Kejar Swasembada Gula Dua Tahun, Mentan Amran Pacu Produksi Nasional Tembus 3 Juta Ton
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Saat Memimpin Rapat Percepatan Swasembada Gula bersama Jajaran Manajemen PT Sinergi Gula Nusantara di Surabaya, Jawa Timur.

Kejar Swasembada Gula Dua Tahun, Mentan Amran Pacu Produksi Nasional Tembus 3 Juta Ton

Pilarpertanian - Pemerintah mempercepat langkah menuju swasembada gula putih nasional dalam dua tahun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari peremajaan tanaman tebu, peningkatan produktivitas, modernisasi budidaya, hingga transformasi industri gula nasional dengan target produksi gula nasional menembus 3 juta ton pada 2029.


Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat memimpin Rapat Percepatan Swasembada Gula bersama jajaran manajemen PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Surabaya, Selasa (22/7).


Dalam rapat tersebut, Mentan Amran menegaskan seluruh jajaran harus bergerak cepat menjalankan arahan Presiden agar swasembada gula putih dapat diwujudkan paling lambat dalam dua tahun melalui percepatan peremajaan kebun tebu, peningkatan produktivitas, dan transformasi industri gula nasional.


“Perintah Bapak Presiden jelas, swasembada gula putih paling lambat dua tahun. Karena itu tanaman ratoon yang sudah berumur 7 tahun, 12 tahun bahkan 15 tahun akan kita bongkar dan diremajakan. Anggarannya sudah kami siapkan,” kata Mentan Amran.



Menurut Mentan Amran, pembongkaran tanaman ratoon yang sudah tidak produktif menjadi langkah strategis untuk mendongkrak hasil panen tebu nasional.


Kementerian Pertanian akan menanggung biaya peremajaan sehingga petani tidak terbebani dalam mengganti tanaman yang telah melewati usia produktif.


Ia menjelaskan, Kementan telah menyiapkan dukungan besar bagi petani tebu. Selain program bongkar ratoon, sektor perkebunan memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp9 triliun untuk penyediaan bibit unggul gratis, pengolahan lahan, hingga berbagai program peningkatan produktivitas.


“Mudah-mudahan tahun depan kita juga bisa menambah bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk traktor untuk petani plasma agar produktivitas semakin meningkat,” ujarnya.


Untuk mencapai target tersebut, Kementan bersama SGN menyiapkan sejumlah program percepatan, antara lain pembongkaran ratoon pada sekitar 298 ribu hektare lahan tebu, pembangunan sistem irigasi pompa, modernisasi alat dan mesin pertanian, penyediaan pupuk, revitalisasi pabrik gula melalui elektrifikasi, penataan varietas dan pola tanam, serta penerapan teknologi peningkat rendemen.


Selain peningkatan produksi di tingkat kebun, tata kelola industri gula juga akan diperkuat dari hulu hingga hilir. Di antaranya melalui penguatan regulasi kemitraan antara petani dan pabrik gula, implementasi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Gula, serta optimalisasi pemanfaatan tetes tebu sebagai bahan baku bioetanol untuk mendukung program transisi energi nasional.


Mentan Amran mengatakan Indonesia masih memiliki potensi pengembangan lahan tebu yang sangat besar di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi hingga Maluku. Potensi tersebut akan dioptimalkan untuk memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan kapasitas produksi gula nasional.


Ia juga mengapresiasi transformasi yang dilakukan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) sehingga mampu membalikkan kinerja perusahaan secara signifikan.


“Tahun lalu masih mengalami kerugian sekitar Rp600 miliar, tahun ini insya Allah sudah berbalik menjadi untung sekitar Rp600 miliar. Ini lompatan yang sangat baik, tetapi saya minta tahun depan harus lebih tinggi lagi. Targetnya minimal mencapai keuntungan Rp750 miliar,” ujarnya.


Mentan Amran turut menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam melindungi kepentingan petani. Ia memastikan setiap laporan mengenai penyimpangan dalam pelaksanaan program pemerintah akan ditindaklanjuti secara tegas.


“Kalau ada yang mempermainkan hak dan kepentingan petani, tentu akan kami tindak. Program pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani. Kalau mempermainkan nasib petani, akan berhadapan langsung dengan Menteri Pertanian,” tegasnya.


Melalui percepatan peremajaan tebu rakyat, modernisasi budidaya, revitalisasi industri gula, penguatan kemitraan dengan petani, serta perluasan areal tanam, pemerintah optimistis target swasembada gula putih dalam dua tahun dapat diwujudkan. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani tebu sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gula.(BB)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian

25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pembukaan Jambore dan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK-P4S) Nasional di Tasikmalaya, Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang […]

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Pilarpertanian – Inovasi pembangunan pertanian tidak hanya diwujudkan melalui penerapan teknologi, tetapi juga melalui kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi petani. Salah satunya adalah penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen yang berlaku sejak 22 Oktober 2025. Kebijakan ini menjadi langkah pemerintah untuk menekan biaya produksi sekaligus memperkuat fondasi usaha tani dalam […]

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Emrus: Mentan Amran Satu-satunya Menteri Berkinerja Terbaik

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Emrus: Mentan Amran Satu-satunya Menteri Berkinerja Terbaik

Pilarpertanian – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendapat sorotan positif dari pakar komunikasi politik Emrus Sihombing. Dalam evaluasinya terhadap kinerja kabinet, Emrus menilai Kementerian Pertanian sebagai satu-satunya kementerian yang menunjukkan kinerja baik dan menonjol. “Menteri yang bagus kinerjanya belum tampak, kecuali […]

Jaga Produksi Pangan, Kementan Optimalkan Ratusan Pompa Air di Tegal

Jaga Produksi Pangan, Kementan Optimalkan Ratusan Pompa Air di Tegal

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat mitigasi kekeringan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, melalui optimalisasi pompanisasi untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Langkah ini dilakukan guna membantu petani mempertahankan produktivitas lahan dan menekan risiko kehilangan hasil panen di tengah ancaman El Nino. Melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan telah mendistribusikan 627 […]

Kementan Percepat Tanam CSR 2026, Pastikan Lahan Segera Produktif

Kementan Percepat Tanam CSR 2026, Pastikan Lahan Segera Produktif

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian mempercepat penanaman pada lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2026 untuk memastikan lahan yang telah dikonstruksi dan diolah segera produktif. Percepatan ini penting agar investasi pemerintah dalam pembukaan lahan baru memberikan manfaat nyata bagi petani, meningkatkan indeks pertanaman (IP), dan memperkuat produksi pangan nasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Serempak […]

Mentan Amran Sambut Wamentan Alim, Perkuat Transformasi Pertanian dan Swasembada Pangan

Mentan Amran Sambut Wamentan Alim, Perkuat Transformasi Pertanian dan Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet untuk memperkuat kerja bersama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan dan mendorong transformasi pertanian nasional. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat komoditas strategis, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Penyambutan berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (19/10/2026). Mentan […]

Presiden Prabowo: Di Tengah Krisis Global, Indonesia Tetap Mampu Swasembada Pangan

Presiden Prabowo: Di Tengah Krisis Global, Indonesia Tetap Mampu Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan menjadi salah satu prestasi utama pemerintahannya dalam dua tahun terakhir. Di tengah ketidakpastian global dan ancaman krisis yang dapat mengganggu perdagangan internasional, Indonesia mampu menjaga ketersediaan pangan melalui penguatan produksi dalam negeri. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan Presiden […]

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Pilarpertanian – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi periode percepatan pembangunan pertanian, terutama dalam memperkuat produksi dalam negeri, memperbaiki tata kelola pangan, dan meningkatkan keberpihakan kebijakan kepada petani. Salah satu capaian yang menonjol adalah percepatan target swasembada pangan, didukung kebijakan dari hulu hingga hilir. Tantangan yang dihadapi tidak […]

Workshop Kepemimpinan dan Kewirausahaan Dorong Generasi Muda Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

Workshop Kepemimpinan dan Kewirausahaan Dorong Generasi Muda Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

Pilarpertanian – Generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun pertanian modern, inovatif, dan berkelanjutan. Untuk mendorong peran tersebut, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), Kementerian Pertanian, menyelenggarakan Workshop on Empowering Young Leaders for a Sustainable Food and Agriculture Future di Auditorium PEPI, Tangerang, Rabu (14/10/2026), yang juga diikuti secara daring melalui Zoom Meeting. Menjadi bagian dari […]