota yang berlangsung di BBPMKP Ciawi, Bogor, pada 15–17 September […]

NTP Petani Tembus Rekor 129,19, Ekonomi Petani Makin Menguat

NTP Petani Tembus Rekor 129,19, Ekonomi Petani Makin Menguat

Pilarpertanian – Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Agustus 2026 mencapai 129,19, meningkat 1,05 persen dibandingkan Juli 2026 yang berada pada level 127,84. Capaian tersebut menjadi level tertinggi dan menunjukkan penguatan posisi ekonomi petani seiring harga yang diterima petani tumbuh lebih tinggi dibandingkan biaya yang harus dibayarkan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan peningkatan […]

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mulai membuka pendataan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) untuk penyaluran pupuk bersubsidi Tahun Anggaran 2027 pada Selasa, 22 September 2026. Dalam proses ini, Kementan memperketat validasi data agar penerima dan kebutuhan pupuk benar-benar sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Pemutakhiran data mencakup identitas petani, luas dan lokasi lahan, komoditas […]

Ratas di Istana, Mentan Amran Perkuat Produksi Pertanian Dukung Kemandirian Energi

Ratas di Istana, Mentan Amran Perkuat Produksi Pertanian Dukung Kemandirian Energi

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan produksi pangan nasional, khususnya beras terus dijaga untuk mempertahankan ketahanan pangan dan keberlanjutan swasembada. Pada saat yang sama, sektor pertanian juga siap mendukung agenda kemandirian energi nasional melalui pengembangan energi berbasis sumber daya domestik. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) di Istana […]

Wamenkum: Beras Fortifikasi Bermasalah Rugikan Konsumen, Korporasi Bisa Dijerat

Wamenkum: Beras Fortifikasi Bermasalah Rugikan Konsumen, Korporasi Bisa Dijerat

Pilarpertanian – Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej menyebut temuan dugaan ketidaksesuaian beras fortifikasi dengan informasi pada label kemasan memiliki indikasi dugaan tindak pidana penipuan. Hal tersebut disampaikan berdasarkan hasil penelitian dan kajian yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional bersama Satgas Pangan. Edward mengatakan dugaan tindak pidana tersebut sebagaimana diatur […]