Kementan Dorong Kalimantan Selatan Sebagai Sentra Plasma Nutfah Varietas Tanaman Pangan
Kegiatan Bimbingan Teknis Pendaftaran dan Pelepasan Varietas Tanaman di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Kementan Dorong Kalimantan Selatan Sebagai Sentra Plasma Nutfah Varietas Tanaman Pangan

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya pelestarian sumber daya genetik tanaman melalui percepatan pendaftaran dan pelepasan varietas tanaman lokal di seluruh Indonesia. Upaya tersebut salah satunya tercermin di Provinsi Kalimantan Selatan yang telah memiliki 154 varietas tanaman lokal terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP), tertinggi di luar Pulau Jawa. Pada komoditas padi, Kalimantan Selatan bahkan menempati peringkat kedua nasional setelah Jawa Barat, mempertegas perannya sebagai salah satu sentra plasma nutfah tanaman pangan yang strategis bagi pengembangan pertanian nasional.


Komitmen memperkuat perlindungan dan pemanfaatan varietas lokal tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendaftaran dan Pelepasan Varietas Tanaman melalui SIPERINTIS yang diselenggarakan Pusat PVTPP Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Kalimantan Selatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, serta Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSB TPH) Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Kamis (23/7/2026).


Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai pemangku kepentingan, antara lain Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), Universitas Lambung Mangkurat, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Pengawas Benih Tanaman, serta dinas pertanian kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai proses pendaftaran dan pelepasan varietas tanaman sekaligus mendorong percepatan pemanfaatan aplikasi SIPERINTIS sebagai layanan digital Kementerian Pertanian.


Kepala Pusat PVTPP Kementerian Pertanian, Leli Nuryati, mengatakan varietas-varietas lokal yang telah memiliki karakter unggul perlu segera memasuki tahapan pelepasan agar dapat diproduksi dan diedarkan secara legal sebagai sumber benih.



“Kami berharap varietas lokal yang memiliki keunggulan bisa segera dilepas agar benihnya dapat dimanfaatkan secara luas, tidak hanya di kabupaten asalnya tetapi juga di seluruh wilayah Kalimantan Selatan,” ujar Leli.


Menurut Leli, proses pendaftaran hingga pelepasan varietas kini semakin mudah melalui SIPERINTIS (Sistem Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Terintegrasi) yang telah terhubung dengan sistem Online Single Submission (OSS). Integrasi tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan publik Kementerian Pertanian dalam mendukung perizinan berusaha berbasis risiko di sektor pertanian.


“Seluruh proses pelepasan varietas sekarang sudah dilakukan secara online dan terintegrasi dengan OSS karena pelepasan varietas merupakan bagian dari perizinan berusaha berbasis risiko yang mendukung kegiatan usaha di sektor pertanian,” jelasnya.


Ia menambahkan, digitalisasi layanan melalui SIPERINTIS diharapkan mampu mempercepat proses administrasi, meningkatkan transparansi, serta memberikan kepastian layanan bagi pemerintah daerah, pemulia tanaman, peneliti, maupun pelaku usaha perbenihan.


Selain memberikan materi mengenai kebijakan perlindungan, pendaftaran, dan pelepasan varietas tanaman, PVTPP juga memperkenalkan tata cara penggunaan aplikasi SIPERINTIS. Sementara itu, BBRMP Kalimantan Selatan dan BPSB TPH Kalimantan Selatan memaparkan peran masing-masing dalam pengembangan, pembinaan, serta pengawasan varietas tanaman di daerah.


Leli juga mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga kekayaan plasma nutfah Kalimantan Selatan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk mempercepat lahirnya varietas unggul baru yang berasal dari potensi lokal.


“Yang penting koordinasi dengan semua pihak terkait terus kita kawal bersama-sama,” katanya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, mengatakan keberhasilan mendaftarkan varietas lokal merupakan hasil kerja panjang pemerintah daerah bersama berbagai pihak dalam mendokumentasikan sekaligus melindungi kekayaan sumber daya genetik daerah.


Menurutnya, varietas yang telah terdaftar didominasi oleh padi lokal dan buah-buahan khas Kalimantan Selatan yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya tinggi. Namun demikian, upaya pelestarian masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan pembiayaan, proses pengembangan varietas yang memerlukan waktu panjang, serta ancaman berkurangnya keberadaan varietas lokal akibat perubahan lingkungan dan menurunnya budidaya oleh masyarakat.


“Perlindungan hukum terhadap varietas lokal sangat penting agar kekayaan hayati daerah tetap menjadi milik masyarakat Kalimantan Selatan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan mendukung ketahanan pangan di masa depan,” ujar Syamsir.


Ia menambahkan, Kalimantan Selatan telah mencatatkan 56 varietas tanaman pangan terdaftar, yang mayoritas merupakan padi lokal. Keberadaan varietas tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam pengembangan benih unggul sekaligus memperkuat program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah..


Meski demikian, Syamsir menilai tantangan berikutnya adalah mempercepat proses pelepasan varietas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.


“Dari total varietas yang telah terdaftar, baru 33 varietas atau sekitar 21 persen yang telah resmi dilepas sebagai varietas unggul. Sementara 121 varietas lainnya masih berstatus terdaftar dan perlu didorong agar segera memperoleh status pelepasan sehingga dapat dimanfaatkan lebih luas,” jelasnya.


Melalui kegiatan ini, Kementerian Pertanian berharap semakin banyak varietas lokal Kalimantan Selatan yang tidak hanya terdaftar, tetapi juga memperoleh status pelepasan varietas sehingga dapat menjadi sumber benih unggul, meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat perlindungan plasma nutfah nasional, serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani dan daerah.(PW)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Percepat Tanam CSR Banyuasin, Kementan Perkuat Pengairan dan Brigade Pangan

Percepat Tanam CSR Banyuasin, Kementan Perkuat Pengairan dan Brigade Pangan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus mengoptimalkan lahan melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) untuk meningkatkan produksi padi dan mendukung swasembada pangan. Upaya ini diwujudkan melalui Gerakan Tanam CSR 2026 di Desa Karang Petani, Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (21/10/2026). Kegiatan ini mendorong pemanfaatan lahan baru agar segera ditanami. Di […]

Mentan Amran Sambut Wamentan Alim, Perkuat Transformasi Pertanian dan Swasembada Pangan

Mentan Amran Sambut Wamentan Alim, Perkuat Transformasi Pertanian dan Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet untuk memperkuat kerja bersama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan dan mendorong transformasi pertanian nasional. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat komoditas strategis, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Penyambutan berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (19/10/2026). Mentan […]

Deputi BI Apresiasi Mentan Amran, Sebut Panglima Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

Deputi BI Apresiasi Mentan Amran, Sebut Panglima Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

Pilarpertanian – Deputi Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono mengapresiasi kerja keras Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi nasional. Thomas menyebut Mentan Amran sebagai panglima pengendalian inflasi yang berperan besar dalam memastikan stabilitas harga pangan melalui kerja nyata di lapangan. Apresiasi tersebut disampaikan Thomas […]

25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian

25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pembukaan Jambore dan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK-P4S) Nasional di Tasikmalaya, Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang […]

Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, PVTPP Dampingi Pengembangan PM-AAS di Sukabumi, Produktivitas Padi Capai 11,2 Ton per Hektare

Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, PVTPP Dampingi Pengembangan PM-AAS di Sukabumi, Produktivitas Padi Capai 11,2 Ton per Hektare

Pilarpertanian – Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Kementerian Pertanian, terus mendorong penguatan produksi pangan melalui pendampingan kegiatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan pengembangan teknologi budidaya padi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Upaya ini menunjukkan hasil awal yang menjanjikan melalui panen perdana penerapan Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran. Pada […]

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Pilarpertanian – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi periode percepatan pembangunan pertanian, terutama dalam memperkuat produksi dalam negeri, memperbaiki tata kelola pangan, dan meningkatkan keberpihakan kebijakan kepada petani. Salah satu capaian yang menonjol adalah percepatan target swasembada pangan, didukung kebijakan dari hulu hingga hilir. Tantangan yang dihadapi tidak […]

Perkuat SPI, Kementan Dorong Pengawasan Independen dan Mitigasi Risiko

Perkuat SPI, Kementan Dorong Pengawasan Independen dan Mitigasi Risiko

Pilarpertanian – Penguatan Sistem Pengendalian Intern (SPI) menjadi langkah penting untuk menjaga akuntabilitas anggaran, mencegah penyimpangan, dan memastikan program berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan independen, pemetaan risiko, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan menjadi kunci tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab. Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, […]

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Pilarpertanian – Inovasi pembangunan pertanian tidak hanya diwujudkan melalui penerapan teknologi, tetapi juga melalui kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi petani. Salah satunya adalah penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen yang berlaku sejak 22 Oktober 2025. Kebijakan ini menjadi langkah pemerintah untuk menekan biaya produksi sekaligus memperkuat fondasi usaha tani dalam […]

Workshop Kepemimpinan dan Kewirausahaan Dorong Generasi Muda Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

Workshop Kepemimpinan dan Kewirausahaan Dorong Generasi Muda Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

Pilarpertanian – Generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun pertanian modern, inovatif, dan berkelanjutan. Untuk mendorong peran tersebut, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), Kementerian Pertanian, menyelenggarakan Workshop on Empowering Young Leaders for a Sustainable Food and Agriculture Future di Auditorium PEPI, Tangerang, Rabu (14/10/2026), yang juga diikuti secara daring melalui Zoom Meeting. Menjadi bagian dari […]